Nama : Mita Yogi Handayani
NPM : 2213053107
Kelas : 3H
ANALISIS JURNAL
-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 90-100
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H. Wanto Rivaie.
-Pendahuluan
Tanggung jawab dan akhlaq mulia akan dapat diwujudkan
manakala, sejak dini kepada generasi
muda sudah ditanamkan nilai-nilai
keimanan dan disertai kegiatan ibadah
dan muamallah yang terus menerus
dan konsisten disertai keteladanan
orangtua dan para pemimpin/tokoh
masyarakat yang ada disekitar kita, masyarakat dan bangsa Indonesia ini,
agar kelak tujuan pendidikan yang telah
dirumuskan dalam UU Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan baik.
-PEMBAHASAN
•Membangun hubungan interpersonal antar bangsa
Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahtera. Dalam realitas masyarakat Indonesia saat ini
hubungan antar manusia yang yang ada belum berjalan optimal, sangat
memprihatinkan. Masalah bangsa ini memerlukan uluran tangan dan
pikiran seluruh lapisan masyarakat
bangsa Indonesia ini, bukan hanya
golongan kecil saja.
•Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau
pandangan hidup seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana
mereka menjalani kehidupan.
• Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen,Tokoh Masayarakat
Formal/Non Formal)
Dalam hal pendidik dalam arti luas kaitannya dengan pembentukan jatidiri yang terlihat pada penampilan
kepribadian seseorang, Nursid S.
(2008, 31-33) menjelaskan bahwa sepanjang hidupnya manusia
dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh
masyarakat). Di keluarga kegiatan
pendidikan dilakukan oleh orang tua,
di sekolah oleh guru-guru, di
masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur
•Penciptaan Suasana Yang Kondusif
Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan Bertanggung Jawab
Dalam proses memberikan atau
meminta bantuan perlu dibangun
komunikasi dua arah, komunikasi yang
setara, kesederatan, agar kedua pihak memiliki harga diri yang layak sebagai
insan kamil. Dengan demikian maka
dalam komunikasi yang penuh nilai, kreatif dan bertanggung jawab, hal
penting yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana si pembelajar bisa tumbuh
self confidence, dan self esterm agar
potensi yang ada pada dirinya
berkembang secara maksimal dan
berbudaya nasional Indonesia
•Peranan Strategis Pendidikan Agama
dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis
Dengan landasan pendidikan
agama yang dilakukan di keluarga,
sekolah dan masyarakat dengan
sebaik-baiknya, maka akan terbangun
kepribadian peserta didik yang
memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila, dimana
sila yang pertama adalah Sila
Ketuhanan YME, yang menjadi dasar sila-sila yang lain. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia
yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan
mengagungkan perbedaan
dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan
•Faktor-Faktor Personal Yang
Mempengaruhi Tindakan Manusia
1. Aspek Biologis
2. Aspek Sosiopsikologis
3. Motif Sosiogenesis
4. Konsepsi Manusia Dalam Psikoanalisis
5. Teori Behaviorisme
•Menginternalisasikan Nilai Pancasila, Membina Jatidiri Berwawasan Nasional Jatidiri menurut Prof. Nursid.
S., (2005, 151) jatidiri berarti jadilah
diri sendiri yang berakhlakul karimah,
beretos kerja tinggi dan cerdas
menghadapi kehidupan hari ini,
mendatang mulai dari lingkungan
keluarga, masyarakat baik lokal,
nasional, regional dan dunia
NPM : 2213053107
Kelas : 3H
ANALISIS JURNAL
-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 90-100
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H. Wanto Rivaie.
-Pendahuluan
Tanggung jawab dan akhlaq mulia akan dapat diwujudkan
manakala, sejak dini kepada generasi
muda sudah ditanamkan nilai-nilai
keimanan dan disertai kegiatan ibadah
dan muamallah yang terus menerus
dan konsisten disertai keteladanan
orangtua dan para pemimpin/tokoh
masyarakat yang ada disekitar kita, masyarakat dan bangsa Indonesia ini,
agar kelak tujuan pendidikan yang telah
dirumuskan dalam UU Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan baik.
-PEMBAHASAN
•Membangun hubungan interpersonal antar bangsa
Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahtera. Dalam realitas masyarakat Indonesia saat ini
hubungan antar manusia yang yang ada belum berjalan optimal, sangat
memprihatinkan. Masalah bangsa ini memerlukan uluran tangan dan
pikiran seluruh lapisan masyarakat
bangsa Indonesia ini, bukan hanya
golongan kecil saja.
•Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau
pandangan hidup seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana
mereka menjalani kehidupan.
• Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen,Tokoh Masayarakat
Formal/Non Formal)
Dalam hal pendidik dalam arti luas kaitannya dengan pembentukan jatidiri yang terlihat pada penampilan
kepribadian seseorang, Nursid S.
(2008, 31-33) menjelaskan bahwa sepanjang hidupnya manusia
dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh
masyarakat). Di keluarga kegiatan
pendidikan dilakukan oleh orang tua,
di sekolah oleh guru-guru, di
masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur
•Penciptaan Suasana Yang Kondusif
Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan Bertanggung Jawab
Dalam proses memberikan atau
meminta bantuan perlu dibangun
komunikasi dua arah, komunikasi yang
setara, kesederatan, agar kedua pihak memiliki harga diri yang layak sebagai
insan kamil. Dengan demikian maka
dalam komunikasi yang penuh nilai, kreatif dan bertanggung jawab, hal
penting yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana si pembelajar bisa tumbuh
self confidence, dan self esterm agar
potensi yang ada pada dirinya
berkembang secara maksimal dan
berbudaya nasional Indonesia
•Peranan Strategis Pendidikan Agama
dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis
Dengan landasan pendidikan
agama yang dilakukan di keluarga,
sekolah dan masyarakat dengan
sebaik-baiknya, maka akan terbangun
kepribadian peserta didik yang
memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila, dimana
sila yang pertama adalah Sila
Ketuhanan YME, yang menjadi dasar sila-sila yang lain. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia
yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan
mengagungkan perbedaan
dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan
•Faktor-Faktor Personal Yang
Mempengaruhi Tindakan Manusia
1. Aspek Biologis
2. Aspek Sosiopsikologis
3. Motif Sosiogenesis
4. Konsepsi Manusia Dalam Psikoanalisis
5. Teori Behaviorisme
•Menginternalisasikan Nilai Pancasila, Membina Jatidiri Berwawasan Nasional Jatidiri menurut Prof. Nursid.
S., (2005, 151) jatidiri berarti jadilah
diri sendiri yang berakhlakul karimah,
beretos kerja tinggi dan cerdas
menghadapi kehidupan hari ini,
mendatang mulai dari lingkungan
keluarga, masyarakat baik lokal,
nasional, regional dan dunia