གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Fadillah Quraini 2253053026

Nama: Annisa Fadillah Quraini
NPM : 2253053026

Analisis Video
PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Video ini berisikan peran seorang pendidik sekolah dasar dalam menanamkan pentingnya pendidikan nilai dan moral melalui mata pelajaran PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan) seperti:

1. Pentingnya Pendidikan Moral
Kesadaran akan nilai-nilai moral adalah kunci untuk membantu anak-anak membuat keputusan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

2. Permasalahan Moral dalam Pendidikan
Masalah moral sering kali menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Orangtua dan guru sering menghadapi tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak.

3. Peran PPKN dalam Pendidikan Moral
Mata pelajaran PPKN mengajarkan nilai-nilai moral yang diperlukan oleh warga negara dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat.

4. Pendekatan dalam Pendidikan Moral
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh pendidik sekolah dasar untuk menanamkan nilai dan moral pada peserta didik, seperti pendekatan indoktrinasi, pendekatan klarifikasi nilai, memberi teladan, dan pembiasaan perilaku.

5. Tujuan Mata Pelajaran PPKN
Tujuan dari mata pelajaran PPKN, yaitu pemahaman tentang Pancasila, penanaman nilai-nilai moral Pancasila, pembentukan pola pikir sesuai dengan Pancasila, dan memotivasi peserta didik untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

kesimpulan dari video ini yaitu mengenai pentingnya pendidikan moral dan peran PPKN bagi peserta didik. Serta bagaimana pendidik sekolah dasar dapat membantu membentuk karakter dan moral peserta didik dalam menciptakan generasi masa depan bangsa yang baik dan bertanggung jawab.
Nama : Annisa Fadillah Quraini
NPM : 2253053026

Pendidikan nilai dan moral yang memiliki arti Ada beberapa pendekatan untuk menanamkan nilai satu pemerintah Pemerintah membuat undang-undang nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pasal 35 tentang kurikulum ayat 3, yaitu: yang mana agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai , pada nilai, yang kedua masyarakat atau komunitas kebiasaan-kebiasaan di masyarakat akan membantu untuk menanamkan nilai,

beberapa aliran dalam pengajaran nilai, yaitu:
1. Aliran relativisme nilai yang tidak bisa diajarkan perhatikan nilai festival kreatif subjektif temporer dan situasional.
2. Aliran kebebasan atau value-free nilai yang tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri penanaman nilai dan Penerapan nilai sangatlah penting bagi kehidupan seorang manusia untuk menjalani kehidupan di dunia.
Nama : Annisa Fadillah Quraini
NPM : 2253053026

Judul: PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Penulis: Darmiyati Zuchdi
Tahun terbit: 2001
Halaman: 8 Halaman
Kata kunci: pendidikan nilai/moral, pendekatan komprehensif, pembentukan karakter

Hasil Analisis
Pendidikan nilai dan moral di sekolah merupakan upaya penting dalam pembentukan karakter dan akhlak bangsa yang berkualitas. Kehidupan yang semakin kompleks dan perubahan yang cepat menuntut adanya pendidikan nilai yang komprehensif, yang mencakup empat macam substansi pendidikan nilai, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Pendidikan nilai dan moral di Indonesia sudah cukup komprehensif dalam hal materi, terutama dalam menyampaikan nilai-nilai fundamental yang membimbing individu menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila.

Meskipun materi pendidikan nilai sudah komprehensif, perlu perhatian lebih pada metode dan strategi pengajaran nilai-nilai ini untuk menjadikan pendidikan nilai lebih efektif dan relevan dengan perubahan zaman. Pendidikan nilai yang komprehensif hendaknya mengembangkan peserta didik secara holistik, mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pendekatan pendidikan nilai harus mencakup berbagai aspek, termasuk inculcating (menanamkan), modeling (meneladankan), facilitating (memudahkan), dan skill development (pengembangan ketrampilan) untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kehidupan sosial yang konstruktif.
Nama : Annisa Fadillah Quraini
NPM : 2253053026
Analisis jurnal 1

Judul: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Penulis: Rukiyati (rukiyati@uny.ac.id) 

Pendidikan moral di sekolah memiliki peran penting dalam membangun generasi bangsa yang berkualitas. Meskipun orang tua memiliki peran utama dalam mendidik moral anak-anak, Pendidik di sekolah juga memiliki peran besar dalam membentuk moral peserta didik. Pendidikan moral yang komprehensif mencakup aspek-aspek seperti pendidik, materi pelajaran, metode pengajaran, dan evaluasi. Dengan mendesain pendidikan moral secara komprehensif, diharapkan hasilnya dapat optimal dalam pembentukan nilai moral peserta didik. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak muda agar menjadi individu yang bermoral baik dan cerdas secara intelektual. Tujuan utama pendidikan, seperti yang dinyatakan oleh Aristoteles, adalah menciptakan generasi muda yang unggul.
Dengan demikian, pendidikan moral di sekolah merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan ini dan harus diterapkan dengan serius dan komprehensif untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas.