Kiriman dibuat oleh Dimas Prasetyo 2213053138

Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138

Soal 1.
A. Berita di soal tersebut membahas tentang dampak negatif hoax di media sosial, hal yang di lakukan untuk mengantisipasi hoax yaitu lebih bijak dan menyaring setiap info yang di dapat melalui sosial media.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial yaitu hoax, minim nya akhlak anak-anak sekarang di karenakan media sosial dan game, dan lain lain. Solusi bagi pengembangan iptek yang lebih baik yaitu :
1.Menghargai dan menghormati segala hak asasi manusia.
2.Melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang beragam.
3.Berorientasi pada masa depan, bukan masa lampau.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, menurut saya solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan mengajarkan hidup menabung dan hemat sejak dini.
Nama : Dimas Prasetyo
Kelas : 1C
Npm : 2213053138
Analisis vidio 2

Setelah menyimak vidio di atas tentang “Sejarah kemerdekaan RI( pengeboman kota hiroshima dan nagasaki). Pada 7 Desember 1941 jepang menyerang pangkalan di amerika serikat yang menyebabkan memicu nya persekutuan amerika, brtania raya, belanda, hindia belanda, inggris serta beberapa negara amerika latin yang bersama-sama melawan jepang, setelah itu jerman dan italia ikut bergabung, puncak perang tersebut yaitu di jatuh kan nya bom atom ke kota hiroshima pada 6 agustus 1945 dan nagasaki pada 9 agustus 1945, 6 hari pasca kejadian tersebut jepang menyerah kepada sekutu yang menandai berkahir nya perang dunia ke 2 di wilayah pasifik, momen ini di manfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklmair kemerdekaan nya pada tanggal 17 agustus 1945.
Nama : Dimas Prasetyo
Kelas : 1C
Npm : 2213053138
Analisis vidio 1

Setelah menyimak vidio di atas tentang “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai", dapat di simpulkan bahwa masyarakat tidak nyaman dengan limbah pabrik yang langsung di buang ke sungai sehingga ratusan orang menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian tersebut, warga merasa kurang nyaman karena bau yang di timbulkan, sehingga warga meminta aparat desa untuk menutup pabrik tersebut karena tidak memilik alat pengolahan limbah.
Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Perkembangan teknologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi.
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu
sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi
pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah
yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK :
1. Ketuhanan yang maha esa
Nilai-Nilai Pancasila
Menurut Soedjadi pada sila KeTuhanan yang maha Esa adalah:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil
dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan
hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Nilai-nilai yang terkandung di
dalam sila yang kedua Menurut Soejadi adalah:
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesame manusia.
b. Saling mencintai sesame manusia.
c. Mengembalikan sikap tenggang rasa.
3. Persatuan Indonesia.
Persatuan Indonesia adalah
perwujudan dari pada paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh
Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab.
(Burhanudin, 1988). Adapun nilai-nilai pada sila ke 3 adalah
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat
Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib
membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Sila keempat ini
merupakan sendi yang penting dari pada asas kekeluargaan masyarakat kita
dan juga merupakan suaru azas bahwa tata pemerintahan Republik Indonesia didasarkan atas dasar kedaulatan rakyat. Adapun nilai-nilai dalam sila ke 4 sebagai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
keadilan social bagi
seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat
perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan
kebudayaan. Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik,
ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Nama : Dimas Prasetyo
Npm. : 2213053138

Analisis Jurnal.

Urgensi Penegasan Pancasila
Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Pancasila merupakan dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental
yang tercantum dalam Pembukaan UUD
1945, dan sekaligus cita hukum
(rechtssidee) negara Indonesia karena
bersumber pada pandangan dan falsafah
hidup yang mendalam, dimana tersimpul
ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia.
Sila-sila Pancasila yang merupakan
sebuah sistem etika, diantaranya :
A. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada
sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangkan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
B. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
C. Sila Persatuan Indonesia,memberikan
rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya
iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua
karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
D. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menghormati dan mengharai
kebebsana orang lain dalam bersikap
serta terbuka untuk mendapatkan
masukan, kritik dan saran yang
membangun.
E. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada.

Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi ditengah-tengah kita akan
memberiksn kemudahan dan
memecahkan berbagi persoalan hidup
dan kehidupan yang dihadapi manusia.
Sehingga urgensi Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi adalah dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang dikembangkan di Indoenesia
haruslah berdasar dan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di
Indonesia harus menyertakan nilai-
nilai Pancasila sebagai faktor internal
pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-
rambu normatif dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia agar nantinya mampu
mengendalikan diri serta tidak keluar
dari cara berpikir bangsa Indonesia.