Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
PERBEDAAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL
1. Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terukur. Biasanya, hard skill bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Nah, ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan adalah contoh alat untuk mengukur seberapa kamu menguasai hard skill tertentu. Selain menunjukkan seberapa kemampuan terhadap suatu hard skill berdasarkan nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau seseorang benar-benar menguasai hard skill tersebut.
Setiap pekerjaan membutuhkan hard skill yang berbeda-beda. Tergantung pekerjaan apa yang akan dijalani atau tekuni. Misalnya, belajar bahasa Inggris. Lalu seseorang mengikuti kursus di lembaga tertentu. Setelah semua kursus selesai, maka akan mengikuti tes TOEFL atau IELTS dan mendapatkan sertifikat yang berisi skor tes. Nah, nilai TOEFL ini yang akan menjadi bukti seseorang mahir dalam berbahasa Inggris dengan level tertentu. Begitu juga dengan sertifikasi lainnya.
2. Soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Misalnya, komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional, dan lainnya. Apapun pekerjaannya, pasti perlu kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan soft skill lainnya untuk mendukung kinerja mereka. Soft skill bisa dipelajari melalui kursus atau pelatihan. Tapi, karena soft skill adalah kepribadian dasar dari seseorang atau bawaan, maka cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar.
NPM : 2213053127
PERBEDAAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL
1. Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terukur. Biasanya, hard skill bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Nah, ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan adalah contoh alat untuk mengukur seberapa kamu menguasai hard skill tertentu. Selain menunjukkan seberapa kemampuan terhadap suatu hard skill berdasarkan nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau seseorang benar-benar menguasai hard skill tersebut.
Setiap pekerjaan membutuhkan hard skill yang berbeda-beda. Tergantung pekerjaan apa yang akan dijalani atau tekuni. Misalnya, belajar bahasa Inggris. Lalu seseorang mengikuti kursus di lembaga tertentu. Setelah semua kursus selesai, maka akan mengikuti tes TOEFL atau IELTS dan mendapatkan sertifikat yang berisi skor tes. Nah, nilai TOEFL ini yang akan menjadi bukti seseorang mahir dalam berbahasa Inggris dengan level tertentu. Begitu juga dengan sertifikasi lainnya.
2. Soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Misalnya, komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional, dan lainnya. Apapun pekerjaannya, pasti perlu kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan soft skill lainnya untuk mendukung kinerja mereka. Soft skill bisa dipelajari melalui kursus atau pelatihan. Tapi, karena soft skill adalah kepribadian dasar dari seseorang atau bawaan, maka cara terbaik untuk meningkatkannya adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar.