Nama: Adies Adellia Futri
Kelas : 2F
NPM : 2213053133
Prodi : PGSD
1. Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca "Awan gelap untuk HAM di Indonesia", saya jadi semakin mengetahui bahwa banyak pelanggaran HAM, dan penyebab nya yang entah kita sadar atau tidak, sedang bahkan sering terjadi di sekitar kita.
2. Saya setuju mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang ber-ketuhanan yang maha esa.
Sebelumnya perlu di ketahui Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Negara Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, namun bukan demokratis sekuler tetapi demokratis berketuhanan.
3. Demokrasi yang ada di Indonesia dianggap liberal dan kebablasan. Mekanisme demokrasi di Indonesia dipertanyakan banyak kalangan karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Praktik demokrasi menjadi perdebatan seru di Indonesia karena selama ini demokrasi memang menjadi isu yang fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokrasi dianggap sebagai sistem yang paling baik di antara sistem yang ada.
Demokrasi tanpa kebijaksanaan pasti mendatangkan bencana bagi rakyatnya. Kebijaksanaan dalam ini lebih mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.
Pemimpin kebijaksanaan tidak lain adalah asas trias politica dengan puncaknya Pancasila. Akibatnya, tanpa kebijaksanaan akan menimbulkan anarkisme atas demokrasi yang dipaksakan. Demokrasi yang terjadi bukan hanya untuk `menang-menang`-an atau suara terbanyak. Namun, ada hal lain yang lebih fundamental yakni kesejahteraan dan keadilan sosial.
4. Sangat disayangkan jika kursi parlemen kita di isi dengan orang-orang yang mementingkan urusan 'mereka' dibandingkan mengurusi keperluan dan kepentingan masyarakat yang mereka wakili.
Menurut saya, untuk saat ini, diperlukan petinggi yang tegas menyelidiki kelakuan para parlementer yang menyimpang dan memberikan sanksi yang sangat sesuai. Dan untuk selanjutnya, diperlukan pemahaman masyarakat dalam memilih wakil rakyat kedepannya.
5. Pengaruh yang berlebihan dari kekuasaan kharismatik dapat menjadi ancaman bagi HAM dalam era Demokrasi.
Karena itu, pihak-pihak seperti ini harus bertanggung jawab terhadap kekuasaan nya dan tidak menyalahgunakan untuk menggiring emosi masyarakat.