Nama : Mirza Sultan Baradatu
NPM : 2218011032
Kelas : B (Genap)
Pemilihan umum di Indonesia terkait dengan ideologi yang dianut masyarakat Indonesia yaitu Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila terbagi menjadi tiga hal, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Dalam sistem demokrasi, pemilihan umum memiliki peran penting untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis. Namun, terdapat dua masalah dalam pelaksanaan pemilihan umum, yaitu rendahnya tingkat partisipasi pemilih dan implikasi demokratisasi di daerah yang tidak sepenuhnya mampu mengontrol proses pelaksanaan pemilihan umum.
Pemilihan umum merupakan upaya menciptakan pemerintahan yang demokratis. Salah satu harapan dalam menerapkan demokrasi adalah munculnya calon pemimpin daerah secara independen. Namun, terdapat pergeseran demokrasi Pancasila pada saat ini. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Hal ini menjadi amanat langsung dari UUD 1945 Pasal 22E ayat (1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.
Nilai pada dasarnya memiliki berbagai sifat, salah satu sifat nilai yaitu normatif. Nilai normatif merupakan nilai yang mengandung harapan, keinginan, dan suatu keharusan. Salah satu landasan pokok sebagai cerminan penyelengaraan negara berupa pemilihan umum terdapat pada sila keempat dalam Pancasila. Dalam pemilihan umum, semua warga negara dalam menjalankan sistem pemerintahan harus tunduk terhadap hukum. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar yang dapat direalisasikan dalam kehidupan praktis.
Dalam pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia, terdapat dua masalah yang perlu diperhatikan, yaitu rendahnya tingkat partisipasi pemilih dan implikasi demokratisasi di daerah yang tidak sepenuhnya mampu mengontrol proses pelaksanaan pemilihan umum. Tingkat partisipasi pemilih yang rendah dapat diatasi dengan memberikan pemahaman yang tepat tentang pentingnya memilih dan memilih calon pemimpin yang tepat. Implikasi demokratisasi di daerah juga perlu diperhatikan, terutama dalam memilih calon pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan umum dapat berjalan dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.