Kiriman dibuat oleh Krisna Farhan Fadillah 2213053139

Nama : Krisna Farhan Fadillah
NPM : 2213053139

Dalam upaya pengaruh pengetahuan moral yang ada di dalam penelitian moral memiliki upaya dan pengaruh yang baik dan juga ada beberapa faktor yang menjadi kontribusi berpengaruhnya kualitas moral di kalangan siswa antara lain dari keteladanan dan tauladan dari guru orang tua dan masyarakat yang mana keteladanan di Indonesia ini terkadang dianggap menjadi hal yang langka disebabkan banyak terjadinya yang tidak patut untuk dicontoh apalagi oleh peserta didik atau anak sekolah yang notabene masih mencari jati diri dan belum bisa membedakan hal baik dan buruk
Siswa juga memerlukan beberapa sesi formal untuk mendapatkan dan memiliki nilai moral yang baik yaitu yang pertama pengetahuan moral atau moral knowing nilai-nilai murni moral atau moral filing dan juga moral action
Menurut Hambali ketika hal ini perlu distimuluskan kepada peserta didik sebab perilaku dan moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan anak berkembang apa adanya namun perlu dibantu oleh orang lain dalam hal ini sekolah yang didalamnya terdapat kurikulum dan juga pendidik atau tenaga pengajar yang bertujuan untuk mengarahkan nilai-nilai moral kepada peserta didik

A. Pengetahuan moral (Moral knowing )

a. Yang pertama yaitu adalah kesadaran moral yang mana kesadaran moral merupakan bawaan dari diri masing-masing terhadap sesuatu yang dinilai kurang tepat dan baik. Maka untuk menumbuhkan kesadaran moral diperlukannya asupan informasi mengenai kesadaran moral

b. Nilai nilai moral atau moral value yaitu salah satu contohnya adalah dapat menghormati kehidupan kemerdekaan bertanggung jawab terhadap orang lain, kejujuran, keadilan toleransi, sopan santun, disiplin, integritas, belas kasih, kedermawanan Dan keberanian

Nilai moral itu juga dapat diimplementasikan kepada rasa tanggung jawab terhadap sesuatu yang merupakan kewajiban kita

c. Perspektif
Di dalam pengetahuan nilai moral juga kita perlu melatih dan membiasakan diri untuk mengambil perspektif tidak hanya perspektif atau sudut pandang dari sisi kita saja namun juga dari sisi orang lain bagaimana orang lain akan berpikir dan beranggapan tentang suatu hal yang mana barangkali berbeda dengan sudut pandang yang ada pada diri kita
d.Penalaran Moral
Penalaran moral bagi anak-anak akan dapat mereka pelajari ketika mereka sudah melakukan sesuatu tersebut

e. Membuat keputusan
Dapat menganalisis dan memutuskan keputusan apa yang akan diambil dengan mempertimbangkan dampak yang terjadi dari keputusan yang telah dibuat itu

f. Memahami diri sendiri
Save knowledge atau memahami diri sendiri merupakan suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh setiap orang sebab setiap orang harus mengenali dirinya sendiri salah satunya adalah dengan terus mengevaluasi dan juga menyadari apa saja kekurangan yang ada pada dirinya dan bila perlu bertanya dan meminta masukan dari orang lain tentang Apa saja hal yang masih kurang dan salah dari moral yang telah dia tetapkan
Nama : Krisna Farhan Fadillah
NPM : 2213053139

Di era digital ini penggunaan teknologi seakan-akan menjadi pedang yang memiliki dua mata yang mana apabila seseorang menggunakannya dengan baik maka dampaknya pun akan menjadi positif dan sebaliknya seseorang yang menggunakan teknologi tersebut dengan negatif maka dampaknya akan buruk bagi pengguna tersebut. Terlebih lagi di masa saat ini yang mana merupakan masa-masa sudah berkomunikasi peran Golongan muda sangatlah Sentral Sebab di pundak para pemuda atau golongan milenial tertanam harapan untuk masa depan yang lebih baik lagi. Dengan teknologi yang memiliki dua arah ini harapannya pemuda dapat diarahkan dan dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya bukan justru sebaliknya yaitu Maret teknologi sehingga meninggalkan dan mengabaikan kewajibannya. Maka di dalam jurnal ini penyusun telah melakukan survei yaitu bagaimana yang terjadi di salah satu SMA dengan dampak era digital yang berkembang terus ini. Setelah dilakukan observasi maka diambil kesimpulan dan juga saran bahwa generasi milenial perlu dibimbing dan juga diarahkan untuk dapat memanfaatkan media sosial ataupun teknologi digital dengan sebaik-baik mungkin salah satunya adalah dengan cara menambah soft skill ataupun pengetahuan yang dapat diakses di media digital
Nama : Krisna Farhan Fadillah
NPM : 2213053139

Di dalam video ini menampilkan drama Penerapan nilai moral Pancasila di lingkungan keluarga menceritakan ada seorang ibu yang memiliki dua orang anak perempuan yaitu yang bernama Santi dan juga Caca keduanya merupakan anak kandung namun memiliki sifat yang berbeda Santi yang merupakan Kakak memiliki sifat arogan kura-kura kan dan tidak patuh kepada orang tuanya berbanding terbalik dengan adiknya yang bernama Caca yang penyabar sayang kepada ibunya dan keluarganya nilai yang dapat yang dapat diambil dalam lingkup keluarga ialah kita harus menyayangi kedua orang tua kita dan juga saudara kita terutama ibu yang merupakan orang yang telah melahirkan kita Jangan sampai kita mengembangkan akan perintahnya dan nasehatnya dan juga kita harus mengingatkan saudara kita atau anggota keluarga kita yang lainnya agar tidak berbuat semena-mena dan menjauhi keluarganya
Nama : Krisna Farhan Fadillah
NPM : 2213053139

Kehidupan kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa

setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat untuk menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik berbagai universitas di Indonesia

menerapkan kebijakan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia lewat kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila penerapan nilai-nilai moral Pancasila diarahkan berjalan secara manusiawi dan alamiah tidak saja lewat pengalaman secara pribadi nilai-nilai moral Pancasila tidak untuk sekedar dipahami melainkan untuk dihayati, oleh karena itu penyerapan nilai-nilai moral Pancasila bukan lewat proses indoktrinasi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan berbeda orientasi untuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat dan berbaktivasi aktif dalam masyarakat politik pada masyarakat Indonesia yang multikultural budaya kewarganegaraan perlu dibangun di atas pondasi kebajikan kewarganegaraan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai-nilai Pancasila seperti yang kita ketahui bahwasanya masih banyak masalah moral yang ada di lingkungan kampus seperti yang pertama vandalisme dan kekerasan Hal ini karena ini sangat berbahaya bagi para korbannya karena tidak hanya fisik yang tersakiti biasanya tak sedikit para korban juga ikut terganggu yang
2.mencuri
tidak sedikit para mahasiswa mengutarakan kesempatan kecil untuk mencuri
3.menconteks ini menjadi salah satu masalah penting yang masih belum bisa dikendalikan sampai sekarang yang
4.ada materi tidak terhormat Pada pejabat publik walaupun banyak dari para pejabat publik yang tidak becus dalam tugasnya untuk membangun Indonesia dan menceritakan rakyatnya Tapi kita tetap patuh dan hormat terhadap pejabat publik 5.kekejaman terhadap sesama teman kemudian hal ini juga sangat berbahaya bagi manusia
6.menyerang keyakinan orang lain yang berbeda kita harus mengambil kebebasan seperti ini karena kita harus menghargai setiap perbedaan
7.bicara kasar
Meski dianggap biasa dalam pertemanan berbicara kasar di dalam lingkungan kampus adalah perilaku yang tidak pantas yang
8.pemerkosaan dan pelecehan seksual
Tak jarang para mahasiswa mendapatkan perilaku keji

9.bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara

10.perilaku meresahkan diri seperti narkoba yang berbahaya.

selain itu kita juga harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan karakter yang khas Indonesia dengan fokus keberagama, toleransi, dan keadilan sosial
Nama : Krisna Farhan Fadillah
NPM : 2213053139

Di dalam upaya meningkatkan pendidikan moral di Indonesia pemerintah berdasarkan kepada anak-anak sekolah sehingga pendidikan nilai moral dimasukkan ke dalam pembelajaran yang ada di sekolah pada saat itu dikeluarkanlah PMP atau pendidikan moral Pancasila yang berorientasi kepada nilai-nilai yang ada dalam sila Pancasila berjalannya waktu berubah menjadi PPKN atau pendidikan kekeluargaan dan kewarganegaraan dan hingga saat ini menjadi PKN. Namun beberapa pihak menilai bahwa pendidikan nilai moral ini masih kurang terkena dengan sasaran yang ada.