Kiriman dibuat oleh RELLYS PRATIWI

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-1

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070
IDENTITAS JURNAL
1. Nama Jurnal : JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
2. Nomor : 1
3. Halaman : E-ISSN : 2808-5132
4. Tahun Terbit : 2022
5. Judul Jurnal : PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!
6. Nama Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo

PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Nilai moral Pancasila merupakan pedoman bagi masyarakat dalam bertindak di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, seperti yang telah diatur dalam Pancasila. Pendidikan moral sangat penting karena menumbuhkan sikap dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Moral merupakan pengajaran hal baik dan buruk tentang tingkah laku manusia. Dalam perwujudannya moral berupa prinsip, aturan yang baik dan mulia yang mengikat kepada kepatuhan dan kesetiaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. SD Negri Osiloa Kupang Tengah menanamkan pendidikan nilai moral dalam rangka mewujudkan generasi anti korupsi sejak dini dengan tujuan membekali peserta didik sebagai generasi berjiwa Pancasila yang baik dan bermoral dalam penyelenggaraan pendidikan. Nilai, moral dan hukum berfungsi melayani masyarakat untuk melakukan kebaikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu juga juga sebagai pengendalian dan pengaturan kehidupan menjadi terarah dan lebih baik. Selain nilai dan moral, juga di perlukan hukum. Hukum yang mengatur kehidupan dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070
Analisis video

Pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan
1. Sila pertama
Ketuhanan yang maha esa
Amalannya:
1). Bersyukur kepada Tuhan
2). Melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut
3). Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
4). Berdoa sebelum dan sesudah makan
5). Menghormati agama orang lain

2. Sila kedua
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Amalannya:
1). Membantu korban bencana alam
2). Membantu adik belajar
3). Tidak berbuat kasar kepada orang lain
4). Menolong teman yang kesulitan
5) bersikap sopan kepada orang tua

3. Sila ke 3
Persatuan Indonesia
Amalannya:
1). Mengikuti upacara bendera dengan tertib
2). Mencintai dan bangga menggunakan barang/produk buatan Indonesia
3). Bermain dengan teman dengan rukun
4). Melestarikan budaya daerah
5). Berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama

4. Sila keempat
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Amalannya:
1). Berdiskusi/kerja kelompok
2). Menyampaikan pendapat
3). Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada
4). Saling menghargai pendapat
5). Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas

5. Sila kelima
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Amalannya:
1). Tidak berbuat curang kepada orang lain
2). Menghargai hasil karya orang lain
3). Tidak boros dan suka menabung
4). Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang
5). Bergotong royong ketika membersihkan kelas

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-2

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070
MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA

Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda
dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau pandangan
hidup seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh
tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram,
direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern. Dalam hal pendidik dalam arti
luas kaitannya dengan pembentukan jatidiri yang terlihat pada penampilan kepribadian seseorang. sepanjang
hidup manusia dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh masyarakat). Penguasaan
pengetahuan,nilai
moral dan ketrampilan
seseorang dalam
membentuk jati diri perlu dijaga keseimbangan dalam masyarakat
yang terus berubah, agar manusia akan tetap menjadi manusia dan
bukan menjadi makhluk non human being yang tidak bermoral. Dengan landasan pendidikan
agama yang dilakukan di keluarga, sekolah dan masyarakat dengan
sebaik-baiknya, maka akan terbangun
kepribadian peserta didik yang memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila. Ada dua macam pendekatan
dalam pembentukan prilaku manusia.
pendekatan ini lebih menekankan pada
faktor-faktor psikologis dan faktor faktor sosial, atau istilah lain yaitu
faktor-faktor yang timbul dari dalam
individu (faktor personal), dan faktorfaktor berpengaruh yang datang dari
luar individu (faktor environmental). Upaya
internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu
dilakukan sejak usia dini, yang
dimulai dari kelompok primer yaitu
lingkungan keluarga, sampai dengan
lingkungan yang lebih luas/kelompok
sekunder yaitu lingkungan tetangga,
teman sebaya (peer group), lembaga
pendidikan formal dan pendidikan
non formal

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal -2

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

Nama : Rani Selvia
Kelas : 3H
NPM : 2213053209
J1. udul Jurnal : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL BAGI GENERASI PENERUS
2. Nomor : 2
3. Tahun : 2011
4. Nama Penulis : Ahmad Nawawi

Saat ini kita memasuki era globalisasi dimana kehiupan dan teknologi yang berkembang sangat pesat. Tentunya ini membawa dampak yang sangat besar, baik dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak yang paling besar ialah dampak negatif yang ditimbulkan yaitu krisisnya nilai moral generasi penerus. Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi tegaknya satu bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral (agama, budi pekerti, akhlak) kemun kinan besar suatu bangsa bisa hancur, carut marut. Munculnya kembali pendidikan budi pekerti sebagai primadona dewasa ini mencerminkan kegusaran bangsa ini akan terjadinya krisis moral bangsa dan kehidupan
sosial yang carut marut. (Dedi Supriadi, Pikiran Rakyat 12 Juni: 8-9).
Pendidikan moral merupakan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi pendidikan nilai moral adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan keTuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah,mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban; akhlak mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannya dan bertanggung jawab.
Ada 2 teori pendidikan nilai dan moral, yaitu :
1.T eori Perkembangan Pertimbangan Moral Kohlberg
Menurut Kohlberg perkembangan sosial dan moral manusia ter jadi
dalam tiga tingkatan besar yaitu: a. tingkatan moralitas prakonvensional, yaitu ketika manusia berada dalam fase perkembangan remaja
awal, b.tingkat moralitas konvensional, yaitu ketika manusia menjelang dan mulai memasuki fase perkembangan masa remaja, c.tingkat moralitas pascakonvensional, yaitu ketika manusia telah memasuki fase perkembangan masa remaja dan pasca remaja usia 13 tahun keatas.
2. Teori Belajar Sosial dan Moral Albert Bandura
Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral siswa ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasaan merespon) dan imitation (peniruan).

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh RELLYS PRATIWI -
Nama : Rellys Pratiwi
NPM : 2213053070

Pendidikan nilai moral sangatlah penting bagi generasi bangsa, karena generasi bangsa merupakan kunci dalam memajukan negara yang bermatabat dan bermoral baik. ebagi generasi milenial haruslah memegang kuat moral dan etika kita, karena kita sebagai pemegang kendali akan negara kita di masa mendatang. Agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas pendidikan moral dan etika amat penting bagi kita.
Hambatan dalam mengakkan nilai moral dikalangan generasi muda ialah kurangnya pembinaan moral sejak dini oleh orang tua, lingkungan dan pergaulan yang memiliki pengaruh buruk juga menjadi hambatan dalam menegakkan nilai moral, serta kurangnya pembinaan agama dan juga pengaruh dari globalisasi yang begitu cepat ini
Dampak positif dari penerapan nilai moral ini ialah menjadikan generasi bangsa menjadi generasi yang berkarakter baik, mencegah untuk melakukan hal hal yang buruk
namun juga terdapat dampak negatif yang ditimbulkan dapat mempengaruhi moral yang baik menjadi luntur