Kiriman dibuat oleh Desviana Safitri 2213053064

Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Dalam video menjelaskan tentang berbagai fungsi keluarga dan nilai-nilai moral yang diterapkan dalam keluarga. Fungsi-fungsi keluarga yang disebutkan meliputi:

1. Fungsi Agama: Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk iman, moralitas, dan etika berdasarkan keyakinan agama yang dianut.
2. Fungsi Sosial Budaya: Keluarga mengajarkan pentingnya gotong royong, toleransi, dan kerukunan dalam masyarakat.
3. Fungsi Cinta Kasih: Keluarga memberikan pembelajaran tentang empati, keadilan, kesetiaan, dan pengorbanan.
4. Fungsi Perlindungan: Keluarga mengajarkan nilai-nilai seperti pemaafan dan ketabahan dalam menghadapi tantangan.
5. Fungsi Reproduksi: Keluarga mengajarkan tanggung jawab dalam merawat dan mendidik generasi berikutnya.
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan: Keluarga berperan dalam membentuk sikap positif seperti percaya diri, kreativitas, dan kerja sama.
7. Fungsi Ekonomi: Keluarga mengajarkan nilai-nilai ekonomi seperti hemat, ketelitian, dan disiplin.
8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan: Keluarga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kedisiplinan dalam menjaga lingkungan.

Dengan demikian, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk individu yang memiliki dasar moral yang kuat dan kemampuan untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Video ini menampilkan anak jaman sekarang yang krisis moral. Pendidikan moral bangsa ini semakin memudar. Dalam video ini terdapat siswa SMA yang melempari kertas kepada guru yang sedang menjelaskan materi dipapan tulis. Ini merupakan perilaku yang sangat menyimpang. Hal ini menunjukkan bahwa Anak-anak tersebut tidak menghargai dan menghormati guru atau orang yang lebih tua.

Dan saat jam pelajaran selesai, seorang anak menabrak seorang guru dan akhirnya buku yang dibawa terjatuh. Seharusnya anak membantu guru untuk mengambil buku dan meminta maaf tetapi malah kabur dan berlari. Video tersebut juga menunjukkan cara berpakaian anak yang tidak menaati peraturan sekolah. Tidak hanya itu saat diluar sekolah. Anak-anak tersebut melakukan tindakan seperti merokok, minum minuman keras.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Kriteria nilai hardskill dan kriteria softskill memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut adalah beberapa perbedaannya:
1. Hardskill:
- Hardskill berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian teknis yang spesifik dalam suatu bidang.
- Biasanya dapat diukur secara objektif melalui tes, sertifikat atau pengalaman kerja terkait.
- Contoh hardskill termasuk kemampuan bahasa, pemrograman komputer, keahlian matematika, dan keahlian bidang tertentu seperti akuntansi atau desain grafis.

2. Softskill:
- Softskill berkaitan dengan keterampilan interpersonal dan kepribadian yang memungkinkan seseorang berinteraksi secara efektif dengan orang lain.
- Tidak dapat diukur dengan cara yang sama seperti hardskill karena sifatnya yang lebih subjektif.
- Contoh softskill termasuk kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan, kepribadian yang ramah, motivasi diri, dan kemampuan mengatasi konflik.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa hardskill lebih fokus pada aspek teknis dan spesifik dalam bidang tertentu, sementara softskill lebih berkaitan dengan keterampilan sosial dan kepribadian yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Kedua kriteria ini penting dalam dunia kerja dan memiliki peran yang saling melengkapi.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064
Video tersebut menjelaskan tentang pentingnya pendidikan moral bagi anak sekolah dasar dan peran yang harus dimainkan oleh orang tua dan guru dalam mewujudkan nilai-nilai moral. Pendidikan moral bertujuan untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik, mengembangkan pengetahuan, dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab.

Dalam video juga menyebutkan dua penyebab menurunnya moral pada anak, yaitu perlindungan di sekolah yang kurang dan kekerasan fisik di keluarga. Perlindungan di sekolah menjadi penting dalam era globalisasi saat ini, di mana pendidikan moral sangat diutamakan untuk mengembangkan kompetensi personal dan sosial anak sekolah dasar agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik. Contoh kasus yang disebutkan adalah perundungan di sekolah, yang dapat terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua dan anak mencari perhatian dengan cara merundung teman-temannya.

Selain itu, kekerasan fisik di keluarga juga menjadi penyebab menurunnya moral pada anak. Ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga dapat mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandung, yang membuat anak merasa tidak aman di rumah.

Dalam mewujudkan pendidikan moral, peran orang tua dan guru sangat penting. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak, karena anak cenderung meniru tingkah laku orang tuanya. Guru juga memiliki peran dalam memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi insan yang bertanggung jawab.

Dalam konteks pendidikan moral, guru harus menjadi figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik, serta memberikan contoh yang baik kepada siswa. Guru juga perlu memberikan nasihat dan motivasi kepada siswa agar mereka tidak menyimpang dari tujuan pendidikan moral.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064
Analisis artikel jurnal itu memperlihatkan bahwa lingkungan keluarga memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan moral anak-anak. Nilai-nilai dan perilaku yang diamati dan dialami dalam keluarga memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.

Artikel ini juga menyoroti dampak negatif globalisasi dan modernisasi atas masalah-masalah moral dalam masyarakat. Kemajuan teknologi dan ketersediaan informasi telah menimbulkan berbagai masalah seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan masalah kesehatan mental.

Beberapa faktor turut menyebabkan kemerosotan nilai-nilai moral di antara anak-anak, termasuk kurangnya nilai-nilai agama, pengaruh negatif dari masyarakat, pendidikan moral yang tidak memadai dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, dinamika keluarga yang buruk, kontak dengan narkoba dan kontrasepsi, serta pengaruh westernisasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, artikel itu menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga. Orang tua hendaknya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membimbing anak-anak mereka dalam mengembangkan karakter moral yang baik. Selain itu, menciptakan lingkungan keluarga yang positif dan menyediakan bimbingan dalam memanfaatkan waktu santai yang produktif sangat penting untuk meningkatkan nilai-nilai moral.

Secara keseluruhan, analisis artikel jurnal tersebut menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi tantangan kenakalan remaja dan meningkatkan nilai-nilai moral yang positif dalam diri anak-anak.