Nama: Ratih Kurniasih
Npm: 2213053159
Kelas: 2C
Analisis jurnal
INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Integrasi nasional adalah interpretasi dari diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana yang terlihat oleh orang lain. Identitas nasional memiliki sifat selalu diperbarui seiring berjalan nya waktu sehingga wujudnya tergantung dengan proses pembentuk nya contohnya saat ini indonesia memiliki identitas yang plural dimana sebuah perbedaan menjadikan bersatunya identitas nasional karna suatu kepentingan yang sama. Disisi lain integrasi terbentuk karna adanya identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan
hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia
meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan inegrasi yang lebih luas lagi contohnya adalah terbentuknya bahasa indonesia.
Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah, integrasi nasional pada dasarnya memuat peesatuan visi dan misi atas perbedaan kepentingan masing-masing masyarakat sehingga india rawan terjadi konflik. Karna kondisi geografis indonesia menjadikan bahasa indonesia sangat pluralitas, Etnosentrisme semakin menguat karena ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah dimana tiap daerah menuntut agar posisi-
posisi birokratis ditempati oleh putra
daerahnya sendiri. integrasi
nasional adalah jalan keluar untuk
menghadapi masalah konflik yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia, Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini justru
menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Hal ini akan terwujud jika sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan pribadi yang membentuk watak
dirinya atau watak kelompoknya untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Npm: 2213053159
Kelas: 2C
Analisis jurnal
INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Integrasi nasional adalah interpretasi dari diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana yang terlihat oleh orang lain. Identitas nasional memiliki sifat selalu diperbarui seiring berjalan nya waktu sehingga wujudnya tergantung dengan proses pembentuk nya contohnya saat ini indonesia memiliki identitas yang plural dimana sebuah perbedaan menjadikan bersatunya identitas nasional karna suatu kepentingan yang sama. Disisi lain integrasi terbentuk karna adanya identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan
hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia
meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan inegrasi yang lebih luas lagi contohnya adalah terbentuknya bahasa indonesia.
Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah, integrasi nasional pada dasarnya memuat peesatuan visi dan misi atas perbedaan kepentingan masing-masing masyarakat sehingga india rawan terjadi konflik. Karna kondisi geografis indonesia menjadikan bahasa indonesia sangat pluralitas, Etnosentrisme semakin menguat karena ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah dimana tiap daerah menuntut agar posisi-
posisi birokratis ditempati oleh putra
daerahnya sendiri. integrasi
nasional adalah jalan keluar untuk
menghadapi masalah konflik yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia, Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini justru
menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Hal ini akan terwujud jika sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan pribadi yang membentuk watak
dirinya atau watak kelompoknya untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.