གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Azzahra Rindra Tiara 2213053117

Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis video 1 "Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar"
Berdasarkan video tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa video tersebut menjelaskan tentang pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar. Pendidikan adalah salah satu kebutuhan manusia yang merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengubah perilaku supaya menjadi lebih baik dan pengetahuan yang ada dapat dikembangkan. Sedangkan moral merupakan suatu pelajaran mengenai baik buruk perbuatan sikap dan kewajiban kita yang dapat diterima oleh umum. Jadi pendidikan moral merupakan proses penanaman baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral ini sangat penting bagi anak Sekolah Dasar karena anak sekolah dasar harus memiliki sikap ataupun perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Pendidikan moral ini bertujuan agar dapat memahami nilai pekerti, mampu mengambil keputusan dengan tepat, serta pola perilaku yang bertanggung jawab dapat terbentuk melalui pendidikan moral ini. Pendidikan moral ditujukan kepada anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Adapun penyebab menurunnya moral pada anak. Penyebab menurunnya moral pada anak terbagi menjadi dua yaitu perundungan di sekolah dan kekerasan fisik dalam keluarga.
- Perundungan ini sering terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar. Perundungan dilakukan dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
- Selain itu ada juga perundungan yang dilakukan dalam keluarga di mana anak mengalami kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut. Meskipun rumah merupakan salah satu tempat yang harusnya aman bagi anak. hal tersebut karena adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya sehingga diperlukan peran orang tua di lingkungan rumah.

Orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orang tua merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak akan meniru tingkah laku orang tuanya. Guru juga berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali anak dengan nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, serta keluarga. Peran guru yaitu mereka menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan memiliki perilaku baik yang dapat mencontohkan hal baik kepada peserta didik supaya tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku.

Agar moral anak tidak menyimpang dengan tujuannya maka terdapat penyelesaian dengan diperlukannya motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan supaya tujuannya tercapai. Guru memiliki peranan untuk memberikan nasihat kepada peserta didik agar mereka dapat mengingatnya dan tujuan yang akan dituju tidak menyimpang. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa upaya dalam mewujudkan nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan secara maksimal, bukan hanya dari guru saja melainkan pendidikan moral ini harus diajarkan sejak usia dini oleh orang tua nya. Karena biasanya anak akan mengikuti sikap atau perilaku orang tua. Sehingga peran orang tua sangat penting sebagai peranan utama untuk mencontohkan sikap dan perilaku yang baik supaya anak dapat mencontohnya dan menerapkan sikap yang baik di lingkungan sekitar.
Nama: Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis jurnal 2 "Penanaman Nilai-nilai Moral Pada Anak Usia Dini"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini sangat penting karena agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini karena pada usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Pendidikan anak usia dini adalah basis pembentukan karakter moral manusia sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya supaya selanjutnya dapat menjadi pribadi yang baik dan memiliki moral yang baik.

Terdapat berbagai macam metode yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini yaitu sebagai berikut:
1. Metode bermain
Dengan metode bermain anak-anak dapat bersosialisasi dengan orang lain serta metode ini dapat memberikan kesenangan terhadap anak-anak. Contohnya yaitu dengan mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan bekerja sama dengan teman bermainnya.
2. Metode bercerita
Dengan metode bercerita ini dapat menyampaikan pesan moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Penyampaian pesan moral setelah bercerita yaitu seperti sikap rendah hati, kejujuran, tidak boleh membantah, menyayangi orang tua, mendengarkan nasehat orang tua, dan lainnya.
3. Metode pemberian tugas
Penanaman nilai moral ini dapat dilakukan dengan metode pemberian tugas secara individu maupun kelompok. Contohnya nilai moral yang dapat disisipkan yaitu:
- pada pemberian tugas individu yaitu dengan mengajari anak untuk bertanggung jawab terhadap sesuatu yang sudah menjadi tugasnya.
- pada pemberian tugas secara berkelompok yaitu mendorong anak untuk selalu bekerja sama dan bersosialisasi dengan orang lain.
4. Metode bercakap-cakap
Dengan metode bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan komunikasi anak terhadap orang lain. Dengan bercakap-cakap banyak sekali pengetahuan yang dapat diberikan kepada anak. Guru dapat mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat menjalin hubungan yang dapat diterima oleh lingkungan sekitar dengan baik. Misalnya apabila anak bertemu dengan orang yang lebih tua guru mengajarkan untuk mencium tangan orang yang lebih tua, mengucap salam, bicara dengan halus dan memandang lawan bicara dengan pandangan yang sopan.
Beberapa metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama, karena metode-metode tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral anak pada anak usia dini.
Nama: Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis jurnal 1 "Penanaman Nilai-nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut"
Berdasarkan jurnal tersebut maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa guru dapat melakukan penanaman nilai-nilai moral dalam konteks persoalan nilai-nilai moral. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang sudah mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang memiliki moral yang baik, karena apabila dibiarkan sejak dini maka akan menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Jurnal tersebut membahas mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Penelitian pada jurnal tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru-guru di SD tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
- Guru tidak hanya mengajarkan peserta didik belajar agama di sekolah melainkan untuk memperdalam ilmu agama serta belajar di tempat-tempat seperti pengajian, TPA, dan pesantren.
- Guru mengajarkan siswa untuk bertingkah laku di dalam atau di luar kelas dengan baik.
- Guru menanamkan nilai-nilai moral dengan cara menanamkan di setiap mata pelajaran yang diajarkan baik berupa nasehat, teguran, maupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan bagi peserta didik. Selain ditanamkan pada setiap mata pelajaran penanaman nilai moral ini juga ditanamkan di luar jam pelajaran seperti di lingkungan sekolah maupun di rumah sehingga peserta didik mempunyai moral yang baik.
Sehingga berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebagian besar sudah baik Karena Guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa meskipun terdapat beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai moral yang harus ditanamkan. Guru di SD Negeri Lampeuneurut sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan menyisipkan 10 nilai moral yaitu: nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Guru melakukan penanaman nilai-nilai tersebut dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkan, melalui sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Selain itu peserta didik di sekolah ini juga sudah memiliki tingkah laku yang baik dengan mengetahui beberapa nilai-nilai moral. Kebanyakan siswa tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran serta hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik.
Nama: Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis video 2 "Pendidikan Moral di Sekolah Dasar"
Berdasarkan video tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pendidikan moral merupakan suatu usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat sekitar.

Adapun tahap-tahap perkembangan moral, yaitu:
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan menggunakan disiplin untuk membantu mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan, dengan membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani. Perhatian terhadap objek yang rusak mencerminkan kecemasan diri dalam melakukan hal yang salah.
3. Usia 18-30 bulan, anak menunjukkan perilaku menolong, yang selalu salah, malu, dan empati mendorong perkembangan moral.
4. Usia 30-36 bulan, aksi fisik berkurang lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun, perilaku menolong yang lain menjadi lebih rajin motifnya untuk mendapat pujian yang menjadi penolakan.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral masih fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel empati dalam perilaku pro sosial meningkat.
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan, anak menjadi lebih baik untuk memelihara tatanan sosial.
9. Usia 12-15 tahun, penalaran moral mencerminkan peningkatan rasa dalam keadilan, dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20, nalativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral.
11. Dewasa muda (usia 20-40 tahun), penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
12. Dewasa tengah (usia 40-65 tahun), penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
13. Dewasa tua, (usia 65 tahun), penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar baik dalam perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar. Anak terkadang memerlukan teman untuk membantu dalam proses belajar tetapi anak bisa melakukannya secara mandiri.
Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru sebaiknya mengajar kan murid mengenai identitas gender supaya moral atau perilaku mereka sesuai dengan gendernya. Selain guru, orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting.

Adapun permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu sebagai berikut:
1. Hilangnya kejujuran, misalnya kwtika anak mencontek temannya saat ujian, maka solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mengajak anak untuk lebih percaya diri terhadap jawabannya sendiri dan mengajarkan anak untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggungjawab, guru diharuskan untuk membimbing peserta didiknya dan mengajarkan mereka untuk melaksanakan tanggungjawab.
3. Rendahnya disiplin, contohnya yaitu terdapat siswa yang sering datang ke sekolah tidak tepat waktu atau terlambat, maka sikap guru dan kepala sekolah harus bersikap tegas.
4. Kurang bisa bekerja sama, solusinya yaitu dengan membiasakan anak untuk terlibat dalam bekerja sama seperti kerja kelompok, dan jangan membiarkan peserta didik tersebut tidak aktif dalam bekerja sama.
5. Mengambil hak orang lain, contohnya yaitu seperti mencuri maka solusi yang dapat diberikan yaitu dengan membiasakan anak untuk menerima apa yang dia miliki dan tidak boleh mengambil hak orang lain atau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Kelas : 3/I

Analisis video 1 "Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri Dalam Keluarga"
Berdasarkan video diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa terdapat beberapa contoh tanggung jawab diri dalam keluarga yaitu seperti mendengar nasihat ayah, membantu ibu, menemani kakak, dan menjaga keselamatan adik.
1. Mendengar nasihat ayah, yaitu kita sebagai anak harus mendengarkan nasihat dari ayah, karena ayah merupakan orang tua yang harus kita hormati, dan ayah lebih tahu sesuatu yang baik dan buruk dalam kehidupan.
2. Membantu ibu, yaitu kita harus menjadi anak yang bertanggung jawab dengan membantu ibu, seperti menolong ibu yang sedang mencuci piring, mencuci baju, memasak, membersihkan rumah, dan lain-lainnya.
3. Menemani kakak, yaitu kita sebagai adik dapat menemani kakak kita contohnya seperti saat ingin ke warung kita dapat menemani kakak agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan seperti penculikan.
4. Menjaga keselamatan adik, yaitu kita dapat menjaga adik kita saat bermain dan tidak meninggalkannya sendirian.

Selain itu terdapat juga soal uji diri, dan berikut ini jawabannya:
1. Kita perlu melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga karena dapat menjalin hubungan keluarga menjadi erat atau hubungan keluarga menjadi harmonis, keselamatan keluarga dapat terjamin, meringankan tugas keluarga, dan membanggakan keluarga. Adapun cara untuk melaksanakan tanggung jawab yaitu dengan cara menjaga nama baik keluarga, saling menghormati, membantu orang tua, mendengarkan nasihat orang tua, mematuhi aturan yang berlaku di keluarga, dan lainnya.
2. Perasaan saya apabila melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga yaitu kita dapat merasa bangga dengan hubungan keluarga yang semakin erat dan harmonis, karena kita sudah melaksanakan tanggung jawab kita dengan baik.