Kiriman dibuat oleh Angga Putra 2253053043

Nama: Angga Putra
NPM: 2253053043

Analisis saya terhadap video Youtube yang bejudul " PELAJAR ANTI KORUPSI " adalah menceritakan siswa di SMK Negeri 3 Wonosari terdapat siswa yang bernama Hanafi, ia memiliki kebiasaan buruk yaitu membuat nota palsu. Saat ia di mintai tolong untuk memfotokopi, ia meminta nota kosong dan menulis harga yang palsu sehingga ia mengkorupsi uang kas. Suatu hari ia merasa kurang enak badan, dan temannya pun bercerita mengenai korupsi serta akibat dari makan - makanan hasil dari korupsi bisa menyebabkan penyakit dalam tubuh.
Dari kasus yang saya tonton pada video tersebut saya dapat simpulakan yaitu pentingnya menanamkan prinsip-prinsip anti korupsi disekolah terutama bagi siswa dimana sekolah dapat memberikan penanaman pendidikan anti korupsi . Pendidikan anti korupsi diberikan agar terciptanya generasi muda yang dengan sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan juga mengetahui sanksi-sanksi yang akan diterima jika seseorang melakukan korupsi.
Nama: Angga Putra
NPM: 2253053043

Analisis saya terhadap video Youtube yang bejudul " Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia " adalah didalam video tersebut menjelaskan tentang sistem pendidikan sekolah dasar di Jepang yang sangat berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia yaitu sebagai berikut:
1. Kebersihan sejak dini
Di Indonesia kebersihannya masih kurang karena banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, hal tersebut karena kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik tidak diajarkan pada kurikulum pendidikan di Indonesia. Sedangkan di Jepang kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik diajarkan pada kurikulum pendidikan, kurikulum di Jepang mengajarkan peserta didik untuk bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka sendiri sehingga di sekolah tidak ada petugas kebersihan.

2. Makan bareng
Pada pendidikan di Jepang mengatur makanan peserta didik dengan menyiapkan menu makanan, gizi yang disiapkan, cara mereka makan, dan melakukan makan bersama-sama. Hal tersebut untuk membangun hubungan positif antara peserta didik dengan guru.

3. Mata pelajaran sedikit
Indonesia terkenal dengan jumlah mata pelajarannya yang banyak dan berulang dalam seminggu. Sedangkan di Jepang untuk pendidikan dasarnya tergolong sedikit dan diajarkan hanya di hari tertentu saja sehingga tidak berulang dalam seminggu.

4. Pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian yang menjadi faktor untuk menentukan kenaikan kelas. Sedangkan pendidikan dasar di Jepang tidak melibatkan ujian untuk 3 tahun awal pendidikan dasar. Para peserta didik tidak diberikan ujian supaya mereka fokus dalam belajar pendidikan karakter seperti sopan santun, tolong menolong, bersikap di publik dan lainnya, dengan tujuan bahwa pendidikan karakter menjadi dasar yang baik bagi mereka.

5. Membaca dulu
Minat baca di Indonesia sangat rendah. Sedangkan di Jepang para peserta didik dibiasakan untuk membaca buku selama 10 menit sebelum memasuki pembelajaran sehingga Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang perlengkapan sekolah diperhatikan sehingga peserta didik mendapatkan perlengkapan sekolah yang sama yang disediakan oleh sekolah agar peserta didik lain tidak minder.

7. Seragam sekolah
Seragam sekolah di Indonesia dan Jepang sama-sama sudah diatur. Namun di Indonesia memiliki berbagai macam pakaian yang berbeda tiap harinya, sedangkan di Jepang hanya memiliki 1 seragam saja.
Nama: Angga Putra
NPM: 2253053043

Analisis saya terhadap video Youtube yang bejudul " POTRET PENDIDIKAN DIDUSUN TERPENCIL " adalah
Sekolah Dasar yang terletak di sebuah dusun terpencil terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas. Dan ketika Covid-19 tidak menjadi halangan mereka untuk belajar, karena tidak adanya akses internet. Sehingga mengharuskan mereka tetap harus belajar dikelas.
Nah dengan kasus yang ada divideo tersebut menyadarkan kita akan pentingnya pemerataan pendidikan didaerah-daerah terpencil oleh pemerintah. Untuk menyamakan tingkat pendidikan di daerah terpencil, pemerintah harus merancang rencana yang lengkap dan terpadu. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur pendidikan seperti gedung sekolah, jalan dan jembatan, dan akses listrik maupun sinyal dan air bersih.
Nama: Angga Putra
NPM: 2253053043

Analisis saya terhadap video Youtube yang bejudul " SEPENGGAL CERITA PENGAJAR MUDA DI PLOSOK KALIMANTAN " didalam video ini menceritakan perjalan hidup mengajar seorang guru muda atau pengajar muda yang bergabung dalam program Indonesia Mengajar nah ia ditetapkan atau ditugaskan didaerah plosok Kalimantan yaitu desa Tanjung Matau Nunukan, Kalimantan Utara. Tentunya terdapat beberapa hambatan dalam mengajar didaerah itu salah satunya adalah banyak nya pernikahan usia dini, dan kurangnya perhatian orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak. Dengan ada nya video ini pastinya memberikan kita banyak motivasi dan pandangan akan penting nya pendidikan anak apalagi didesa-desa yang terplosok yang jauh dari kemajuan pendidikan yang dimana kurang nya tenaga pendidik.
Nama: Angga Putra
NPM: 2253053043

Analisis saya terhadap jurnal yang berjudul " Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
" adalah Sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat.Itu adalah individualisme yang sangat menekankan pada kepentingan individu kolektivisme yang menekankan pada kepentingan masyarakat. Kenyataan itu sebenarnya dipahami sebagai hakikat masyarakat manusia itu sendiri. Itu sebabnya konflik secara historis masih terus berlanjut saat ini dan mungkin akan tetap seperti itu, hingga waktu yang tidak diketahui di masa depan. Terlebih lagi, konflik itu adalah kini sepenuhnya diwarnai oleh perilaku korup. Dari pendekatan filsafat moralitas (etika),
Namun, tidak ada gunanya mengakhiri konflik itu sama sekali. Karena itu, signifikan Masalahnya adalah ‘bagaimana mungkin menggabungkan dua potensi di balik konflik’. Untuk mewujudkan hal itu tujuan, diyakini bahwa baik hati nurani maupun perilaku etis mempunyai kekuatan yang tepat memecahkan masalah itu. Ada dua alasan,
a) Kesadaran Moralitas, yaitu hati nurani adalah kebebasan individu dan sumber daya kreativitas.
b) Norma etika harus mampu memimpin kreativitas individu dalam rangka meningkatkan perkembangan masyarakat manusia.
Akhirnya bisa jadi menyimpulkan bahwa masyarakat yang sarat dengan kesadaran moralitas individu harus ditumbuhkan dan berkembang, dan sebaliknya, masyarakat dengan norma-norma etika harus tertata.