Kiriman dibuat oleh Khairina Fina Samira 2213053145

Nama: Khairina Fina Samira
Npm: 2213051345

Analisis jurnal PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM
MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

1. Pendahuluan
Jurnal ini memulai dengan memberikan pengantar mengenai pentingnya nilai moral Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak hidup. Nilai-nilai Pancasila seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, peraturan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dijelaskan sebagai fondasi yang harus ditanamkan.

2. Konsep Nilai dan Moral
Jurnal ini menjelaskan perbedaan antara nilai dan moral. Nilai diartikan sebagai keberhargaan atau kebaikan yang abstrak, sedangkan moral adalah prinsip baik-buruk yang melekat dalam individu. Moral juga dapat dibedakan menjadi berbagai jenis, termasuk moral ketuhanan, filsafat, etika, hukum, dan lain-lain.

3. Komponen Analisis
Jurnal ini mencantumkan beberapa komponen analisis yang mencakup aktivitas siswa di SD Negeri Osiloa. Komponen tersebut mencakup aktivitas seperti menjadi aktif, sangat antusias, bertanya, berbicara dengan teman, dan bekerja sama dengan kelompok. Persentase aktivitas ini juga dicantumkan.

4. Metode Abdimas
Penelitian ini menggunakan metode abdimas (pengabdian masyarakat) dengan melakukan sosialisasi kepada siswa kelas III-V tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keadilan. Metode ini melibatkan tahap-tahap perizinan, pemaparan materi, dan pemberian kuis pertanyaan kepada siswa.

5. Hasil dan Pembahasan
Hasil dari penerapan nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah adalah upaya membangun generasi emas yang memiliki jiwa Pancasila yang baik. Penelitian ini juga menyoroti keterkaitan antara nilai, moral, dan hukum, serta peran sistem hukum dalam melindungi nilai-nilai tersebut.

Jurnal ini mencoba menjelaskan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan sebagai cara untuk menghasilkan dan membentuk generasi yang anti korupsi. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya moral dalam kehidupan masyarakat dan keterkaitannya dengan hukum. Analisis ini dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami pentingnya pendidikan nilai moral di sekolah dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik.
Nama: Khairina Fina Samira
Npm: 2213053145

Analisis jurnal "PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL
BAGI GENERASI PENERUS"
Ahmad Nawawi,
Jurusan PLB FIP UPI Bandung.

jurnal ini menggambarkan isu yang cukup mendalam, yaitu krisis moral yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini tercermin dalam tawuran remaja, kekerasan, ketidakjujuran, dan perilaku amoral lainnya. Penurunan nilai moral di masyarakat menjadi perhatian utama dalam konteks ini.

jurnal menyoroti solusi yang diusulkan untuk mengatasi krisis moral ini, yaitu pendidikan nilai moral dan agama. Pendidikan nilai moral dipandang sebagai cara yang efektif untuk membangun akhlak yang baik, kejujuran, dan budi pekerti yang luhur pada generasi penerus.

Dalam mendukung argumen tersebut, jurnal merujuk pada teori perkembangan moral oleh Lawrence Kohlberg dan teori belajar sosial dan moral oleh Albert Bandura. Ini menunjukkan bahwa pendidikan moral dapat didasarkan pada dasar-dasar teori psikologi perkembangan yang terbukti.

Peran model dalam pembentukan perilaku moral menjadi sorotan dalam jurnal ini. Model ini bisa berasal dari orang tua, guru, teman sebaya, atau karakter dalam media. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan budaya memiliki dampak signifikan pada perkembangan moral individu.

Selanjutnya, jurnal menekankan pentingnya mengintegrasikan pendidikan nilai moral dan agama ke dalam sistem pendidikan formal dengan jumlah jam pelajaran yang memadai. Hal ini diyakini dapat membantu membangun generasi yang lebih baik secara moral.

Selain itu, jurnal menyimpulkan bahwa pendidikan nilai moral adalah kunci untuk mengatasi krisis moral dalam masyarakat. Saran yang diberikan adalah perlunya perencanaan yang matang dalam penerapan pendidikan nilai moral, serta peran aktif orang tua, guru, dan model positif dalam membentuk perilaku moral generasi penerus.

Jurnal juga menyoroti pentingnya konteks budaya dalam pendidikan nilai moral. Nilai moral dapat berbeda-beda di berbagai budaya, dan pendidikan nilai moral harus menghormati nilai-nilai budaya yang ada sambil tetap mengajarkan prinsip-prinsip moral yang universal.

Selain itu, penting juga untuk memiliki cara yang efektif untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan nilai moral. Bagaimana kita akan mengukur perubahan perilaku dan sikap generasi penerus setelah menerima pendidikan ini? Ini adalah pertanyaan penting yang perlu dijawab dalam merancang program pendidikan moral yang berhasil.

Dengan demikian, jurnal ini memberikan pandangan komprehensif tentang perlunya pendidikan nilai moral dan agama dalam menghadapi krisis moral di masyarakat, serta berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merancang dan menerapkan pendidikan ini.
Nama: Khairina Fina Samira
Npm: 2213053145

Pendidikan nilai moral memainkan peran penting dalam pembentukan generasi bangsa Indonesia. Berikut adalah penilaian mengenai pentingnya pendidikan nilai moral, hambatan atau tantangan yang dihadapi, serta dampak positif dan negatifnya pada generasi muda.

A. Seberapa penting Pendidikan nilai Dan moral bagi generasi bangsa Indonesia?
Pendidikan nilai moral sangat penting bagi generasi bangsa Indonesia karena:
1. Membentuk Karakter
Pendidikan nilai moral membantu membentuk karakter positif pada generasi muda. Ini mencakup nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, empati, dan tanggung jawab yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
2. Martabat Bangsa
Pendidikan nilai moral membantu meningkatkan martabat bangsa dengan membentuk generasi yang memiliki integritas, kejujuran, dan moral yang kuat.
3. Kesejahteraan
Pendidikan nilai moral membantu mencegah perilaku negatif seperti korupsi, yang dapat mengganggu kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
4. Menghindari Perilaku Negatif
Pendidikan nilai moral membantu mencegah perilaku negatif seperti tawuran, kekerasan, korupsi, dan tindakan amoral lainnya yang dapat merusak masyarakat.
5. Mendorong Kepedulian Sosial
Generasi yang diberi pendidikan nilai moral cenderung lebih peduli terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain, yang berkontribusi pada masyarakat yang lebih berempati dan solidaritas.
6. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Generasi muda yang memiliki nilai moral yang baik akan berkontribusi pada masyarakat yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera.

B. Tantangan dalam menegakkan nilai dan moral dikalangan generasi muda:
1. Pengaruh Media dan Teknologi
Generasi muda saat ini terpapar oleh berbagai media dan teknologi yang mungkin tidak selalu mempromosikan nilai-nilai moral yang baik. Hal ini dapat menghadirkan tantangan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut.
2. Ketidaktahuan Orang Tua
Orang tua yang tidak memahami pentingnya nilai moral atau yang tidak memberikan teladan moral yang baik kepada anak-anak mereka dapat menjadi hambatan.
3. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya
Sistem pendidikan seringkali memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan pendidikan nilai moral secara efektif ke dalam kurikulum.
4. Tren Globalisasi
Globalisasi dapat membawa nilai-nilai yang berbeda dan seringkali materi yang sangat konsumtif, yang dapat mengabaikan nilai-nilai moral tradisional.
5. Kurangnya Pendidikan Nilai Moral yang Terstruktur
Sistem pendidikan mungkin tidak memberikan perhatian yang cukup pada pendidikan nilai moral. Kurangnya jam pelajaran dan kurikulum yang tidak cukup terfokus bisa menjadi hambatan.
6. Tekanan Akademis yang Berlebihan
Terlalu banyak tekanan pada prestasi akademis dapat mengabaikan aspek moral dalam perkembangan generasi muda.

C. Dampak positif dari penerapan nilai dan moral dikalangan generasi muda:
1. Masyarakat yang Lebih Baik
Generasi muda yang memiliki nilai dan moral yang baik akan berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik, harmonis, dan adil.
2. Pencegahan Perilaku Kriminal Pendidikan nilai moral dapat membantu mengurangi angka kejahatan, tawuran, dan perilaku amoral lainnya yang merugikan masyarakat.
3. Kepemimpinan yang Berkualitas Generasi muda yang dididik dengan nilai dan moral yang baik memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang berkualitas dan berintegritas di masa depan.

E. Dampak negatif dari ketidakpenerapan nilai dan moral dikalangan generasi muda:
1. Perilaku Amoral
Generasi yang tidak menerima pendidikan nilai moral yang memadai cenderung terlibat dalam perilaku amoral, seperti kekerasan dan tawuran.
2. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab
Generasi muda yang tidak diajari nilai-nilai moral mungkin kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
3. Krisis Moral Masyarakat
Ketidakpenerapan nilai moral dikalangan generasi muda dapat berkontribusi pada krisis moral yang lebih besar dalam masyarakat secara keseluruhan.
4. Ketidakamanan dan Ketidaknyamanan
Perilaku negatif di kalangan generasi muda dapat mengancam ketertiban umum dan menciptakan lingkungan yang tidak aman dan tidak nyaman.
5. Meningkatnya Perilaku Negatif
Tanpa pendidikan nilai moral yang baik, generasi muda lebih rentan terhadap perilaku negatif seperti tawuran, kekerasan, dan korupsi.

Dengan demikian, penting bagi pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan nilai moral bagi generasi muda agar dapat memaksimalkan dampak positif dan mengatasi tantangan yang ada.
Nama: Khairina Fina Samira
Npm: 2213053145

Hasil analisis jurnal yang saya temukan dalam jurnal ini, pembahasannya berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan moral siswa di Provinsi Aceh, Indonesia. Konteks ini menjadi sangat penting karena Aceh memiliki status khusus dalam menerapkan syariah Islam, yang secara signifikan memengaruhi pendidikan dan perkembangan nilai-nilai Islam dalam kurikulum.

Jurnal ini menggaris bawahi perubahan sosial yang pesat dan dampaknya terhadap perilaku dan moral remaja. Penulis menyoroti masalah-masalah yang timbul akibat perubahan moral dalam masyarakat selama beberapa dekade terakhir.

Selain itu, penulis menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter dan moral siswa. Mereka mengakui bahwa sistem pendidikan memainkan peran kunci dalam pembentukan akhlak di kalangan peserta didik.

Jurnal juga mencatat adanya hukum dan peraturan khusus di Aceh, seperti Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Aceh dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus. Hal ini memberikan Aceh otonomi khusus dalam melaksanakan pendidikan dengan sentuhan Islam.

Kurikulum pendidikan di Aceh juga dibahas dalam jurnal ini, termasuk mata pelajaran Islam dan muatan lokal. Tujuannya adalah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan budaya Aceh ke dalam pendidikan formal.

Penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan siswa menjadi fokus dalam jurnal ini, baik melalui kurikulum formal maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga diakui sebagai panutan penting dalam proses ini.

Tidak hanya itu, jurnal menekankan bahwa tujuan pendidikan di Aceh adalah untuk mempersiapkan generasi muda yang berakhlak mulia sesuai dengan budaya Aceh dan syariat Islam. Ini menjadi elemen sentral dalam pendidikan di Aceh.

Selain itu, konsep nilai moral dalam Islam diuraikan, dengan penekanan pada hubungan antara individu dengan Tuhan (nilai vertikal) dan hubungan individu dengan masyarakat (nilai horizontal). Nilai-nilai ini ditujukan untuk membawa manfaat bagi individu dan masyarakat.

jurnal mencatat faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan nilai, seperti kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling, dan peran guru yang memiliki kepercayaan terhadap siswa. Semua ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang pendidikan dan moral di Aceh, dengan landasan kuat pada syariah Islam dan budaya Aceh.