Posts made by Cinta Avril Lavina Putri 2213053111

Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Soal

A. Sebagaimana yang diartikan dengan adanya gotong royong akan mengakibatkan timbulnya kerukunan, solidaritas, dan toleransi antar masyarakat yang mengarah pada bingkai persatuan dan kesatuan. Dari hal tersebut gotong royong dapat diwujudkan melalui sikap kita yang menerima masukkan dan nasihat dari orang-orang sebelum kita, termasuk orang tua kita. Dan membantu teman serta saudara yang membutuhkan. Maka dari hal tersebut Gotong royong dilakukan dengan tulus dan sukarela untuk saling membantu satu sama lain dan lebih mengutamakan kepentingan bersama.

B. Upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman yaitu dari lingkungan sekitar tempat tinggal yang menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat, dengan menerapkan sikap toleransi antar sesama manusia serta saling bersilaturahmi. Dari hal tersebut kita akan bisa menghadapi tekad untuk bersatu.

C. Yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan yaitu hal ini dapat dilihat dari bangsa Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup. Pancasila yang berisi nilai-nilai dasar menjadi acuan ini artinya sikap dan tingkah laku dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Sedangkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas nasional merupakan kepribadian atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan yang lainnya. Identitas nasional cenderung mengacu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara.

D. Menurut saya sangat setuju. Dikarenakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki beragam jenis perbedaan. Dimulai dari agama, ras dan budaya. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus saling mengormati dan toleransi terhadap perbedaan tersebut yang menjadikan kita hidup rukun dan damai. Yang mana hal ini termasuk kedalam Bhinneka Tunggal Ika.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Jurnal

• Identitas Jurnal
Judul : Agama Musuh Pancasila?
Studi Sejarah dan Peran Agama Dalam Lahirnya Pancasila
Penulis Jurnal : Aqil Teguh Fathani
Volume, Nomor, Halaman: Vol.26, No.1
Tahun Terbit : 1 Juni 2020

• Isi Jurnal
     Secara Epistemologis, Pancasila adalah cara yang dapat dibuktikan untuk menyatukan keragaman bangsa Indonesia dan memiliki nilai kebenaran yang dapat dipalsukan serta disangkal. Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang mengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis serta berpikiran terbuka sehingga penerapan Pancasila sebagai ideologi Pancasila dapat terus berlanjut.
     Dalam perbedaan pendapat antara Soekarno dan Natsir dpat disimpulkan bahwa sudut pandang negara Islam adalah Pertama,konsep negara adalah realisasi dari keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang pada hakekatnya taat kepada Allah dan Yang Maha Esa. Kedua, negara merupakan sarana untuk menegakkan aturan yang sesuai dengan perintah-perintah Allah. Ketiga, Islam merupakan agama yang diterima oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga nilai-nilai Islam telah berkembang dan berkembang di masyarakat Indonesia. Perbedaan ideologi yang kuat antara kedua tokoh bangsa ini dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, kita dapat melihat bahwa tidak ada perpecahan dalam mendefinisikan ideologi negara, meskipun kedua tokoh ini memiliki argumentasi yang kuat.
     Dalam khazanah politik dan ketatanegaraan Islam atau Fiqh Siyasah ada tiga paradigma tentang hubungan agama dan negara yaitu:
1.Agama dan negara merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Hubungan ini terikat khusus yaitu pemerintahan negara dijalankan dengan dasar “Kedaulatan Illahi” dikarenakan kedaulatan berasal dari tangan Tuhan. Tokohnya yaitu Hasan Al-Banna, Sayyid Qutb dan Abu La’la Al-Maududi.
2.Agama dan negara memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi yaitu karena dengan melalui negara agama dapat menjadi berkembang. Sebaliknya negara memerlukan agama karena dengan agama negara dapat menjadi berkembang dalam etika dan moral. Tokohnya yaitu Mohammed Husein Haikal, Al-Mawardi, Fazlur Rahman dan Qamaruddin Khan.
3. Hubungan agama dan negara yang bersifat sekularistik yaitu menolak hubungan timbal balik antara agama dan negara atau antara agama dengan negara terpisah dalam hubungan apa pun.
     Hubungan antara negara dan agama merupakan satu tatanan berbasis ketuhanan yang menekankan bahwa negara atas nama konstitusi menjaga agama dan kepercayaan sehingga munculnya pluralisme yang sah dalam kehidupan kehidupan politik, hukum, dan harmoni sosial.
     Oleh karena itu, dengan adanya kebhinekaan serta kesadaran bersama dan konsensus di antara para founding fathers yang sepakat dengan Pancasila sebagai dasar ideologis bangsa dan UUD 1945 serta sebagai penegak ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila merupakan hasil ijtihad atau kesepakatan bersama yang perlu dijunjung tinggi demi terciptanya kehidupan yang sejahtera dan damai.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno dalam sambutannya mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila yang ditemukan dan dikembangkannya merupakan suatu kemapanan yang dinamis dan dapat mempersatukan seluruh tenaga bangsa Indonesia dan menjadi dasar negara yang dapat mempersatukan rakyat Indonesia. Pancasila merupakan landasan negara yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia untuk memulai suatu revolusi, dalam arti bukan revolusi Soekarno tetapi revolusi bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pancasila benar-benar dapat menumbuhkan rasa nasionalisme bagi bangsa Indonesia dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Video

     Pancasila sudah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Panca" berarti lima dan "Sila" berarti dasar atau asas, Pancasila mempunyai 5 asas. Istilah pancasila terdapat dalam Buku Negarakertagama Karangan Mpu Prapanca dan Buku Sutasoma Karangan Mpu Tantular.
     Sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara yaitu sebagai berikut:
- Pada tanggal 20 Mei 1908 Dr. Sutomo mendirikan Boedi Utomo yang merupakan organisasi pelopor gerakan nasional maka dari itu setiap tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional.
- Perjuangan dan pergerakan fisik mulai tampak hasilnya dengan diselenggarakan Kongres Pemuda Nasional yang menghasilkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
- Pada tanggal 9 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dan mulailah pendudukan Jepang di Indonesia 3 tahun, Jepang terdesak oleh sekutu sehingga Jepang berusaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia.
- Kemudian pada tanggal 29 April 1945 jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Zyunbi Choosakai) dengan ketua Dr. Krt Radjiman, dengan anggota sebanyak 76 orang, 7 orang jepang sebagai anggota istimewa.
- BPUPKI melakukan sidang pertama selama 3 hari dari tanggal 29 Mei 1945- 1 Juni 1945. Dalam sidang tersebut Mr. Muh Yamin, Prof. R Soepomo, dan Ir. Soekarno mengemukakan pandangannya tentang lima asas dasar negara Indonesia.
Pada tanggal 1 Juni 1945 Soekarno mengusulkan dasar negara yang diberi nama Pancasila. Sidang lanjut BPUPKI dengan dibentuknya tim 9 yang menghasilkan piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945.
Sidang kedua BPUPKI terjadi pada tanggal 11 Juli 1945 menghasilkan rancangan teks proklamasi, rancangan pembukaan UUD, dan rancangan batang tubuh UUD. Rancangan dasar negara terdapat dalam alinea 4 piagam Jakarta 22 Juni 1945 namun terdapat perbedaan dengan naskah Pancasila pada sila pertama piagam Jakarta yang berbunyi ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
- Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan dibentuk panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan anggota 27 orang yang diketahui oleh Ir. Soekarno. PPKI yang bertugas menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia. PPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan. Sebelum sidang dimulai Drs Muhammad Hatta mengusulkan perubahan sila pertama dengan menghapus 7 kata menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
     Pada sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan hasil sebagai berikut:
1. Mengesahkan UUD 1945 yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila
2. Memilih presiden dan Wakil presiden pertama NKRI yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.
     Dalam paham filosofis Pancasila memiliki dua pengertian yaitu Pancasila sebagai pandangan hidup dan Pancasila sebagai dasar negara. Berdasarkan pengertian dan perannya Pancasila berfungsi sebagai dasar yang statis/fundamental. 
Tiga fungsi pokok Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu:
1. Fungsi yuridis
2. Fungsi sosiologis
3. Fungsi etis dan filosofis.
     Maka dari itu pancasila sebagai dasar negara mengandung pokok pikiran yang didalamnya tersimpul ajaran pancasila sehingga mempunyai hubungan kausal dan organis dengan pasal UUD 1945.
Empat pokok pikiran suasana kebatinan dari UUD yaitu:
1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia berdasarkan persatuan (sila ke-3)
2. Negara Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat IndonesiaMemuat arti dari (sila ke-5)
3. Negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/ perwakilan (sila ke-4)
4. Negara berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (sila ke 1 dan 2).
Nama : Cinta Avril Lavina Putri
NPM : 2213053111
Kelas : 1E

Analisis Soal

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawaban:
Hubungan Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah bahwa Pendidikan Pancasila merupakan dasar falsafah negara dan ideologi bangsa yang menekankan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selain itu juga Pendidikan Pancasila mampu mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang berkarakter tangguh, cinta tanah air, bela negara serta mampu meningkatkan jati diri bangsa.
Urgensi Pendidikan Pancasila yaitu agar mahasiswa atau generasi tidak berakar pada latar belakang budayanya sendiri serta memiliki pedoman atau prinsip untuk berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawaban:
Yang paling pokok dipelajari dari pendidikan pancasila yaitu pengembangan karakter karena hal tersebut sangat berpengaruh dalam membawa perubahan yang baik bagi bangsa Indonesia untuk kedepannya.
Manfaatnya yaitu agar bisa menumbuhkan kesadaran mengenai rasa kesatuan dan persatuan bangsa,Selain itu juga agar peserta didik bisa lebih mandiri, maju dan bertanggung jawab serta bisa menciptakan kepribadian yang tangguh untuk menunjukkan identitas bangsa Indonesia yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi  faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawaban:
Faktor penghambat pemberlakuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi ialah Peran guru/dosen dalam menentukan bentuk dan format agar mata kuliah Pendidikan Pancasila dapat diselenggarakan di berbagai program studi dengan efektif.
Faktor penunjang pemberlakuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi yaitu agar mahasiswa menjadi pribadi yang paham tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia serta mampu berpikir kritis, bertoleransi dengan baik, dan menjadi pribadi yang cinta damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawaban:
Relasi antara Pendidikan Pancasila bagi program studi saya yaitu PGSD misalnya mampu menerapkan layanan bimbingan penyuluhan di Sekolah Dasar untuk memecahkan permasalahan yang terkait dengan perilaku siswa dalam pembelajaran secara mandiri sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Dengan demikian mahasiswa mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan, kepribadian, dan keahlian, sesuai dengan program studinya masing-masing.
Maka dari itu tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan arti bahwa pendidikan Pancasila tidak lain adalah mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang cerdas dan bermoral tinggi.