གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Shinta Dwi Kartika 2213053127

Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM :2213053127
Analisis Video 1

Pengertian Pendidikan Moral
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenal perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak
Perundungan di Sekolah
- Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
- Kekerasan Fisik dalam Keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut.

Peran penting Orang Tua dan Guru
Peran Orang Tua
1. Dalam hal ini kita sangat memerlukan peran orang tua di lingkungan keluarga maupun masyarakat, karena anak biasanya mengikuti perilaku dari orang tuanya
Peran Guru
2. Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak, serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap orang tua, masyarakat dan orang lain. Guru menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik agar dapat dicontohkan kepada siswanya, sehingga sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan sekitar.

Penyelesaian terhadap moral anak
Diperlukan seorang motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan yaitu memberikan nasihat agar siswa selalu mengingat dan tercapai tujuannya.

Kesimpulan
Dengan demikian, upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal. Bukan hanya dari guru, tetapi pendidikan moral sudah harus diajarkan sejak dini oleh orang tuanya. Terlebih anak biasanya meng kuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak baik untuk ditiru Maka dari itu, orang tua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Nama: Shinta Dwi Kartika
NPM: 2213053127
Analisis jurnal 2

Identitas jurnal
Halaman : 1-10
Nama penulis : : Lia Yuliana, M.Pd
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Pengertian Moral Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Jamie, 2003: 24 merumuskan pengertian moral secara lebih komprehensif rumusan formalnya sebagai berikut:
1. Moral sebagai seperangkat ide-ide tentang tingkah laku dengan warna dasar tertentu yang dipegang oleh sekelompok manusia dalam lingkungan hidup tertentu.
2. Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau agama tertentu.
3. Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya.

Yang dimaksud dengan pendidikan moral adalah: suatu program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang mengorganisasikan dan "menyederhanakan" sumber-sumber moral dan disajikan dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan pendidikan.

Nilai-Nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.Ciri-ciri nilai moral
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal

nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistik dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya.

Metode penanaman nilai moral pada anak usia dini dilakukan dengan berbagai macam
1. Metode Bermain
2. Metode bercerita
3. Metode pemberian tugas
4. Metode bercakap-cakap

Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan jadwal tatap muka yang ditentukan yaitu meliputi :
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
2. Pelaksanaanya Kegiatan Pembelajaran (Penataan lingkungan bermain, Kegiatan Inti Pembelajaran, Kegiatan penutup).
Nama: Shinta Dwi Kartika
NPM: 2213053127
Analisis Jurnal

Identitas jurnal
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Tahun: 2016
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu: “a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral, c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), d)Perkembangan Teknologi, e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan f)Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran. Sedangkan untuk nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengoreksi hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup.

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisipkan nilai- nilai moral tertentu, maupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.

Nilai kemandirian: Mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya seperti member latihan individu tanpa ada yang menyontek dan apabila kedapatan akan diberi sanksi yang tegas. Nilai tanggung jawab: Mengajarkan Pentingnya pembagian tugas tugas piket secara bergiliran, karena tidak akan menciptakan kecemburuan diantara masing-masing siswa apabila semua siswa mendapatkan piket dan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan cepat selesai.
Nilai gender: Mengajarkan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan karena semua sama di mata seorang guru dan memberi kesempatan yang sama kepada keduanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Nilai keadilan: tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar karena tugas guru membimbing semua siswanya agar menjadi pintar jadi tidak ada perlakuan yang berbeda antara siswa yang pintar dan kurang pintar hanya saja memberi lebih banyak bimbingan/arahan kepada siswa yang kurang pintar.
Daya juang: mengajarkan sikap berani dan sportif, ini terlihat ketika di dalam kelas siswa berani bahkan berebut untuk maju ke papan tulis menyelesaikan soal dan berani mengemukakan pendapatnya. Hidup sehat: dengan mengajarkan hidup sehat akan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam belajar. Dan sopan- santun: merupakan hal yang sangat perlu diajarkan kepada siswa karena di dalam kehidupan sehari-hari siswa harus bersikap sopan baik kepada guru maupun teman-temannya.

Adapun nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjangSekolah Dasar adalah sebagai berikut:
1). Nilai Religius
2). Nilai Sosialitas
3).Nilai Gender
4). Nilai Keadilan
5). Nilai Demokrasi
6). Nilai Kejujuran
7). Nilai Kemandirian
8). Nilai Daya juang
9). Nilai Tanggung jawab, dan
10). Nilai Penghargaan terhadap lingkungan”
(dalam Zuriah, 2007:46-50).
Nama: Shinta Dwi Kartika
NPM: 2213053127
Analisis video 2
Pendidikan moral di sekolah dasar

Pendidikan moral adalah usaha yang di lakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral miral dan kebudayaan masyarakat setempat

Tahap-tahap perkembangan nilai dan moral
- Usia 6-12 bulan (orangtua menggunakan disiplin)
- Usia 12-18 bulan (membuat komitmen sesuai keadaan)
- Usia 18-30 bulan (anak menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah)
- Usia 30-36 bulan (aktivitas si fisik berkurang lebih banyak verbal)
- Usia 3-4 tahun (perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim)
- Usia 4-6 tahun (penalaran moral fleksibel)
- Usia 7-8 tahun (penalaran makin fleksibel)
- Usia 9-11 tahun (penalaran moral makin dipandu dengan keadilan)
- Usia 12-15 tahun (mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan)
- Usia 16-20 tahun (relativisme memainkan peran penting dalam nilai dan moral)
- Dewasa muda usia 20-40 tahun (penilaian moral semakin rumit)
- Dewasa tengah usia 40-65 tahun (penilaian moral lebih rumit)
- Dewasa tua usia 65 tahun (penilaian moral lebih rumit)

Permasalahan dan solusi perkembangan moral anak Sekolah Dasar
1. Hilangnya kejujuran, solusinya adalah mengajak anak untuk lebih percaya diri
2. Hilangnya tanggungjawab, solusinya mengajarkan kepada anak untuk bertanggungjawab
3. Rendahnya disiplin, solusinya guru dan kepala sekolah harus lebih tegas
4. Kurang bisa dalam bekerja sama, solusinya membiasakan anak dalam kerja kelompok
5. Mengambil hak orang lain, solusinya membiasakan anak untuk menerima apa yang ia miliki
Nama: Shinta Dwi Kartika
NPM: 2213053127
Analisis video 1
Tanggung Jawab diri dalam keluarga

Contoh Tanggungjawab adalah
1. Sebagai anak kita harus tunduk terhadap ayah karena ayah hidup lebih lama dari kita, ia tahu mana yang baik mana yang buruk bagi kita
2. Membantu ibu maksudnya anak-anak harus menjadi anak yang bertanggungjawab membantu ibu contohnya mencuci piring, mengelap kaca dll.
3. Menemani kakak, kita dapat menemani kakak pergi ke warung atau kemanapun untuk mencegah penculikan
Menjaga keselamatan adik, kita harus bermain dengan adik dan jangan meninggalkan adik dalam bahaya

Mengapa tanggung jawab penting dalam keluarga?Karena hubungan keluarga akan menjadi erat maksudnya maksudnya kita akan lebih harmoni dan seru, contohnya kita daat pulang kampung ke rumah kakek pada hari libur.
- Kepentingan seterusnya adalah keselamatan akan terjamin, jika ayah ibu tidak ada dirumah anak-anak harus mengunci pagar rumah baik-baik contohnya kakak mengajak adik mengunci pintu.
- Menolong nenek di dapur, ketika kita menjenguk kakek dan nenek kita harus membantu mereka karena usia mereka semakin tua
- Membanggakan keluarga, anak-anak bertanggung jawab untuk belajar yang rajin, karena kita sebagai seorang pelajar.