Posts made by Ilma Fuadah 2213053225

Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

Jurnal ini membahas penanaman nilai-nilai moral di SD Negeri Lampeuneurut melalui observasi dan wawancara dengan guru-guru. Hasilnya menunjukkan bahwa guru tidak hanya mengajarkan agama di sekolah, tetapi juga mendorong siswa untuk memperdalam ilmu agama melalui tempat-tempat seperti pengajian dan TPA. Guru di sini berperan sebagai contoh panutan, memandu siswa untuk bertingkah laku baik di dalam maupun di luar kelas.

Pentingnya pembelajaran agama di tempat-tempat eksternal disoroti, dan nilai-nilai moral ditanamkan melalui mata pelajaran dan contoh perilaku guru. Hasil wawancara menunjukkan fokus pada pengembangan sikap jujur, mandiri, tanggung jawab, sosialitas, dan keadilan. Meskipun sebagian siswa masih berbohong, tindakan koreksi dan kerjasama dengan keluarga dapat mengubah perilaku mereka.

Observasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah berhasil menanamkan nilai-nilai moral, terutama dalam aspek keberagaman, kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, gender, keadilan, menghargai pendapat, sosialitas, daya juang, hidup sehat, dan sopan-santun. Namun, ada beberapa guru yang belum sepenuhnya menyadari nilai-nilai moral yang harus ditanamkan.

Secara keseluruhan, penanaman nilai-nilai moral ini diharapkan dapat melawan pengaruh buruk dan memastikan bahwa generasi muda di masa depan memiliki moral yang baik. Selain itu, jurnal ini menyoroti pentingnya kesinambungan dalam penanaman nilai-nilai moral di dalam dan di luar kelas.
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

Pendidikan Moral di Sekolah Dasar

Pendidikan moral di sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membentuk dasar karakter anak-anak. Selain mengenalkan nilai-nilai mendasar seperti kejujuran dan tolong-menolong, pendidikan ini juga membimbing anak-anak untuk memahami konsep kewajiban, tanggung jawab, dan etika dalam berinteraksi dengan sesama. Melalui pendekatan pembelajaran yang holistik, sekolah dasar menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral anak-anak, memungkinkan mereka mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif, memahami perspektif orang lain, dan membentuk hubungan interpersonal yang sehat.

Selain itu, pendidikan moral di sekolah dasar sering kali mengintegrasikan cerita, permainan peran, dan diskusi kelompok untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih dalam tentang situasi moral. Tujuannya bukan hanya mengajarkan aturan-aturan moral, tetapi juga memberikan anak-anak pemahaman yang lebih mendalam tentang mengapa nilai-nilai tersebut penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pendidikan moral di sekolah dasar tidak hanya menjadi fondasi moral bagi perkembangan pribadi anak-anak, tetapi juga memberikan bekal yang kuat untuk berpartisipasi secara positif dalam masyarakat di masa depan.
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

Pendidikan Moral Tanggung Jawab Diri dalam Keluarga

Pendidikan moral tanggung jawab diri dalam keluarga fokus pada membentuk karakter anggota keluarga melalui nilai-nilai moral. Ini mencakup kesadaran akan kewajiban masing-masing anggota keluarga, baik dalam hal pekerjaan rumah tangga, pengembangan diri, maupun dukungan emosional. Dengan memahami tanggung jawab mereka, anggota keluarga dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Kejujuran dan komunikasi terbuka juga menjadi landasan, membangun kepercayaan di antara anggota keluarga. Melalui pendidikan moral ini, diharapkan setiap individu dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, menghargai peran mereka dalam dinamika keluarga, dan menjadi kontributor positif dalam masyarakat lebih luas.
Nama : Ilma Fuadah
NPM : 2213053225
Kelas : 3F

MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Jurnal ini mencatat kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Tahap awal adalah persiapan, yang melibatkan survei awal, wawancara dengan kepala sekolah, pemantapan lokasi dan peserta, serta penyusunan bahan pelatihan.

Pada pelatihan tersebut, pemateri pertama membahas "Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial," dengan moderator Firdaus. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua, Muhammad Jazuli, dengan materi "Solusi Menghadapi Degradasi Moral," yang dimoderatori oleh Ahmad Yani Nasution.

Sesi pelatihan menunjukkan antusiasme peserta, dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Salah satu pertanyaan berkaitan dengan pengaruh globalisasi terhadap degradasi moral bangsa. Jawabannya menyoroti bahwa globalisasi memudahkan akses terhadap gaya hidup Barat, yang memiliki standar moral berbeda dengan Indonesia. Kalangan millennial yang meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral.

Pertanyaan lain berkaitan dengan metode dakwah yang tepat bagi kalangan millennial. Jawabannya menekankan bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial melibatkan pemberian wawasan keagamaan, peningkatan keimanan dan ibadah, serta pemahaman cara bermedia sosial yang baik.

Kegiatan PKM dilakukan dengan pengarahan yang melibatkan games dan kegiatan seru lainnya, menciptakan suasana yang interaktif dan menarik bagi siswa.