གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Suherli Evarianti 2253053029

Nama : Suherli Evarianti
NPM : 2253053029
Kelas : 2C
Prodi : Pgsd


1. Jadi isi dari artikel tersebut dimana dalam penegakan Hak Asasi Manusia yaitu dimana dalam mengupayakan penegakan HAM dimana seluruh tindakan yang dilakukan dengan tujuan membuat HAM makin dihormati dan diakui oleh masyarakat dan pemerintah. Karena dalam mengupayakan penegakan hak dan kewajiban manusia umumnya dilakukan dengan pencegahan. Pencegahan adalah upaya untuk menciptakan kondisi yang semakin kondusif bagi tegaknya HAM, jadi hal positif yang dapat kita ambil yaitu dengan tidak menggangu katertiban umum, contohnya pada saat dmokrasi, selanjutnya saling menjaga dan melindungi harkat manusia, serta dapat menghargai pendapat satu sama lain.

2. Demokrasi Pancasila sendiri sejatinya merupakan demokrasi yang berlandaskan kepada nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila, sebagai paham demokrasi yang bersumber dari falsafah hidup yang digali dari kepribadian rakyat Indonesia. Demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Segala hal mengenai sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan yang Maha Esa.

3. Penerapan demokrasi pancasila jelas lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dimana senantiasa lebih mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai bangsa Timur. Konsep dasar demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.Pancasila sebagai sumber nilai HAM mengandung tiga nilai hak asasi manusia, yaitu nilai ideal, nilai instrumental, dan nilai praktikal. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam penegakkan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

4. Karena ada yang salah dengan sistem ketatanegaran kita sehingga kehendak rakyat tidak jadi agenda politik para penyelenggara negara. Pada sistem politik di Indonesia, kehendak rakyat itu disalurkan lewat partai politik. Partai politik harus bisa menyerap aspirasi dan kemudian mendesign programnya sebagai respon atas kehendak rakyat tersebut.
Kenyataannya adalah, program partai didasarkan atas keputusan elit partai, sering tak relevan dan tak menjawab aspirasi dari warga. Diketahui ada jutaan aspirasi dan mustahil semua dipenuhi, meski demikian seharusnya partai memenuhi dan mendengar 10 aspirasi utama yang jadi kehendak rakyat

5. Karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanyasecara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yangdapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudahdibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah.Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini,dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik mengimingi imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu. dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu.
Nama : Suherli Evarianti
NPM : 2253053029
Kelas : 2C
Prodi : Pgsd

Analisis Jurnal " Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid 19"

Bela Negara ini adalah hak dan kewajiban seorang warga Negara karena semua itu punya keseimbangan dimata hukum oleh karena itu kita wajib melakukan bela Negara ini walaupun dalam keadaan yang saat sulit seperti saat ini covid-19 karena semua ini masalah bersama bukan masalah satu pihak saja maka oleh karena itu kita wajib melakukan bela Negara contoh bela Negara yaitu dengan tetap dirumah saja dan tidak atau menyebarkan berita yang belum benar kejadiannya. Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangakat perundangan dan petinggi suatu Negara tentang patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan pertahanan eksitensi suatu Negara tersebut.

Dengan melakukan bela Negara maka disitu sudah mencerminkan bahwa kita ikut serta dalam melakukan bela Negara dan terbinanya suatu hubungan baik antara warga Negara. Tanpa kesadaran bela Negara Negara yang tinggi maka dapat disimpulkan bahwa Negara tersebut tidak akan kokoh dan mudah runtuh karena rapuh bahkan akan rapuh ketika menghadapi era global seperti sekarang ini, Oleh karena itu kita harus selalu sadar akan bela Negara agar Negara kita ini bisa meju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh Negara lain serta konflik di Negara kita ini bisa rendah serta permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya suatu Negara karena kekurangan pada generasi muda yang sadar akan bela Negara tersebut.

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Suherli Evarianti 2253053029 གིས-
Nama : Suherli Evarianti
NPM : 2253053029
Kelas : 2C
Prodi : Pgsd

Analisis Video "Ketahanan Nasional"

Jadi ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang akan datang. Negara Indonesia sendiri dilindungi oleh sebuah dinding dan benteng yang mana kemudian banyak pihak luar yang mencoba untuk menyerang negara keutuhan Indoneisa.

Pada hal ini terdapat ancaman atau gangguan serangan dari pihak luar pada bangsa Indonesia yaitu :

1. Integritas
2. Identitas
3. Kelangsungan hidup
4. Perjuangan mencapai tujuan nasional

Pada dasarnya tantangan dan ancaman tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu yang secara langsung luar dalam dan tidak langsung, kemudian ancaman terdiri dari 2 unsur yaitu :

1). Ancaman Unsur TRIGATRA yang mengancam :

1. Lokasi dan posisi pada letak geografis di Indonesia
2. Keadaan dan kekayaan alam
3. Kemampuan pendidik

Pada hal ini perwujudan pada aspek alamiah (TRI GATRA) diantaranya :

1. Lokasi dan posisi geografis, dimana peningkatan potensi laut dan darat yang posisinya dekat dengan negara tetangga

2. Sumber Daya Alam yaitu dimana kesadaran naisonal dengan pemanfataan kekayaan alam

3. Keadaan dan kemampuan penduduk pada hal pendidikan

2). Ancaman unsur PANCA GATRA yang dapat mengancam :

1. Ideologi
2. Politik
3. Ekonomi
4. Sosial Budaya
5. Hankam

Pada hal ini perwujudan aspek sosial (PANCA GATRA) diantaranya :

1. Ideologi dimana rangkaian nilai mampu menampung aspurasi

2. Politik yang dimana demokrasi serta kesimbangan pada input dan output

3. Ekonomi yang meliputi sarana modal serta tekonologi

4. Sosial budaya dimana terdapat tradisi adat, pendidikan dan kepemimpinana

5. HANKAM yang dimana dapat memberikan partisipasi dan kesadaran masyarakat