Kiriman dibuat oleh Aulia Zahwa Adinda 2213053103

Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103

Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar

Pendidikan moral merupakan salah satu kebutuhan manusia disamping kebutuhan akan pangan sandang dan papan. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku agar lebih baik dan dapat mengembangkan pengetahuan yang ada. Moral adalah ajaran yang pelajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap dan kewajiban, jadi pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pakarti, mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. Pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak terdapat dua penyebabnya, yaitu sebagia betikut.
1.) Pertama ada perundungan di sekolah dalam era globalisasi. saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial, sehingga bisa menjadi warga negara yang baik. Saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus contohnya itu perundungan di sekolah. Di sekolah kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki terdapat suatu kelompok yang berisi 4-6 orang atau bahkan lebih. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial secara fisik misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban. Sedangkan secara sosial misalkan dengan cara mengucilkan atau mengabaikan. Korban perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua, lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.

2.) Kedua yaitu adanya kekerasan secara fisik di keluarga Hal ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut, meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak. Hal ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah.

Orang tua dan guru memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik. Orang tua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya.
Peranan guru adalah untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku, di llingkungan sekolah misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

A. Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Tahun : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.

B. Isi Jurnal
Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Kata kunci: tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah, komprehensif. Bronfenbrenner mengatakan bahwa mikrosistem adalah habiskan sebagian sebuah pola dari aktivitas, peran dan seperti keluarga, teman sebaya, sekolah relasi interpersonal yang dialami oleh dan lingkungan tetangga. Terlebih lagi di zaman sekarang, ketika atau "development" lebih berkonotasi banyak orang tua menaruh harapan sangat besar terhadap sekolah untuk memerdekakan manusia dari beban, menjadikan anak-anaknya pintar dan rintangan dan kesulitan. Istilah ini juga baik. Sekolah yang baik merupakan bermakna proses yang berlangsung terus keniscayaan agar pengaruhnya terhadap sepanjang waktu. Maka, pengembangan positif.
didefinisikan merupakan bentuk pendidikan formal

Dalam konteks pendidik utama di sekolah adalah guru.
inilah, Walaupun mewujudkan peserta didik agar menjadi demikian, perlu disadari berfungsi bahwa pendidik moral di sekolah tidak warga terbatas pada guru semata.
Hal tujuan pendidikan berdasarkan Undang-dan peduli.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

A. Identitas Jurnal
Judul : Proses Pendidikan Nilai Moral
Di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya
Mengatasi Kenakalan Remaja
Volume, Nomor, Dan Halaman:Volume 12, Nomor 1, Halaman 41-54
Tahun : 2014
Penulis: Fahrudin
Tanggal Reviewer : 8 November 2023
Kata Kunci: Pendidikan Nilai, Kenakalan Remaha, Pendidikan Keluarga


B. Isi Jurnal
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Munculnya kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita. Kenakalan yang mengganggu ketenteraman dan keamanan orang lain, misalnya mencuri, menfitnah, merampok, menodong, menganiaya, merusak milik orang lain, membunuh, kebut-kebutan dan lain-lainnya. Contohcontoh dalam hal ini sangat banyak, dapat kita rasakan, kita saksikan dan kita perhatikan sendiri, dan kiranya tidak perlu dikemukakan di sini.

Keluarga secara etimologis berasal dari rangkaian kata "kawula" dan "warga". Dalam bahasa Inggris kata keluarga diartikan dengan Family. Everet Wilson mengartikan family adalah " the face to face group Dia mengartikan lebih ke arah fungsi keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya. Dan sebaliknya, jika masing-masing keluarga itu tidak sehat, dampaknya terhadap masyarakat pun akan menjadi tidak sehat. Begitu juga dengan bertambahnya lembaga-lembaga kebudayaan, kesehatan, politik, agama tidak akan menggeser fungsi pendidikan keluarga. Begitu juga ia harus memberi pemeliharaan kesehatan, psikologikal, spiritual, akhlak, jasmani, intelektual, emosional, sosial di samping menolong mereka menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kebiasaan yang diingini yang berguna dalam segala lapangan hidup mereka serta sanggup mengambil manfaat dari pelajaran lembaga-lembaga lain. Lembaga-lembaga lain dalam masyarakat, misalnya lembaga politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain tidak dapat memegang peranan itu.

"akhlak" dan dalam bahasa Indonesia moral dan akhlak maksudnya sama dengan budi pekerti atau kesusilaan. Kata akhlak berasal dari kata "khulq" yang berarti perangai, tabi’at dan adat istiadat. Al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagai suatu perangai yang menetap dalam jiwa seseorang dan merupakan sumber timbulnya perbuatan-perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan tanpa dipikirkan atau direncanakan sebelumnya . Maskawih. Akhlak menurutnya adalah suatu keadaan jiwa yang menyebabkan timbulnya perbuatan tanpa melalui pertimbangan dan dipikirkan secara mendalam. Apabila dari perangai tersebut timbul perbuatan baik, maka perbuatan demikian disebut akhlak baik. Demikian sebaliknya, jika perbuatan yang ditimbulkannya perbuatan buruk, maka disebut akhlak jelek.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

A. Identitas Jurnal
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis: Lia Yuliana, M.Pd
Halaman: 1-10 halaman
Tanggal Reviewer: 1 November 2023

B. Isi Jurnal
PAUD atau usia pra sekolah adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat menjadi warga negara yang baik. Menurut Sjarkawi, Mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Menurut Jamie menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan . Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau agama tertentu. Menurut Henry Hazlitt mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia. Nilai-nilai moral mengakibatkan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah karena ia bertanggungjawab. Dalam nilai moral kebebasan dan tanggungjawab merupakan syarat mutlak. Mewujudkan nilai-nilai moral merupakan «imbauan» dan hati Nurani. Nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolute dan dengan tidak bisa ditawartawar. Di dalam nilai moral juga terdapat batasan-batasan berlakunya nilai tersebut. Batasanbatasan tersebut di antaranya nilai universal, berlaku bagi seluruh umat manusia bilamana dan dimanapun seperti hak asasi manusia. Nilai partikular yakni hanya berlaku bagi sekelompok manusia tertentu atau dalam kesempatan tertentu, misalnya nilai sebuah tutur kata. Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama.
Lingkungan main disiapkan tergantung dari rencana pembelajaran yang akan dilakukan. Kemudian alat dan bahan main, alat dan bahan main yang dipersiapkan disesuaikan dengan rencana dan tujuan pembelajaran serta usia dan perkembangan anak. Kemudian mengumpulkan hasil kerja anak lengkap dengan nama dan tanggal. Tidak lupa guru selalu mengingatkan anak didiknya agar tidak lupa membereskan sendiri alat mainnya.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 3G

A. Identitas Jurnal
Identitas Jurnal
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di Sd Negeri
Lampeuneurut
Volume, Nomor dan Halaman: Volume 1, Nomor 1, halaman 68-77
Tahun : 2016
Penulis: Ruslan, Rosma Elly , dan Nurul Aini
Tanggal Reviewer : 1 November 2023
Kata kunci: Penanaman, nilai-nilai moral

B. Isi Jurnal
Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Kemerosotan moral yang dialami bila tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orangorang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. emasukkan seluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan ektra kurikulumnya dalam kerangka pendidikan nilai moral. Pendeknya seluruh kegiatan di sekolah yang menjadi tanggung jawab sekolah diupayakan memuat pendidikan nilai moral.
Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau menanamkan. Sedangkan nilai menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifatsifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Kebiasaannya dengan nilai-nilai itu menumbuhkan suatu tabiat, kemudian tabiat itu memancarkan tindakan laku dan perbuatan melalui kemauan. Demikianlah kebudayaan berasaskan pandangan atau sikap nilai. Kebudayaan dikendalikan oleh tata nilai yang hidup dalam masyarakat. Poerdarminta mengatakan »moral merupakan ajaran tentang baik buruknya perbuatan dan kelakuan. Dan Al-Ghazali mengatakan bahwa istilah moral adalah akhlaq. Apabila perilaku tersebut mengeluarkan beberapa perbuatan baik dan terpuji, baik menurut akal maupun tuntunan agama, perilaku tersebut dinamakan akhlak yang baik.
Apabila perbuatan yang dikeluarkan itu jelek, maka perilaku tersebut dinamakan akhlak yang jelek. Perkembangan sosial hampir dipastikan juga perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial. Seorang siswa hanya akan mampu berperilaku sosial dalam situasi sosial tertentu secara memadai apabila menguasai pemikiran norma perilaku yang diperlukan untuk situasi sosial tersebut. Kohlberg.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lampeuneurut. Subjek penelitian ini adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran. Subjek penelitian sebanyak
10 orang guru dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara.
Slanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data, penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru bukan hanya mengajarkan siswa belajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar di tempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Dengan dorongan dari guru siswa mau menuntut ilmu agama karena sangat berguna bagi mereka untuk kedepannya. Sehingga melalu tingkah laku tersebut, guru dapat membimbing, mendidik siswa agar lebih baik karena jikalau di didik sedari kecil maka ke depannya akan lebih mudah untuk melanjutkannya. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Walaupun ada beberap juga yang masih berbohong namun setelah diberi teguran dan kerjasama dengan pihak keluarga hal tersebut dapat berubah.