གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Novia Mita Safitri
B&P_C_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI
Novia Mita Safitri གིས-
NAMA : NOVIA MITA SAFITRI
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin bertanya.
Apa saja tipe model pembelajaran think-pair-share?
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin bertanya.
Apa saja tipe model pembelajaran think-pair-share?
B&P_C_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI
Novia Mita Safitri གིས-
NAMA : NOVIA MITA SAFITRI
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin menjawab pertanyaan dari YAYANG SAFITRI.
Model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) adalah suatu pendekatan pembelajaran aktif yang memprioritaskan tiga tahapan utama, yaitu:
1. Predict (Prediksi) - Siswa diminta untuk membuat prediksi tentang hasil suatu eksperimen atau peristiwa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya.
2. Observe (Observasi) - Siswa kemudian melakukan pengamatan terhadap eksperimen atau peristiwa yang terjadi, dan mencatat hasil pengamatan mereka.
3. Explain (Penjelasan) - Setelah melakukan prediksi dan pengamatan, siswa diminta untuk menjelaskan hasil eksperimen atau peristiwa yang diamati. Mereka harus menggunakan bukti-bukti yang mereka kumpulkan melalui prediksi dan pengamatan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep atau fenomena yang sedang dipelajari.
Dalam model POE, prioritas tertinggi adalah memberikan pengalaman langsung pada siswa untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang konsep atau fenomena yang sedang dipelajari. Siswa diharapkan untuk menjadi aktif dalam proses pembelajaran mereka dan berpartisipasi dalam semua tahap dari prediksi hingga penjelasan. Hal ini membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan membuat mereka lebih siap untuk menghadapi situasi dunia nyata.
Selain itu, dalam model POE, penting juga untuk memberikan umpan balik yang efektif dan mendukung pada siswa selama proses pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pemahaman mereka dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah dan mengembangkan pemikiran kritis.
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin menjawab pertanyaan dari YAYANG SAFITRI.
Model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) adalah suatu pendekatan pembelajaran aktif yang memprioritaskan tiga tahapan utama, yaitu:
1. Predict (Prediksi) - Siswa diminta untuk membuat prediksi tentang hasil suatu eksperimen atau peristiwa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya.
2. Observe (Observasi) - Siswa kemudian melakukan pengamatan terhadap eksperimen atau peristiwa yang terjadi, dan mencatat hasil pengamatan mereka.
3. Explain (Penjelasan) - Setelah melakukan prediksi dan pengamatan, siswa diminta untuk menjelaskan hasil eksperimen atau peristiwa yang diamati. Mereka harus menggunakan bukti-bukti yang mereka kumpulkan melalui prediksi dan pengamatan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep atau fenomena yang sedang dipelajari.
Dalam model POE, prioritas tertinggi adalah memberikan pengalaman langsung pada siswa untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang konsep atau fenomena yang sedang dipelajari. Siswa diharapkan untuk menjadi aktif dalam proses pembelajaran mereka dan berpartisipasi dalam semua tahap dari prediksi hingga penjelasan. Hal ini membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan membuat mereka lebih siap untuk menghadapi situasi dunia nyata.
Selain itu, dalam model POE, penting juga untuk memberikan umpan balik yang efektif dan mendukung pada siswa selama proses pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pemahaman mereka dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah dan mengembangkan pemikiran kritis.
B&P_C_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI
Novia Mita Safitri གིས-
NAMA : NOVIA MITA SAFITRI
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin menjawab pertanyaan dari YAYANG SAFITRI.
Pembelajaran CLIS (Computer-Supported Collaborative Learning, atau pembelajaran kolaboratif yang didukung komputer) memiliki ciri-ciri yang khas dan dapat diidentifikasi dengan beberapa cara. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari pembelajaran CLIS:
1. Kolaborasi aktif antara peserta didik: Pembelajaran CLIS menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik didorong untuk berkolaborasi dengan satu sama lain dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan, serta saling mendukung dalam memahami materi pelajaran.
2. Penggunaan teknologi: Teknologi digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi kolaborasi antara peserta didik. Misalnya, peserta didik dapat menggunakan forum online, perangkat lunak pengeditan dokumen bersama, atau platform video konferensi untuk berkolaborasi.
3. Pembelajaran berpusat pada peserta didik: Pembelajaran CLIS menempatkan perhatian pada kebutuhan dan preferensi belajar peserta didik. Ini termasuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif dan personalisasi, serta memberikan umpan balik yang terarah dan terukur secara individual.
4. Pembelajaran terdistribusi: Pembelajaran CLIS dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, karena teknologi memungkinkan pembelajaran terjadi secara terdistribusi dan fleksibel.
5. Fasilitator yang berperan sebagai mediator: Seorang fasilitator yang terlatih dan berperan sebagai mediator antara peserta didik menjadi kunci dalam menjamin efektivitas pembelajaran CLIS.
Jika pembelajaran memiliki ciri-ciri seperti di atas, maka dapat diidentifikasi bahwa pembelajaran tersebut merupakan pembelajaran CLIS. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua pembelajaran yang menggunakan teknologi dapat dikategorikan sebagai pembelajaran CLIS. Hal tersebut tergantung pada bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung kolaborasi dan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin menjawab pertanyaan dari YAYANG SAFITRI.
Pembelajaran CLIS (Computer-Supported Collaborative Learning, atau pembelajaran kolaboratif yang didukung komputer) memiliki ciri-ciri yang khas dan dapat diidentifikasi dengan beberapa cara. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari pembelajaran CLIS:
1. Kolaborasi aktif antara peserta didik: Pembelajaran CLIS menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik didorong untuk berkolaborasi dengan satu sama lain dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan, serta saling mendukung dalam memahami materi pelajaran.
2. Penggunaan teknologi: Teknologi digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi kolaborasi antara peserta didik. Misalnya, peserta didik dapat menggunakan forum online, perangkat lunak pengeditan dokumen bersama, atau platform video konferensi untuk berkolaborasi.
3. Pembelajaran berpusat pada peserta didik: Pembelajaran CLIS menempatkan perhatian pada kebutuhan dan preferensi belajar peserta didik. Ini termasuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif dan personalisasi, serta memberikan umpan balik yang terarah dan terukur secara individual.
4. Pembelajaran terdistribusi: Pembelajaran CLIS dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, karena teknologi memungkinkan pembelajaran terjadi secara terdistribusi dan fleksibel.
5. Fasilitator yang berperan sebagai mediator: Seorang fasilitator yang terlatih dan berperan sebagai mediator antara peserta didik menjadi kunci dalam menjamin efektivitas pembelajaran CLIS.
Jika pembelajaran memiliki ciri-ciri seperti di atas, maka dapat diidentifikasi bahwa pembelajaran tersebut merupakan pembelajaran CLIS. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua pembelajaran yang menggunakan teknologi dapat dikategorikan sebagai pembelajaran CLIS. Hal tersebut tergantung pada bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung kolaborasi dan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
B&P_C_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI
Novia Mita Safitri གིས-
NAMA : NOVIA MITA SAFITRI
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin bertanya.
Apa saja indikator pembelajaran keterampilan proses sains?
Terimakasih
NPM : 2213022081
NO ABSEN : 21
Izin bertanya.
Apa saja indikator pembelajaran keterampilan proses sains?
Terimakasih