Posts made by Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Identitas Jurnal
Judul jurnal : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Penulis : Enung Hasanah
Tahun Terbit : 2019
Bulan Terbit : September
Nomor : 2
Volume : 6
Kata Kunci : teori kohlberg, SD, moral

Penelitian ini menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar yang berusia antara 11-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, siswa-siswa dalam kelompok usia ini cenderung berada pada tahap pra konvensional, terutama pada tahap 1⁄2. Pada tahap ini, motivasi mereka dalam melakukan tindakan lebih didorong oleh ketakutan akan hukuman daripada pemahaman etika atau moralitas.

Mayoritas siswa dalam kelompok usia 11-12 tahun menunjukkan pola perkembangan moral yang serupa, yaitu cenderung pada tahap pra konvensional, sesuai dengan teori Kohlberg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada usia ini cenderung melakukan tindakan bukan karena pemahaman moral yang mendalam, melainkan karena takut akan hukuman atau konsekuensi eksternal lainnya.

Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan moral di sekolah dasar. Pendidik perlu menyadari tingkat perkembangan moral siswa dan bekerja untuk membantu mereka mencapai tahap-tahap perkembangan moral yang lebih tinggi.Meskipun ada temuan umum, perlu diingat bahwa setiap individu adalah unik. Ada kemungkinan variasi dalam perkembangan moral di antara siswa, dan pendidik harus peka terhadap perbedaan ini.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar dalam konteks usia 11-12 tahun berdasarkan teori Kohlberg. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pendidikan moral dan membantu siswa mencapai tingkat pemahaman moral yang lebih tinggi sesuai dengan usia mereka.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Identitas Jurnal
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI MORAL
DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Penulis : Sudiati
Tahun Terbit : 2009
Bulan Terbit : Juni
Nomor : 2
Kata Kunci : Moral Value Education, Global Perspective (Pendidikan Nilai Moral, Perspektif Global)

Pendidikan nilai moral dianggap sebagai tuntutan dan kebutuhan penting dalam tatanan global. Ini menjadi landasan untuk hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam menghadapi permasalahan global yang kompleks. Penyelesaian masalah-masalah hidup yang dihadapi oleh umat manusia seringkali membutuhkan dukungan dan kerjasama lintas negara. Masalah seperti terorisme global, krisis ekonomi, dan tantangan multidimensional menunjukkan bahwa pendidikan nilai moral memiliki peran dalam menangani isu-isu tersebut.

Pendidikan nilai moral disebutkan sebagai alternatif untuk memecahkan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional. Ini menyoroti pentingnya pendidikan nilai moral sebagai bagian dari solusi untuk masalah-masalah kompleks.
Meskipun ada perbedaan ideologi dan konteks budaya antara negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan China, pendidikan nilai moral menunjukkan kesamaan dalam penekanan pada nilai-nilai etik-moral yang bersifat asasi manusia, universal, dan global.

Konsep pendidikan nilai moral yang bersifat individualistik seperti yang diusulkan oleh Kohlberg dan John P. Miller mungkin memerlukan penyempurnaan, dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. Selain itu, implementasinya memerlukan strategi yang tepat melalui pemilihan pendekatan, metode, dan teknik yang sesuai.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

Kasus-kasus kekerasan yang melibatkan pelajar dan guru adalah tragedi yang sangat memilukan dan tidak dapat dibenarkan. Kehilangan nyawa seorang guru karena tindakan kekerasan dari seorang siswa adalah sesuatu yang sangat serius dan harus dipertimbangkan dengan serius.

Tragedi semacam ini mencerminkan beberapa isu yang perlu diperhatikan dalam pendidikan modern, termasuk masalah kekerasan di sekolah, perubahan nilai-nilai moral dalam masyarakat, serta peran pendidikan dan lingkungan dalam membentuk karakter pelajar. Penting untuk menyadari bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademis, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai.

Kasus semacam ini menekankan pentingnya pendidikan karakter yang kuat, pengembangan keterampilan sosial, serta dukungan dan pemantauan yang tepat dari pihak sekolah dan keluarga. Selain itu, hal ini juga mengingatkan kita untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari kekerasan, serta pentingnya menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan positif.

Masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga harus bekerja sama untuk mencegah tragedi semacam ini terjadi di masa depan dengan mengutamakan pendidikan yang berfokus pada perkembangan karakter, pemahaman konflik, dan pengembangan nilai-nilai moral yang kuat pada generasi muda.
Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM: 2253053026

“6 Tahap Perkembangan Moral Menurut Kohlberg”

1) Pra konvensional
Pada level ini, moralitas individu berkaitan dengan hubungan antara individu dan dunianya.
(Tahap 1) : Menghindari hukuman
Seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu untuk menghindari hukuman.
(Tahap 2) : Keuntungan dan minat pribadi
Pada tahap ini, moralitas individu lebih bersifat egois. Tindakan yang benar adalah tindakan yang menguntungkan diri sendiri atau mendapatkan imbalan.

2) Konvensional
Pada level ini, moralitas individu berkaitan dengan norma sosial dan peran dalam masyarakat.
(Tahap 3) : Menjaga sikap orang baik
Pada tahap ini, individu memandang moralitas dari perspektif persetujuan sosial. Tindakan yang benar adalah yang mendapatkan persetujuan atau pengakuan dari orang lain.
(Tahap 4) : Memelihara peraturan
Pada tahap ini, moralitas individu didasarkan pada pemahaman tentang pentingnya menjaga ketertiban sosial dan mematuhi hukum dan norma yang ada. Tindakan yang benar adalah tindakan yang mendukung sistem sosial dan otoritas yang ada.

3)Pasca konvensional
Pada level ini, moralitas individu berdasarkan pada prinsip-prinsip etis yang lebih luas daripada norma sosial dan hukum.
(Tahap 5) : Orientasi kontrak sosial
Seseorang menyadari bahwa setiap orang punya latar belakang dan situasi berbeda. Ia berpikir bahwa tidak ada yang pasti jika melihat sebuah kasus. Tindakan yang benar adalah yang mendukung hak asasi manusia dan prinsip-prinsip etis universal. ada.
(Tahap 6) : Prinsip etika universal
Menggambarkan prinsip internal seseorang, Ia melakukan hal yang dianggapnya benar walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.