Kiriman dibuat oleh Febrianti Azzahra 2213053208

Nama : Febrianti Azzahra 
Kelas : 3F 
NPM : 2213053208

Pengamalan sila Pancasila artinya penerapan  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sila pertama yaitu berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan lambang bintang, pada sila pertama mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya. Ada beberapa contoh pengamalan sila pertama :
- bersyukur kepada Tuhan
- Melaksanakan  ibadah sesuai dengan agama yang dianut
- Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain 
- berdoa sebelum dan sesudah makan
- menghormati  agama orang lain Nah itulah beberapa contoh 

2. Sila ke-2 berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab dilambangkan dengan gambar rantai sila ke-2 kita diajak untuk  bersikap saling mencintai sesama manusia. Berikut beberapa contoh pengamalan sila kedua :
- membantu korban bencana alam
- membantu adik belajar
- tidak berbuat kasar kepada orang lain
- menolong teman yang kesulitan
- dan bersikap sopan pada orangtua 

3. Sila ketiga, berbunyi persatuan Indonesia sila ke-3 dilambangkan dengan pohon beringin. Pada sila ketiga kita diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air. Contoh pengamalan sila ke-3 :
- mengikuti upacara bendera dengan tertib
- mencintai dan bangga menggunakan  barang atau produk buatan Indonesia 
- bermain dengan teman dengan rukun
- dan berteman  dengan tidak membeda-bedakan suku dan  agama itulah.

4.  Sila Keempat berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Dilambangkan dengan Kepala Banteng. Sila Keempat mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah.
Contoh pengamalannya:
- Menyampaikan pendapat.
- Berdiskusi/kerja kelompok.
- Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
- Saling menghargai pendapat.
- Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

5. Sila Kelima berbunyi, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilambangkan dengan Padi dan Kapas. Sila Kelima mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama.
Contoh pengamalannya:
- Tidak berbuat curang kepada orang lain.
- Menghargai karya orang lain.
- Tidak boros dan suka menabung.
- Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang.
- Bergotong royong membersihkan kelas.

Menurut saya Implementasi pada nilai-nilai Pancasila di era globalisasi ini bisa diterapkan mulai dari menumbuhkan sifat nasionalisme. Sifat nasionalisme ini bisa digali pada saat ada momentum penting negara, seperti peringatan sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan, dan hari besar nasional lainnya
Nama : Febrianti Azzahra
Kelas : 3F
NPM : 2213053208

Analisis Jurnal 1

Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Metode yang digunakan dalam sosialisasi kepada siswa kelas III-V di SD Negeri Osiloa, tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.
1) Tahap I perizinan
2) Tahap II Pemaparan materi
3) Tahap III Memberikan Quis pertanyaan

Nilai moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Nilai dianggap penting oleh manusia itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Moralitas identik dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara pengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Pada dasarnya nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional” Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya system hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingan-kepentingan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur.

Dari sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang
Tengah, dapat disimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif
untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Nama : Febrianti Azzahra

NPM : 2213053208


Analisis Jurnal 

Dari jurnal di atas dijelaskan bahwa perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Masalah iklim masyarakat moralitas remaja selama dekade terakhir masih belum pernah terjadi sebelumnya. Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Dalam menjawab perihal tersebut pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. 

Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

oleh Febrianti Azzahra 2213053208 -
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3F

1. Mengapa penting pendidikan nilai dan moral diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar.
Jawab :
Karena dengan pendidikan nilai dan moral yang di berikan kepada peserta didik di sekolah dasar dapat membantu peserta didik memahami, mengapresiasikan, membuat keputusan yang tepat dalam berbagai masalah pribadi, keluarga, masyarakat dan negara yang diharapkan dapat mengeliminir sikap arogansi yang kerap kali terjadi. Dan juga akan membuat peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang tahu sopan-santun, memiliki cita rasa seni, sastra, dan keindahan pada umumnya, mampu menghargai diri sendiri dan orang lain, bersikap hormat terhadap keluhuran martabat manusia, memiliki cita rasa moral dan rohani.

2. Apa tujuan utama pendidikan nilai dan moral
Jawab :
Tujuan utama pendidikan nilai moral adalah untuk meningkatkan kapasitas berpikir secara moral dan mengambil keputusan moral. Membentuk karakter peserta didik yang baik, sehingga peserta didik menjadi individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan/tenggang rasa demi persatuan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

oleh Febrianti Azzahra 2213053208 -
Nama : Febrianti Azzahra
NPM : 2213053208
Kelas : 3F

1. Keuntungan pendidikan moral adalah untuk membentuk anak negeri sebagai individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan/tenggang rasa demi persatuan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta keadilan hakiki. Adapun keuntungan pendidikan nilai akan membuat anak didik tumbuh menjadi pribadi yang tahu sopan-santun, memiliki cita rasa seni, sastra, dan keindahan pada umumnya, mampu menghargai diri sendiri dan orang lain, bersikap hormat terhadap keluhuran martabat manusia, memiliki cita rasa moral dan rohani.

2. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa guru harus dapat melaksanakan pembelajaran yang mengarahkan peserta didiknya secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, Pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan lainnya yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Adapun tujuan pendidikan yang di jelaskan dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang Demokrat juga bertanggung jawab.

3. - Moral anak sekolah dasar dirumah ; Pendidikan moral harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama dari peran orang tua. Proses pengenalan diri, sosialisasi norma, dan pengenalan lingkungan di luar rumah harus dilakukan dengan menciptakan suasana yang harmonis, damai, dan penuh kasih sayang. Contohnya ; Saling menyayangi saudara, selalu berkata jujur, dan menghormati orangtua.

- Moral anak sekolah dasar di sekolah, anak akan diberikan pengajaran oleh guru dengan pendidikan formal melalui kurikulum dan program pendidikan. Contoh moral di sekolah ; Menanamkan kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, menghormati guru disekolah, Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan seperti membantu membersihkan kelas, tidak memilih teman dan membeda-bedakannya.

- Moral anak sekolah dasar di masyarakat, disini masyarakat berpengaruh besar dalam membentuk moral anak. Apalagi lingkungan bagi anak itu sendiri. Baik tidaknya lingkungan sekitar dan pertemanan menjadi faktor penting pembentukan moral anak. Contoh ; Memberi salam ketika bertemu orang yang lebih tua, mengajar untuk saling menghargai perbedaan, dan mengajarkan untuk mengucapkan kata "tolong" saat meminta bantuan orang lain.