Kiriman dibuat oleh RAFLY IZZA PRAMUDIA 2213053212

Nama : Rafly Izza Pramudia
Kelas : 2D
NPM : 2213053212

Analisis jurnal

A. Identitas Jurnal
1. Nama jurnal: Jurnal penelitian politik
2. Halaman jurnal: 69-81
3. Tahun terbit: 2019
4. Judul jurnal: Dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak 2019
5. Nama penulis jurnal: R. Siti Zuhro
6. Kata kunci jurnal: Pendalaman Demokrasi, Pemilu Presiden, Politisasi Identitas, Pemerintahan Efektif, Membangun
Kepercayaan.
7. Volume: Vol 16
8. Nomor: 01

Demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’. Namun, untuk mewujudkan makna tersebut tidaklah mudah karena demokrasi memerlukan proses panjang dan tahapan-tahapan penting yang harus dilalui, seperti proses konsolidasi demokrasi. Konsolidasi demokrasi adalah suatu proses untuk memperkuat dan mempertahankan sistem demokrasi yang telah terbentuk. Proses ini melibatkan berbagai upaya untuk memperkuat institusi demokrasi, seperti partai politik, lembaga pemerintahan, lembaga keamanan, dan masyarakat sipil.

Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi parpol yang juga berkualitas. Ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil dan damai, tapi juga menjadi taruhan bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani pemilu serentak 2019 membuat konsolidasi demokrasi yang berkualitas sulit terbangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai, namun masih ada tantangan dalam membangun konsolidasi demokrasi yang berkualitas. Proses pemilu yang kompleks dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas demokrasi.
Pentingnya parpol dan koalisi parpol yang berkualitas dalam pemilu menunjukkan betapa pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik dan kebijakan publik. Dalam konteks Indonesia, pemilu tidak hanya menjadi sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil dan damai, tapi juga menjadi taruhan bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI.
Nama : Rafly Izza Pramudia
Kelas : 2D
NPM : 2213053212

Analisis video

Demokrasi dianggap “gaduh” karena membutuhkan partisipasi aktif rakyat dalam proses pengambilan keputusan. Artinya, ada banyak suara berbeda yang perlu didengar dan dipertimbangkan sebelum keputusan dibuat, dan ini dapat menimbulkan konflik dan ketidaksepakatan.

Walaupun demokrasi dapat menimbulkan ketegangan dan konflik, banyak negara yang memilih menggunakan sistem ini karena memiliki beberapa kelebihan yang dianggap lebih penting. kebebasan, HAM, pembagian kekuasaan, pertumbuhan ekonomi dan perdamaian menjadi alasan mengapa sistem ini masih dianut oleh banyak negara. Meskipun demokrasi memiliki keunggulan tersebut, demokrasi juga memiliki kelemahan seperti rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Namun, banyak negara memilih mengadopsi sistem demokrasi karena dianggap sebagai sistem politik yang lebih baik dalam jangka panjang dibandingkan sistem politik lainnya.

Jadi, apakah demokrasi akan mampu beradaptasi dengan perubahan global?
Demokrasi dapat beradaptasi dengan perubahan global dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya.