Posts made by Mita Yogi Handayani 2213053107

Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

Perbedaan kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill

Hard Skill adalah keahlian yang bisa diukur dan dikuantifikasi. Hard skill biasanya dipelajari melalui pengajaran di sekolah, pelatihan, buku, dan lain-lain. Skill ini dapat dinilai oleh perekrut dengan aplikasi dan instrumen tertentu. Nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau kamu memang benar-benar menguasai hard skill tersebut.

Contoh Hard Skill : Bahasa pemrograman (C++, Java, JavaScript, Phyton), UI/UX Design, Keamanan jaringan, Kemampuan berbahasa asing (bilingual/multilingual), SEO/SEM marketing, Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) dan lainnya

Sedangkan Soft Skill adalah keahlian yang bersifat subjektif. Soft skill di sisi yang lain identik dengan kecerdasan emosional atau EQ seseorang. Selain itu skill ini juga identik dengan empati dan kemampuan interpersonal. Soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Cara terbaik untuk meningkatkan soft skill adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar

Contoh Soft Skill : Berpikir kreatif, Berpikir kritis, Kolaborasi dan kerja sama tim, Komunikasi, Negosiasi, Presentasi, Empati, Kepemimpinan, Adaptif, Manajemen waktu, Publik Speaking dan lainnya.
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL 2

-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Volume : 12
Nomor : 1
Halaman : 41-54
Tahun Terbit : 2014
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

-Pendahuluan
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena
anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas.
Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja,
baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih
terbelakang.

-Peranan Keluarga Bagi Anak-Anak
Keluarga secara etimologis berasal dari rangkaian kata “kawula” dan “warga”. Kawula artinya abdi yakni hamba sedangkan warga berarti anggota. Peranan pendidikan
keluarga tidak akan tergeser oleh banyaknya institusi-institusi dan lembaga-lembaga
pendidikan yang ada, seperti TK, Sekolah-sekolah, dan lain-lainnya.
Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama karena mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan
kepada anak-anaknya termasuk pendidikan nilai moral.

- Peranan Nilai Moral bagi Anak-Anak
Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral
tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa
tergantung kepada moral bangsa tersebut. Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau
moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang.

-Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kemerosotan Moral
Banyak sekali faktor penyebab terjadinya kenakalan pada anak-anak yang dapat
menyeret mereka pada dekadensi moral. Beberapa faktor tersebut adalah Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, lingkungan masyarakat yang kurang sehat, Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah
tangga, sekolah maupun masyarakat, suasana rumah tangga yang kurang baik, Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti
hamil, Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, keseniankesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral dan lain lain.

-Proses Pendidikan Nilai Moral untuk Mengatasi Kenakalan Remaja dalan Keluarga
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral
dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini
dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak
adalah sebagai berikut: Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak, Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak, dan Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL 1

-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Volume : -
Nomor : 1
Halaman : 1-11
Tahun Terbit : 2017
Judul : Pendidikan Moral di Sekolah
Nama Penulis : Rukiyati

-Pendahuluan
Sekolah merupakan lingkungan
mikrosistem. Sebagai sebuah mikrosistem,
sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat
secara langsung dalam diri subjek didik.

-Metode Penelitian
Tulisan ini merupakan gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan.

- Hasil dan Pembahasan
1. Pendidikan Moral di Sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Oleh karena guru adalah ujung
tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru
terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan
moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi Pendidikan Moral
Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral
dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam
semesta serta moral terhadap Tuhan YME.

3. Metode Pendidikan Moral
Cara atau metode
pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi)
nilai-nilai dan moralitas, modeling nilainilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.
Ada metode lain yang
lebih sesuai yaitu
-inkulkasi nilai
-metode keteladanan
-metode klarifikasi nilai
-metode fasilitasi nilai
-metode keterampilan nilai moral

4. Evaluasi pendidikan moral
Cara mengevaluasi capaian belajar dalam ranah afektif dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, yaitu
dengan menafsirkan ada atau tidaknya afek positif (atau negatif) yang muncul
dan intensitas kemunculan afek dari tindakan atau pendapat seseorang.
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS VIDEO 2 "Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)

Video tersebut menjelaskan tentang siswa yang jahil terhadap teman nya dan tidak sopan kepada guru nya. Guru menghukum siswa untuk keluar dari kelas dan tidak mengikuti pembelajaran. Saat guru keluar kelas, terdapat siswa yang lari dan menabrak guru sehingga buku yang dibawa guru jatuh dan siswa tersebut tidak meminta maaf.

Setelah pulang sekolah, terdapat dua siswa yang pergi main, mereka merokok dan minum minuman keras. Keesokan hari saat disekolah, dua siswi memberi tahu kepada guru nya. Kemudian siswa tersebut menemui gurunya di ruang guru, mereka di interogasi dan diberi nasihat karena telah melakukan perbuatan yang salah.

Kesimpulannya pendidikan pancasila penting diajarkan dan terapkan dalam pembelajaran di sekolah agar siswa dapat mengetahui pendidikan moral yang baik.
Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H

ANALISIS VIDEO 4 "Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring"

Di zaman modernisasi dan globalisasi kita mudah mengakses informasi, melihat kehidupan orang lain dengan mudah melalui sosial media. Sebagai generasi muda kita dituntut untuk mengikuti zaman tapi kita juga harus mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kita.

Permasalah sosial seperti Pembunuhan, pembullyan, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, tawuran, pembunuhan terhadap orang tua.
Dalam kasus tersebut ada hubungannya dengan etika dan moral. Etika dan moral adalah pedoman setiap manusia.

-Moral secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu "MOS" Secara jamak yaitu "MORES" yang artinya adalah kebiasaan atau adat, Dalam KBBI moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk, salah maupun benar.

-Etika menurut Drs.H. Burhanuddin Salam adalah cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

• Tiga persamaan Etika dan Moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran Tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang

• Contoh Etika dan Moral sering terabaikan
- tidak pamit dan mencium tangan pada orang tua sebelum keluar rumah
-tidak meminta maaf pada orang tua ketika melakukan kesalahan
-tidak membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah
-tidak saling menghormati dan menghargai
-tidak mendengarkan nasihat orang tua

• Pengembangan Nilai Moral
Perlu dukungan dari pendidikan salah satunya dari sekolah. Karena di sekolah ada aturan tata tertib untuk siswa.

•Tata Cara Pembelajaran Daring sesuai dengan Nilai dan Moral
Yang paling utama yaitu sopan santun, banyak siswa yang kurang sopan santun ketika pembelajaran daring. Seharusnya sebagai siswa lebih peka dan tanggung jawab dalam pembelajaran daring

• Contoh Etika Berkomunikasi yang Baik dalam Pembelajaran Daring
1. Perhatikan waktu
2. Bahasa yang baik dan sopan
3. Perkenalkan diri secara lengkap

•Etika Berkomunikasi dalam Grup Chat
1. Gunakan nama asli dalam akun media sosial
2. Tampilkan foto asli di grup chat atau tampilkan wajah saat video
3. Hindari pembicaraan di luar topik pembelajaran
4. Bicara dan komentar yang baik dan sopan