Posts made by Dimas Prasetyo 2213053138

Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138

Analisis Video

Iptek merupakan hasil karya manusia, pada dasar nya di gunakan untuk membantu keperluan manusia, banyak yang menggunakan iptek untuk kepentingan tersebut baik yang berdampak positif maupun negatif.

Pancasila merupakan dasar bangsa Indonesia, nilai pancasila sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi perkembangan sangat cepat.

Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK

- Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK dimaknai sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk mencederai keyakinan umat beragama.
- kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa menyejahterakan masyarakat.
- Persatuan Indonesia
Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138
Analisis Jurnal.

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL
SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI
INDONESIA.

Media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana
utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.

Hakekat isi Pancasila menurut
Sunoto yakni terdiri atas hakekat Tuhan,
hakekat manusia, hakekat satu, hakekat
rakyat, dan hakekat adil.12 Inti sila-sila
Pancasila tersebut merupakan norma
Pancasila. Sebagai suatu postulat, maka
norma Pancasila tersebut harus menjadi
tolok ukur bagi seluruh penilaian
terhadap segala kegiatan kenegaraan,
kemasyarakatan, dan perorangan di
Indonesia. Pemanfaatan media massa pada umumnya dapat diklasifikasikan ke
dalam dua jenis, yaitu media cetak dan
media elektronik.

Pengaruh media massa dalam
kehidupan sehari-hari kini, misalnya,
iklan di perempatan, layar informasi di
lampu lalu lintas, surat kabar, majalah,
komik, dan sebagainya, sudah diteliti
oleh ilmuwan sejak pecahnya Perang.
Kekuatan besar media massa
pada masa awal abad ke-20
digambarkan sebagai peluru yang
ditembakkan atau obat yang
disuntikkan. Istilah ini kemudian
memunculkan gagasan teori kekuatan
pengaruh media massa. Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial
oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia.

Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila.
Hakekat yang pertama yakni hakekat Tuhan, ditemukan dalam pernyataan-pernyataan seperti causa prima, sangkan paraning dhumadhi, dzat yang mutlak dan mudah dipahami melalui sifat-sifat Tuhan seperti Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan lain sebagainya. Hakekat yang kedua, yakni hakekat manusia. Menurut Notonegoro,
hakekat manusia terbagi menjadi dua
teori, yaitu teori monodualisme dan
monopluralisme. Hakekat yang ketiga, yakni
hakekat satu. Kata “satu” menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Hakekat yang keempat, yakni rakyat, berarti segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. Kemudian hakekat yang kelima, adalah hakekat adil, yakni tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, seimbang, atau perlakuan yang sama.

Globalisasi merupakan situasi
dan kondisi kehidupan intemasional
yang seolah tanpa batas, sehingga
kehidupan manusia berubah, besar
kemungkinan untuk menjadikan
manusia individualistik. Tidak dapat
disangkal, bahwa globalisasi timbul
karena didorong kemajuan pesat di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,
terutama teknologi komunikasi,
menyebabkan semakin derasnya arus
informasi dengan segala dampaknya
baik positif maupun negatif.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila
oleh media massa dalam menerapkan
fungsi kontrol sosial di Indonesia
khususnya belum terlaksana secara
menyeluruh. Berita yang diedarkan
kepada khalayak ramai seringkali tidak
sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh
oknum yang tidak bertanggung jawab.
Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat
masyarakat mengubah moral untuk
menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal
demikian tercermin pada pudarnya jiwa
patriotik, berkembangnya manusia
individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara. Secara umum responden dalam penelitian ini dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden Kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mahasiswa sebagai generasi muda
harus menjaga kepribadian bangsa
dalam menghadapi tantangan
perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu perkembangan bangsa indonesia.