Posts made by Shinta Dwi Kartika 2213053127

Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Kelas : 3H
Analisis video 4

Hanafi merupakan salah satu siswa SMK Wonosari. Suatu ketika temannya menyuruh nya untuk memfotocopy lembar tugas 5000, namun hanafi menulis di nota pembelanjaan sebesar 10.000, ia berpikir bahwa lumayan mendapatkan uang sebesar 5000.

Pada saat jam istirahat temannya menghampiri hanafi yang terlihat sedang tidak enak badan. Lalu Teman Hanafi membahas tentang korupsi dan memberitahukan omongan ustadznya bahwa apabila memakan hasil korupsi maka akan menjadi penyakit dalam tubuh kita. Setelah pembicaraan tersebut hanafi mulai tersadar bahwa perbuatan dia salah dan dosa karena dia juga mulai merasakan kurang enak badan, hanafi harus jujur serta mengakui, dan mengganti uang yang diambil/pakai. Pada akhirnya hanafi jujur dan akan mengembalikan uang yang dia ambil/pakai.
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Kelas : 3H
Analisis video 3

Pendidikan memang menjadi salah satu pokok manusia, makanya dunia pendidikan menjadi fase perhatian pemerintah di setiap negara, setiap negara memiliki perbedaan mulai dari kebudayaan, ekonomi, penduduk, sampai watak masyarakatnya berbeda, oleh karena itu sistem pendidikan di dunia berbeda, salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu Jepang.

Perbedaan pendidikan di Jepang dan Indonesia
-Kebersihan Sejak Dini
Di Indonesia kebersihan tidak dimasukkan dalam kurikulum yang diajarkan, sedangkan kurikulum di Jepang mengharukan siswa untuk menjaga kebersihan agar melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
- Makan Bareng
Proses makan di Jepang sangat diatur mulai dari cara pembuatan, gizi dan tata cara makan, Makan siang di jepang dilakukan bersama-sama tujuan nya untuk membangun kegiatan positif antara guru dan siswa.
- Mata Pelajaran Sedikit
Di Indonesia dikenal sangat sedikit mata pelajarannya dan bisa diulang beberapa kali dalam seminggu
Sedangkan di Jepang, mata pelajaran tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu dalam seminggu.
- Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian.
Sedangkan pendidikan dasar di jepang tidak melibatkan ujian dalam 3 tahun pertama. Para siswa akan difokuskan pada pendidikan karakter saja.
- Membaca
Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah, yang disebabkan karena kurang dibiasakan untuk membaca buku di sekolah. Sedangkan jepang, membiasakan para siswa untuk membiasakan membaca selama 10 menit, itu sebabnya mereka memiliki minat baca yang tinggi
- Perlengkapan Sekolah
Di indonesia, tidak terlalu memperhatikan perlengkapan sekolah siswa. Siswa mengenakan perlengkapan yang berbeda.
Sedangkan di jepang, perlengkapan sekolah sangat diperhatikan, siswa mengenakan perlengkapan yang sama agar tidak menimbulkan kesenjangan.
- Seragam Sekolah
Di indonesia memiliki banyak seragam sekolah.
Sedangkan di jepang, siswa hanya memakai satu seragam sekolah
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Kelas : 3H
Analisis video 2

Siswa SD Negeri Glak Kabupaten Sigang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah, hal ini disebabkan karena tidak tersedianya ruang kelas sehingga mereka terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Sekolah ini hanya memiliki 6 ruangan kelas dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan 1 ruangan sebagai ruang guru, jarak tempuh sekolah ini sangat jauh, pada saat pandemi seluruh sekolah mengampanyekan pembelajaran daring, namun sekolah ini tidak bisa melakukannya karena belum ada akses internet dan telekomunikasi.

Pihak sekolah berharap agar pemerintah dapat membuka mata melihat mereka agar dapat memfasilitasi sekolah mereka
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Kelas : 3H
Analisis video 1

Martencis Veronica Siregar merupakan pengajar muda dari gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, sebelum bergabung gerakan Indonesia mengajar ia merupakan relawan digerakan HIV/AIDS di Papua. Ia sudah mengajar di desa terpencil yang sulit ditempuh ini selama 6 bulan.

Anak-anak di desa Tanjung Matol ini masih sedikit yang berminat melanjutkan pendidikan setelah SD, orang tuanya juga masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan, anak anak perempuan disini masih banyak yang menikah di usia dini. Cita-cita Veronica di desa ini sangat sederhana yaitu membuat anak anak mau pergi sekolah dan belajar agar sadar bahwa pendidikan itu sangat penting.

Bapak kepala sekolah mempercayai pemuda ini untuk mengambil alih kelas yang diajarkannya hingga berakhirnya masa penugasan di desa ini. Sekolah PAUD didesa ini belum masuk sehingga Kelas 1 merupakan langkah awal panjang untuk pendidikan disini, ia harus kreatif agar menciptakan kegiatan belajar yang tidak bosan.

Kepala sekolah memberikan reward bagi siswa yang berprestasi dengan mengajak jalan jalan keluar dari desa matol. Pada saat masa pengabdian Martencis bertemu dengan Loly gadis berusia 18 tahun yang juga memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan di desa Matol. Loly membantu Martencis untuk mengajar anak anak di Sekolah Dasar. Tidak hanya Loly, tetapi guru-guru yang penuh semangat, bersama orang-orang hebat seperti mereka kelak masa depan anak-anak desa Matol dapat terukir

Kedatangan Martencis di desa Matol Kalimantan Utara membawa perubahan agar anak anak serta orang tua sadar akan penting nya pendidikan.
Nama : Shinta Dwi Kartika
NPM : 2213053127
Analisis video 2

Dalam video ditayangkan mengenai seorang siswa yang memiliki sikap tidak terpuji terhadap seorang guru yang sedang mengajar dan menjelaskan materi didalam kelas. Kemudian guru tersebut memberikan hukuman kepada siswa yang telah membuat kesalahan tersebut dengan menyuruh untuk meninggalkan kelas saat itu juga tujuannya yaitu untuk memberikan efek jera serta pembelajaran pada siswa tersebut.

Kemudian kasus yang kedua yaitu terlihat bahwa ada dua siswa saat pulang sekolah merokok dan meminum minum-minuman keras namun tidak lama guru mengetahui perbuatan yang tidak baik tersebut, lalu sang guru langsung memberikan nasehat kepada kedua siswa tersebut agar tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik itu.

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan nilai dan moral sangat penting dalam membentuk etika dan moral peserta didik. Dengan adanya pendidikan pancasila yang baik dan berkualitas, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, beretika, dan memiliki rasa cinta terhadap negaranya.