Kiriman dibuat oleh Andestri Nanda Raya 2213053113

Nama: Andestri Nanda Raya
NPM: 2213053113
Kelas: 2A
Prodi: PGSD
Analisis Video

Berdasarkan hasil analisis video di atas yang berisi cakupan pengertian ketahanan nasional, dimensi, konsep ketahanan nasional, dan upaya dalam mempertahankan ketahanan nasional. Untuk pengertian ketahanan nasional ialah suatu kondisi suatu bangsa yang berisi ketangguhan nasional dan keuletannya dalam menghadapi dan juga mengatasi segala macam tantangan, ancaman, gangguan, serta hambatan baik berasal dari luar ataupun dari dalam negeri.
Secara terminologi, pengertian ketahanan nasional dapat dilihat berdasarkan 3 hal, yaitu
1. Berdasarkan wajah ketahanan nasional Indonesia (Asta Gatra/3 Wajah Ketahanan Nasional).
2. Berdasarkan dimensi dan ketahanan nasional berlapis (ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya).
3. Bela negara sebagai upaya mewujudkan ketahanan nasional (pasal 27 ayat 3 UUD NRI 1945).

Lalu, dijelaskan bahwa ketahanan nasional memiliki dimensi, antara lain dimensi ketahanan ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Untuk Konsep ketahanan nasional berlapis menjelaskan bahwa ketahanan nasional sebagai kondisi yang kokoh dan tangguh dimulai dari lapisan terbawah, seperti ketahanan diri; meliputi ketahanan keluarga, wilayah, regional, dan nasional.

Kita mengetahui di era globalisasi memunculkan perubahan global yang tidak mengenal batas wilayah sehingga bisa menimbulkan pertukaran pandangan, produk, pemikiran, aspek-aspek budaya, dan lainnya yang melanda seluruh dunia sehingga era globalisasi ini membawa berbagai dampak diberbagai bidang, baik dampak positif atau dampak negatif. Untuk mengatasi dampak negatif perlu adanya upaya kita sebagai warga negara Indonesia, misalnya dengan cermat/selektif dalam membaca atau menerima berita dan tidak terlalu terpengaruh dengan berita disosmed karena pada era globalisasi setiap orang bisa menyebarkan berita tanpa mengetahui kebenarannya, bisa jadi yang disebarkan adalah berita bohong (hoax). Lalu kita harus melakukan filterisasi/menyaring budaya yang masuk, kita harus memilih yang cocok dengan bangsa Indonesia dan yang dapat mengembangkan diri seperti disiplin dan etos kerja yang tinggi dan pastinya budaya yang masuk pun harus sesuai dengan ideologi kita pula. Selain itu, kita juga dapat menerapkan langkah-langkah kesehatan dan menjaga diri sendiri di era covid-19 ini. Dengan perlahan menerapkan hal-hal kecil seperti itu, kita dapat berupaya dalam menjaga ketahanan negara kita sendiri.
Nama: Andestri Nanda Raya
NPM: 2213053113
Kelas:2A
Prodi: PGSD
Analisis Soal

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Di dalam artikel tersebut berisi akan kemundurannya HAM yang terjadi di tahun 2019. Masih banyak masalah yang timbul akan ketidaksesuaian HAM yang berlaku, seperti permasalahan kesetaraan gender, diskriminasi, kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, rasisme, serta ketidakadilan dan ketidakakuntabilitasnya HAM. Dengan hal itu, perlu adanya upaya penggerakkan atau penegakkan HAM yang semestinya yang sesuai dengan hukum yang berlaku dan yang telah ditetapkan. Untuk hal positif yang dapat Saya ambil ialah dapat mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi masalah dalam HAM dan hal apa saja yang menjadi kekurangan dalam penegakan HAM sehingga dengan mengetahui hal tersebut kita dapat sadar dan akan berupaya menegakkan hukum kembali dalam peran kita sebagai warga negara.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab: Nilai-nilai yang terkandung dalam Demokrasi Pancasila merupakan nilai-nilai adat dan kebudayaan dari masyarakat Indonesia secara umum. Banyak sekali nilai yang terkandung dalam nilai adat istiadat yang dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara. Demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, seperti gotong royong, solidaritas, musyawarah dan mufakat, serta toleransi. Hal tersebutlah merupakan sisi positif demokrasi bernilai adat istiadat/budaya. Akan tetapi, terdapat hal yang menjadi sebuah tantangan, misalnya negara Indonesia memiliki keberagaman dan perbedaan budaya yang dapat menimbulkan perpecahan internal, hal tersebut disebabkan apabila dalam pelaksanannya masih bergantung pada kepuasan pihak tertentu saja atau hanya satu pihak yang unggul sehingga dianggap lebih diprioritaskan maka perpecahan tersebut akan terjadi.
Prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa dalam demokrasi Indonesia menunjukkan bahwa kepercayaan kepada Tuhan menjadi dasar dan landasan moral dalam menjalankan negara. Dengan hal tersebut, sistem penyelenggaraan negara harus taat, konsisten dan sesuai dengan nilai juga kaidah dasar ketuhanan yang maha esa. Dengan begitu, masyarakat diharapkan mempunyai pola pikir dan tindakan yang jauh dari tercela. Sehingga dapat meminimalisir adanya konflik pelanggaran HAM.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab: sebagian besar pelaksanaan demokrasi di Indonesia sudah sesuai dengan prinsip demokrasi dan juga sudah terlaksana berdasarkan hukum dan UUD 1945. Akan tetapi, sebagian kecil masih belum terlaksana. Hal tersebut terjadi karena kepentingan partai politik sekarang ini sudah dikuasai oleh kelompok elite dan oligarki. Banyak terjadi ketidaksesuaian dan banyak partai politik yang melanggar aturan dalam pelaksanaan demokrasi demi keuntungan kelompoknya. Dengan hal itu, perlu adanya upaya penegakan hukum yang dilakukan pemerintah secara tegas dan perkuat pengawasan terhadap pelaksanaan demokrasi.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab: Sikap saya dalam kondisi tersebut pastinya akan kecewa karena anggota parlemen tersebut menjadi perantara dan yang beramanah dalam menyuarakan suara rakyat. Seharusnya seorang Parlemen harus menjadi wakil rakyat yang menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat dan negara. Apabila anggota parlemen hanya mementingkan kepentingan pribadi, maka hal itu akan menyebabkan kerusakan tata kelola negara sehingga dapat menghambat kemajuan demokrasi Indonesia.

5. Bagaimana pendaapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab: Pendapat saya mengenai hal tersebut sangatlah tidak etis untuk dilakukan. Hal tersebut sangat bertentangan dalam kebebasan HAM. Seharusnya dalam berdemokrasi, pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik harus mampu mengendalikan diri agar tidak melanggar hak manusia dan prinsip demokrasi. Di era saat ini, sudah banyak pihak yang melakukan hal tersebut tidak menutup kemungkinan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat negara dengan menyalahgunakan kekuasaannya dengan semena-mena terhadap rakyat. Untuk menyadarkan hal tersebut, rakyat sangat berperan penting untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan adanya keterlibatan rakyat demokrasi dan HAM akan tegak dan tidak ada lagi penyalahgunaan kekuasaan.
Nama: Andestri Nanda Raya
NPM: 2213053113
Kelas:2A
Analisis Soal

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Tanggapan saya terhadap isi artikel di atas adalah terdapat adanya konflik yang melibatkan batas-batas wilayah negara Indonesia-Timor Leste. Konflik tersebut memicu adanya kerusakan, pertumpahan darah, dan lainnya. Adanya argumen yang berbeda dari kedua pihak hendaknya ada penengah untuk mengatasi masalah ini dan demi ketidakberkelanjutannya konflik perbatasan ini sehingga dari kedua belah pihak dapat berdamai.
Untuk hal positif yang dapat Saya ambil adalah dapat mengetahui konflik-konflik perbatasan yang terjadi antara Indonesia-Timor Leste dan juga dapat mengetahui mengenai aturan atau hukum yang berlaku dalam wawasan nusantara.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab: Menurut Saya, apabila wilayah Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara pastinya bangsa Indonesia tidak akan ada lagi rasa kesatuan dan persatuan di antara negara dan tidak adanya rasa untuk melindungi bangsa secara utuh, serta dapat pula menimbulkan sebuah konflik antarnegara. Kita mengatahui bahwasanya negara Indonesia memiliki banyak pulau, dengan kita berkonsepsi wawasan nusantara kita dapat menghalau adanya konflik perebutan wilayah kekuasaan dengan bangsa lain. Sehingga wilayah Indonesia akan selalu utuh dan pertahanan dan keamanan negara pun dapat terjamin. Dengan berwawasan nusantara yang dapat terealisasikan makan akan terciptanya kehidupan dunia yang ideal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawab: Dalam hal ini konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegahnya konflik yang terjadi seperti di dalam artikel terutama baik oleh seluruh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat. Tentunya untuk selalu terjaganya wilayah Indonesia ini perlu adanya tekanan dari berbagai pihak untuk selalu menaati dan mengerti akan peraturan perwilayahan yang ditetapkan sehingga kita dapat terhindarnya disintegrasi. Selain menjaga perwilayahan Indonesia, kita juga sekaligus dapat menjaga kebudayaan di tiap daerah dari adanya pihak luar.
Lalu, dengan adanya konsepsi wawasan nusantara ini bisa menjadi upaya perdamaian antara Indonesia-Timor Leste yang dapat menciptakan suatu kerjasama, kesepakatan, dan keadilan sehingga munculnya sebuah persatuan dan keastuan.