Posts made by Septiana Sabila 2213053105

Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 3F

Analisis Video 2
Menurut saya, penyebab kasus ini, karena kurangnya pengawasan dari orang tua,anak-anak yang masih di bawah umur tentunya sangat perlu pengawasan. Anak-anak cenderung meniru atau merekam apa yang mereka lihat di sekitarnya, di sekolah , guru juga sangat berpengaruh pada perilaku anak murid, karena tugas guru adalah mendidik.Sebaik nya anak anak sekarang di kasih pengetahuan agama dan nilai nilai sosial dan kasih sayang yang kuat..dan pengawasan orang tua dan guru lebih di tingkat kan tentang keseharin anak anak agar kasus tersebut tidak terus bertambah.

Seperti di dalam video di atas, siswa membubuh temannya karena hal sepele. Hal ini mencerminkan, bahwasanya moral generasi muda Indonesia sangatlah minim saat ini. Di sekolah yang seharusnya siswa menjadikan rumah kedua, tetapi malah menjadi penjara bagi para siswa. Terlebih lagi kasus yang di alami karena pembullyan. Kasus bulying di Indonesia masih sering terjadi, karena tidak adanya arahan dari lingkungan keluarga. Pendidikan Nilai, moral dan karakter dibentuk pertama kali oleh keluarga. Jadi, kita sebagai orang tua tidak bisa berharap penuh kepada guru untuk bisa membentuk karakter siswa
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas : 3F
Analisis Video 1

Video diatas menjelaskan terkait Trolley Problem dimana setiap keputusan yang kita buat harus bisa dan siap dipertanggung jawabkan dikemudian hari. Tetapi ini bukan tentang keputusan mana yang paling benar atau salah melainkan tentang moralitas kita terhadap sesuatu. Sering kali kita mengesampingkan orang lain demi diri sendiri, sering kali kita egois.

Moralitas tidak pernah berdiri sendiri diposisi yang netral, Identitas kita dan orang selalu menyertai keputusan yanh berhubungan dengan moralitas. Moralitas bisa menjadi masalah saat keputusan harus diambil. Tiap pilihan ada beban moral masing masing. Tetapi kita harus memilih, Jika tidak mau dihadapkan pada dilema moralitas, jangan memilih. Bahkan saat kita tidak ingin melakukan apa apa, sebenarnya sudah termasuk memilih dengan resiko moral.

Kita diajarkan untuk tanggung jawab dan tidak merugikan oranglain. Aku sangat setuju dengan pandangan yg dijelaskan tentang moralitas, karena terkadang kita menjadi sangat egois terhadap orang lain "minoritas" dengan alasan minoritas.... NAMUN untuk kasus yg dipaparkan menurutku bisa tidak semuanya terpaku pada moralitas terkadang juga peda "PILIHAN YANG PALING BIJAK", dalam kasus yang lain ketika terjadi banjir, terdapat banyak orang yg butuh pertolongan, dan ketika kamu dihadapkan pada dua orang, satu orang adalah perempuan hamil dan satunya lagi adalah seorang pemuda yg masih mudah. Maka pilihan terbaiknya adalah memilih pemuda untuk diselamatkan, karena jika memilih wanita hamil, maka peluang kita untuk menyelamatkan yg lain menjadi berkurang karena kita harus tetap menjaga wanita hamil itu. Sedangkan seorang pemuda bisa menjaga dirinya sendiri.... Again ini adalah pilihan yg sulit, seperti hal yg ada pada video itu.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

by Septiana Sabila 2213053105 -
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas : 3F

1. Nilai Ketuhanan 
Bersyukur kepada Tuhan
Melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianutnya
Berdoa sebelum dan sesudah makan 
Tidak memaksakan agama orang lain

2. Nilai Kemanusiaan 
Mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia 
Membantu korban bencana alam
Membantu adik belajar
Tidak berbuat kasar kepada orang lain 

3. Nilai Persatuan 
Mengajak untuk cinta terhadap Bangsa Indonesia 
Tidak membeda-bedakan suku dan agama

4. Nilai Kerakyatan
Bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah 
Berdiskusi / kerja kelompok
Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada

5. Sila Kelima
Mengajak kita untuk bersikap adil
Tidak berbuat curang kepada orang lain
Menghargai hasil karya orang

Pembinaan di Lingkup Sekolah
Selain menumbuhkan pendidikan karakter, masalah sosial tersebut juga bisa teratasi dengan adanya pembinaan. Perlu adanya bimbingan ataupun pembinaan perilaku konstruktif, kreatif, dan mandiri.

Perhatian di Lingkungan Keluarga
Mengatasi degradasi moral juga bisa dengan memberi perhatian penuh di lingkungan keluarga. Dalam hal ini, peran orang tua maupun sanak keluarga sangat dominan untuk mendidik, membimbing, sekaligus mengawasi perkembangan perilaku anak, terutama remaja. Lingkungan keluarga juga harus mampu memberikan perhatian secara penuh.

Menciptakan Lingkungan Pergaulan yang Kondusif
Agar degradasi moral tidak semakin meningkat, maka perlu menciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif. Lingkungan tersebut bisa memberi pengaruh yang baik di setiap aktivitasnya.

Penerapan Sanksi
Cara mengatasi degradasi moral juga perlu melibatkan penegakan hukum. Supaya pelaku jera dan tak mengulangi tindakan menyimpang, harus ada penerapan sanksi sebagai konsekuensinya.

Kesadaran Individu
Masalah sosial di masyarakat tersebut tak akan terjadi apabila ada kesadaran dari individu itu sendiri. Oleh karena itu, setiap individu perlu selalu mengingat Sang Pencipta.

Dengan hati maupun pikiran yang selalu dekat dengan Tuhan yang Maha Esa, maka secara otomatis akan bergerak untuk menjauhi segala tindakan yang menjurus ke degradasi moral.