Kiriman dibuat oleh Septiana Sabila 2213053105

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

oleh Septiana Sabila 2213053105 -
Nama ; Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F

Tugas analisis
Cara menanamkan nilai dan moral dilingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat.
Membiasakan anak bangun pagi, mengatur tempat tidur dan
berolahraga
2. Membiasakan anak mandi dan berpakaian bersih
3. Membiasakan anak turut membantu mengerjakan tugas–
tugas rumah
4. Membiasakan anak mengatur dan memelihara barang–barang
yang dimilikinya
5. Membiasakan dan mendampingi anak belajar/mengulang
pelajaran/ mengerjakan tugas sekolahnya
6. Membiasakan anak pamit jika keluar rumah
7. Membiasakan anak mengucap salam saat keluar dari dan
pulang ke rumah
8. Menerapkan pelaksanaan ibadah shalat sendiri dan
berjamaah
9. Mengadakan pengajian Alquran dan ceramah agama dalam
keluarga
10. Menerapkan musyawarah dan mufakat dalam keluarga
sehingga dalam diri anak akan tumbuh jiwa demokratis
11. Membiasakan anak bersikap sopan santun kepada orang tua
dan tamu.

Hambatan-hambatan proses penanamannya :
1. Pada pelaksanaan pengajarannya, tentu terdapat kendala yang sering dialami. Misalnya dalam penanaman nilai disiplin diri. Anak cenderung kurang mampu menahan apabila mereka memperolehinformasi dari luar dan cenderung akan menerapkan/ melakukan apa yang diperolehnya secara langsung. Hal ini tentu sangat menghkhawatirkan dan bertentangan dengan konsep pendidikan karakter.
2. Pada penerapan nilai kejujuran, juga tidak semudah itu diterapkan oleh anak. Anak terkadang lebih terfokus pada hasil yang dicapai tanpa mempertimbangkan proses positif yang harus dilalui.
3. Kendala akan sering dihadapi dan mungkin akan senantiasa berkembang. Namun orang tua dan guru senantiasa perlu untuk tidak
pernah lelah dalam menanamkan ilmu tentang etika moral dan akhlak dimaksudkan bagaimana mengajar anak agar mengerti konsep moralitas itu sendiri dari sudut
pandang agama, tradisi dan kebudayaan masyarakatnya. Hal tersebut dapat dimulai dari langkah awal memperkenalkan konsepkonsep konkret menuju konsep-konsep
abstrak seperti keadilan, kebaikan, kesopanan, dan konsep benar-salah. Di sisi lain penalaran moral merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam
mengajarkan perilaku sesuai etika moral dan akhlak pada anak.

Solusi dalam mengatasi berbagai kendala tersebut juga dapat dilakukan dengan pengajaran: (1) kesadaran yaitu kemampuan mengenal standar etika dan moral serta
komitmen dalam melakukan sesuatu yang baik, (2) kontrol diri yaitu kemampuan untuk mengontrol dorongan-dorongan dan pemuasan segera dan menggantikannya
dengan melakukan sesuatu yang baik dan benar, (3) rendah hati yaitu mengetahui keterbatasan diri sendiri dan kemampuanrasionalisasi diri, (4) kebiasaan moral yaitu
kemampuan mengembangkan pola-pola perilaku yang baik sehingga menjadi suatu kebiasaan, dan (5) kemauan yaitu komitmen diri untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar meskipun dalam situasi sulit (Kirschenbaum, 1995:53). Di sekolah, anak memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa adanya (Hambali,2015.b).
Nama : Septiana Sabila
NPM : 2213053105
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
"PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA"
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar
luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait
merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Hal ini menimbulkan kecemasan
sehingga memerlukan satu pendekatan yang lebih serius dalam memperkokoh jatidiri generasi muda melalui pendidikan karakter dan budaya bangsa. Di negara-negara
maju, pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur
negatif yang dapat mempengaruhi tingkahlaku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja.

Salah satu cara untuk menumbuhkan aspek moral feeling adalah dengan cara membangkitkan kesadaran anak akan pentingnya memberikan komitmen terhadap
nilai-nilai moral. Sebagai contoh untuk untuk menanamkan kecintaan anak untuk jujur dengan tidak mencontek, orang tua harus dapat menumbuhkan rasa bersalah,
malu dah tidak empati atas tindakan mencontek tersebut. Kecintaan ini (moral feeling) akan menjadi kontrol internal yang paling efektif, selain kontrol eksternal berupa pengawasan orang tua terhadap tindak tanduk anak dalam keseharian.
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F

Analisis Jurnal 1
Kegiatan PKM yang mengangkat tema “Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial” di Mts Insan Madani Kp. Rahong, Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor dilaksanakan oleh tim program pelatihan manajemen pengabdian masyarakat Universitas Pamulang telah selesai sesuai rencana Rekomendasi pelatihan untuk mencegah kemerosotan moral terkait aktivitas Dosen atau pihak lain wajib mengikuti PKM ini mendukung generasi muda, termasuk program pengembangan pemuda agar mereka mempunyai kaidah-kaidah moral yang baik bagi mereka. Dan tidak hanya Siswa perlu dibimbing dan dibantu agar tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga… mereka memiliki soft skill yang baik, terutama untuk siswa SMA mencari identitas. Semoga pelatihan seperti ini terus berlanjut dilaksanakan dan ditingkatkan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab tenaga pengajar pendidikan tinggi untuk memenuhi kewajiban Tiga Dharma, yaitu tindakan partisipasi perguruan tinggi dalam pembangunan negara. Tentang kegiatan ini masyarakat juga menerima bekal untuk menyelesaikan masalah dan untuk menghadapi tantangan hidup. Begitu pula masyarakat untuk memberikan pelajaran kepada universitas tentang realitas kehidupan. PKM yang ditujukan kepada siswa Mts Insan diharapkan dapat terlaksana Madani Bdk. Rahong, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Wilayah Administratif Bogo Bogor Semua pihak bisa mendapatkan manfaat langsung dari hal ini atau tidak.
enomena degradasi moral di kalangan milenial mencakup minimnya sopan santun, kenakalan remaja, dan jauh dari nilai-nilai agama. Dalam upaya menanggulangi fenomena ini, Unpam memilih solusi berupa memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, serta memberikan pemahaman tentang cara bermedia sosial yang baik. PKM dilaksanakan dengan memberikan materi pelatihan melalui presentasi dan diskusi di Mts Insan Madani. Materi presentasi mencakup "Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada Kalangan Milenial" dan "Solusi Menghadapi Degradasi Moral". Pada sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme dengan banyaknya pertanyaan, seperti pengaruh globalisasi terhadap degradasi moral dan metode dakwah yang tepat bagi kalangan milenial.
Nama : Septiana Sabila
NPM: 2213053105
Kelas: 3F
Analisis video 6
“Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila Di Lingkungan Keluarga”

Dalam video tersebut dapat diambil kesimpulan pentingnya nilai moral, terutama dalam konteks lingkungan keluarga. Ditekankan bahwa sebagai individu yang berakal, kita memiliki tanggung jawab untuk memilih lingkungan yang positif, terutama dalam hubungan pertemanan. Orang tua memiliki harapan agar anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki moral dan etika yang baik. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya nilai moral seharusnya menjadi perhatian utama setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam keseluruhan analisis, drama ini mungkin memberikan gambaran tentang bagaimana penerapan nilai moral Pancasila di tingkat keluarga memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk karakter dan kepribadian setiap anggota keluarga. Oleh karena itu, penting untuk diakui bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menyebarkan dan memelihara nilai-nilai luhur Pancasila, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang beradab.