Kiriman dibuat oleh Chindy Alviona 2213053093

Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis vidio
pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar

Hasil analisis vidio tersebut menjelaskan apa itu pendidikan? Apa itu moral?
*pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia, disamping kebutuhan akan pangan sandang dan papan pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. *moral adalah ajaran pelajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban. jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan.

pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar, karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pekerti, mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak terdapat dua penyebabnya yaitu
1. ada perlindungan di sekolah, dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik, saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus.
Perendungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki, terdapat suatu kelompok yang berisi 4-6 orang atau bahkan lebih, perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial. secara fisik misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban sedangkan, secara sosial misalkan dengan cara mengecilkan atau mengabaikan korban.
perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.
2. adanya kekerasan secara fisik di keluarga ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya. dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah hal ini peran orang tua dan guru. jadi orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orangtua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya, yang kedua ada peranan dari guru-guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya masyarakat serta keluarga. peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar

penyelesaian terhadap moral anak supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.
Jadi kesimpulannya upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal bukan hanya dari guru tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orangtuanya, terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orangtua yang kadang tidak baik untuk ditiru, maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Analisis Jurnal 2
A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul Jurnal: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
2. Penulis: Lia Yuliana, M.Pd

B. HASIL ANALISIS
Pendahuluan
Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat menjadi warga negara yang baik.

Hasil dan Pembahasan
Pengertian Moral
Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Nilai-Nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005: 29 Nilai moral diartikan sebagai isi mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan norma.
Pengertian Anak Usia Dini
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami 5 proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan.
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode bermain
2. Metode bercerita
3. Metode Pemberia Tugas
4. Metode bercakap-cakap
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelumjenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman K- anak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA).

Penutup
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan 10 Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

Analisis Jurnal 1
A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: 
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
2. Penulis: 
a. Ruslan
b. Rosma Elly
c. Nurul Aini
Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Unsyiah Banda Aceh
mislina_tp@yahoo.co.id
3. Halaman dan Volume: 
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
FKIP Unsyiah Volume 1 Nomor 1, 68-77
Agustus 2016

B. HASIL ANALISIS
Abstrak
Jurnal ini berfokus pada budidaya nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Ini membahas pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak sejak usia dini untuk mengatasi penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, dengan hasil positif diamati pada 64% pengamatan. Studi ini menekankan pentingnya pendidikan moral dan mengidentifikasi nilai-nilai seperti religiusitas, sosialitas, kesetaraan gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, ketahanan, tanggung jawab, dan penelitian sebagai penting untuk pengembangan moral. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti perlunya pendidikan moral awal dan peran guru dalam membentuk karakter moral siswa.

Pendahuluan
Jurnal ini berfokus pada budidaya nilai-nilai moral pada mahasiswa SD Negeri Lampeuneurut. Ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak sejak usia dini untuk mengatasi penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru. Studi ini menyoroti peran guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter moral siswa. Nilai-nilai seperti religiusitas, sosialitas, kesetaraan gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, ketahanan, tanggung jawab, dan penelitian diidentifikasi sebagai penting untuk pengembangan moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut telah berhasil menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, dengan hasil positif diamati pada 64% pengamatan.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lampeuneurut. Subjek penelitian ini adalah orang, tempat, atau benda
yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara.

Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini mengumpulkan data tentang budidaya nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara dengan guru di SD Negeri Lampeuneurut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru tidak hanya mengajarkan siswa tentang agama di sekolah tetapi juga mendorong mereka untuk memperdalam pengetahuan agama mereka melalui kegiatan seperti kelompok belajar agama, pusat pendidikan Islam, dan pesantren. Wawancara dan pengamatan menunjukkan bahwa guru telah berhasil menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, dengan 64% pengamatan menunjukkan hasil positif. Namun, ada juga faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan nilai-nilai moral di kalangan anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di SD Negeri Lampeuneurut, melibatkan 10 guru sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui sampling purposive. Metode pengumpulan data termasuk observasi dan wawancara.

Kesimpulan
Temuan penelitian menunjukkan bahwa budidaya nilai-nilai moral pada siswa sangat penting untuk mengatasi penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. Penting untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak sejak usia dini untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Studi ini menekankan pentingnya pendidikan moral sebagai pendekatan utama untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Dengan berfokus pada nilai-nilai seperti religiusitas, sosialitas, kesetaraan gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, ketahanan, tanggung jawab, dan penelitian, diyakini bahwa anak-anak akan mengembangkan karakter moral yang baik. Penelitian ini menyoroti peran guru dalam budidaya nilai-nilai moral. Guru tidak hanya mengajarkan mata pelajaran agama tetapi juga mendorong siswa untuk memperdalam pengetahuan agama mereka melalui berbagai kegiatan dan institusi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut telah berhasil menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, dengan hasil positif diamati pada 64% pengamatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan moral awal dan peran guru dalam menumbuhkan nilai-nilai moral pada siswa, dengan tujuan membangun generasi muda yang jujur secara moral.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 2
Pendidikan Moral di Sekolah Dasar

Dari analisis vidio tersebut menjelaskan tentang pendidikan moral di sekolah dasar. moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah Sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. selanjutnya akan menjelaskan tentang tahap-tahap perkembangan moral.
1. Pada usia 6-12 bulan orangtua akan dengan syuting untuk memandu mengendalikan dan melindungi bayi
2. usia 12-18 bulan membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak mencerminkan cemasan diri dalam melakukan hal yang salah
3. pada usia 18-30 Wulan anak mungkin menunjukkan perilaku menolong rasa bersalah malu dan empati mendorong perkembangan moral akurasi terkait mainin dan ruang muncul
4. pada usia 30 sampai 36 bulan Atau fisik berkurang lebih banyak verbal
5. pada usia 3-4 tahun perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim tipsnya untuk menelpon pujian dan menarik penolakan rasa bersalah dan kepedulian mengenai berbuat salah memuncak
6. pada usia 4-6 tahun penalaran moral makin fleksibel yang
7. Pada usia 7-8 tahun penalaran moral makin fleksibel dan perilaku prososial meningkat agresi terutama jenis permusuhan berkurang
8. pada usia 9-11 tahun penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial agresif beralif ke hubungan
9. pada usia 12-15 tahun namun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif
10. pada usia udah sampai 20 tahun relativisme mainkan peran penting dalam penalaran moral
11. Dewasa muda pada usia 20-40 tahun penilaian moral bisa menjadi lebih rumit
12. dewasa tengah pada usia 40 sampai 65 tahun penilaian moral bisa membeli lebih milik 13. dewasa tua pada usia enam puluh lima tahun penilaian moral bisa menjadi lebih.

selanjutnya implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar pada implikasi dalam KBM perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri.

selanjutnya akan menjelaskan tentang rindu krisis identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol atau perilaku mereka Sesuai dengan Winner nya, Sebenarnya bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting.
Permasalahan serta solusi perkembangan warna anak SD.
1. hilangnya kejujuran, ketika anak sudah terbiasa bersikap bohong itu akan membuang anak menjadi pribadi yang pembohong dan akan ketakutan ketika bersikap jujur masalah ini sering terjadi di sekolah ataupun di tempat lainnya misalnya, ketika sedang lafalkan ujian sekarang ada selesai siswa yang mencontek atau bakal bekerjasama dengan temannya solusi atau untuk mengatasinya yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri akan jawabannya mengajarkan anak untuk bersikap jujur ketika anak lebih caranya cukup Jangan memarahinya karena jika anak dimarahi maka ia akan takut, ketika berbicara jujur dan memilih untuk penuh bicara bohong.
2. hilangnya rasa tanggung jawab, guru dihaluskan untuk membimbing anak didiknya dan mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa tanggungjawab, misalnya ketika anak diberikan Tugas atau pekerjaan rumah ada saja siswa yang tidak mengerjakan tugasnya padahal tuh selama saja bahwa siswa itu tidak memiliki rasa tanggungjawab solusi dari hilangnya rasa tanggung jawab yaitu mengajarkan anak untuk bersikap tanggungjawab hal kecil yang bisa guru lakukan yaitu ketika ada sesuai adegan mengerjakan Tugasmu apa diminta untuk maju kedepan dan mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya.
3. rendahnya disiplin, misalnya masih saja ada siswa yang tidak tepat waktu untuk datang ke sekolah Jika ada siswa yang sedang terlambat ke sekolah sebaiknya guru dan kepala sekolah bersikap tegas jika guru tanpa prasekolah tidak bersifat tegas akan membuat tersebut menjadi terbiasa dan mampu data waktu yang keempat kurang bisa bekerjasama, misalnya kerja kelompok solusinya yaitu membiasakan anak untuk lebih banyak dalam seja sama Jangan biarkan kesal tidak aktif ketika kerjasama
4. mengambil hak orang lain, misalnya mencuri solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa ya dia miliki Dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain.
Nama: Chindy Alviona
NPM: 2213053093

Analisis Vidio 1
pendidikan moral tanggungjawab diri dalam keluarga

Berdasarkan dari vidio tersebut, menjelaskan tentang:
1. tanggung jawab saya dalam keluarga. Tanggungjawab kalau tak tahu kita lihat gambar dibawah *gambar pertama dia tunduk mendengar nasihat ayahnya, Maksudnya kita sebagai anak mendengar nasehat Ayah, kenapa Sebab Ayah tuh hidup lebih lama dari pada kita, dia tahu mana satu baik, mana satu buruk dalam kehidupan. *sekarang kita lihat gambar kedua Dia membantu ibu maksudnya murid-murid harus menjadi anak yang bertanggungjawab dengan membantu ibu.
*seterusnya kita lihat gambar dibawah menemani Kakak,
*seterusnya menjaga keselamatan Adik.

murid-muridnya paham Apa itu tanggung jawab? kenapa tanggung jawab penting? ini kita akan belajar kepentingan tanggung jawab dalam keluarga Karena hubungan keluarga menjadi erat. Maksudnya kita akan lebih Harmonis, akan lebih senang bersama keluarga.
*seterusnya kita lihat gambar dibawah kami menolong nenek di dapur Untuk meringankan tugas keluarga.
Terakhir dapat membanggakan keluarga, murid-murid bertanggungjawab untuk belajar rajin-rajin.