NAMA: stenly Jodi
NPM: 2253053048
KELAS: 2B
Tugas Analisis jurnal
DEMOKRASI DAN PEMILU PRESIDEN 2019
DEMOCRACY AND THE 2019 ELECTION
demokrasi dalam pemilu presiden
(pilpres) 2019. Pembangunan demokrasi Indonesia masih mengalami banyak masalah, pendalaman demokrasi belum terwujud dengan baik karena pilar-pilar (pemilu, partai
politik, civil society, media massa) demokrasi yang seharusnya menjadi faktor penguat
konsolidasi demokrasi belum efektif. Pilpres di tahun 2019 belum mampu
menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik dan belum mampu pula membangun
kepercayaan publik.
persaingan dan kontestasi dalam pemilihan presiden melalui kampanye diwarnai
oleh kebisingan tinggi yang terjadi di media massa dan media sosial (medsos). Emosi publik sering
terlibat dan mengundang perhatian khusus karena tidak sedikit dari mereka yang pada akhirnya
harus berurusan dengan hukum. Menkopolhukam, Wiranto, misalnya, menyatakan bahwa
sepanjang tahun 2018 ada 53 kasus hoaks dan 324 pidato kebencian yang terjadi dan beberapa telah
diselesaikan secara hukum.
Demokrasi secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat,
dan untuk rakyat’. Namun, untuk mewujudkan makna tersebut tidaklah mudah karena demokrasi memerlukan proses panjang dan tahapan-tahapan penting yang harus dilalui,Dalam konteks Indonesia, proses demokrasi yang berlangsung dipengaruhi beberapa faktor,misalnya budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik.Proses demokrasi (demokratisasi) tersebut berlangsung relatif dinamis, khususnya sejak Pemilu 1999.
upaya untuk mewujudkan demokrasi yang substansial, reformasi politik
dan pemilu juga menuntut lahirnya reformasi birokrasi yang profesional terbebas dari pragmatisme dan kooptasi partai politik dan penguasa. Ketidaknetralan birokrasi dalam
pemilu bisa berakibat pada lemahnya legitimasi kinerja pemerintah, penyelenggara pemilu dan hasilnya.