Kiriman dibuat oleh Aldila seprina 2213053207

Nama : Aldila Seprina
kelas : 2213053207
MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA

Membentuk nilai moral dari sejak usia dini hingga remaja merupakan tanggung jawab orang tua masyarakat dan pemerintah secara integritas kerjasama yang baik antara pihak keluarga masyarakat dan pemerintah akan menghasilkan generasi yang kaya akan tingkat moralitas sehingga generasi kita seterusnya akan menjadi lebih baik. Terutama peran orang tua sebagai pendidik yang berhadapan langsung dengan generasi penerus bangsa yaitu anak-anak jadi dari sejak usia dini orang tua meletakkan dasar-dasar pendidikan moral artinya keluarga menjadi tempat pembentukan kepribadian yang sangat penting.
Nama: Aldila seprina
NPM: 2213053207
Judul :
PENERAPAN ILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH
Moralitas identik dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara

pengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Pada dasarnya nilai, moral,
dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk
melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. kedua, menarik perhatian pada
permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian
manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional” Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka
untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya system hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingan-
kepentindgan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk
melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih
lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah system hukum.
Nama : Aldila seprina
NPM : 2213053207
HASIL ANALISIS JURNAL
"Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Generasi Penerus"
Fenomena perilaku amoral remaja saat ini sangat mencemaskan

dan meresahkan, bahkan telah mengganggu ketertiban umum dan
membuat kehidupan tidak aman serta nyaman. Kalau hal ini tidak
segera ditangani secara serius dan terencana yaitu dengan pen-
didikan nilai moral/agama, kemungkinan besar bangsa ini akan
kehilangan generasi penerus.
- Kondisi ideal remaja sebagai generasi penerus, merupakan indi-
vidu yang sedang berkembang, dan oleh karena itu perlu diberi
kesempatan berkembang secara proporsional dan terarah, dan
mendapatkan layanan pendidikan yang berimbang antara penge-
tahuan umum dan pendidikan nilai moral/agama. Mereka memiliki
peran dan posisi strategis dalam kelangsungan kehidupan berbangsa
dan bernegara.
- Pada hakekatnya pelaksanaan pendidikan nilai moral telah lama ada
dan telah didukung oleh teori yang handal. Pelaksanaan pendidikan
nilai moral/agama dapat mengacu pada teori perkembangan moral
versi Kohlberg atau Bandura.
- Ruang lingkup materi pendidikan nilai moral antara lain meliputi:
ke-Tuhanan, budi pekerti luhur, akhlak mulia, baik-buruk, benar-
salah, kepedulian dan empati, kerjasama, suka menolong, berani,
keteguhan hati, adil, kejujufran dan integritas, humor, mandiri dan
percaya diri, loyalitas, sabar, rasa bangga, banyak akal, sikap respek,
toleransi, ketaatan, penuh perhatian, komitmen, tahu berterima
kasih dan tanggungjawab.
- Orang tua, guru, teman sebaya yang menjadi idola, para actor film/
sinetron hendaknya menjadi contoh teladan perilaku yang baik dan
mencerminkan tingkah laku yang mengandung nilai-nilai moral
yang baik.
Nama : Aldila seprina
NPM : 2213053207
seberapa pentingnya pendidikan nilai moral bagi gerenasi bangsa Indonesia¿
Pendidikan nilai berperanan penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia yang utuh. Pembinaan nilai sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan dapat menjadi sarana ampuh dalam menangkal pengaruh-pengaruh negatif, baik pengaruh yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
hambatan atau tantangan dalam menegakkan nilai dan moral tersebut dikalangan generasi muda?
Selain pragmatisme, sikap oportunisme juga selalu menjadi tantangan bagi moralitas. Jika pragmatisme berorientasi pada kegunaan, maka oportunisme selalu berhubungan dengan orientasi kepentingan dan peluang yang kadang menerabas nilai-nilai kebenaran autentik yang diajarkan agama maupun budaya luhur bangsa.
berikan dampak positif serta negatif yang ditimbulkan dari penerapan nilai dan moral dikalangan generasi muda tersebut?
positif
Menjadi pembeda antara yang baik dan buruk. Mendorong individu untuk bersikap kritis. Etika bermanfaat sebagai pendirian dalam diri. Membantu dalam membuat suatu hal sesuai aturan.
negatif
Dekadensi moral pada manusia sangat memungkinkan terjadinya sikap acuh dan hilangnya kepedulian atas lingkungan sekitar. Oleh karena hal tersebut perilaku atau moral yang baik sangat dibutuhkan terlebih di Indonesia sendiri
Nama : Aldila seprina
NPM : 2213053207
PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM
PENDIDIKAN DI ACEH
Kurikulum Aceh islami adalah kurikulum nasional yang ditambah dengan muatan nilai islami dan kearifan lokal, artinya kurikulum nasional tetap dilaksanakan sepenuhnya memenuhi standar minimal dengan pengintegrasian materi-materi Islam dan nilai-nilai islami serta muatan lokal keacehan,
kurikulum pendidikan Aceh islami sudah menjadi suatu kebutuhan daerah untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang bercirikan islami, keacehan dan sesuai potensi daerah.
Peningkatan pemahaman agama merupakan bagian untuk membentuk karakter dan menjauhkan generasi muda dari berbagai tindakan yang dilarang dalam agama,
Ada perbedaan mendasar antara kurikulum nasional dengan kurikulum Aceh, yaitu pada jumlah jam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jumlah jam mata pelajaran PAI dalam kurikulum nasional sangat terbatas. Sedangkan dalam kurikulum Aceh islami ini akan ditambah.