གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Kinanti Dyah_ 2213053015

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Artikel yang terlampir membahas pendidikan nilai moral dari perspektif global. Penulis berpendapat bahwa pendidikan nilai moral adalah permintaan dan kebutuhan bagi manusia sebagai manifestasi dari persatuan dalam hal negara dan bangsa dengan berbagai masalah. Artikel ini juga membahas perbedaan dan kesamaan dalam pendidikan nilai moral di beberapa negara, termasuk Indonesia, Malaysia, India, dan China. Penulis menyarankan bahwa konsep pendidikan nilai moral yang diusulkan oleh Kohlberg dan Miller cenderung individualistik dan perlu dilengkapi dengan memperhatikan paradigma yang diusulkan oleh Capra bahwa kehidupan manusia dibangun berdasarkan pandangan hidup sistemik dan holistik, yang tidak parsial dan individualistik. Artikel ini juga membahas pendekatan dan metode untuk pendidikan nilai moral, termasuk pendekatan menanamkan, pemodelan, memfasilitasi, dan pengembangan keterampilan, dan metodenya meliputi metode dogmatis, deduktif, induktif, dan reflektif. Penulis menyarankan bahwa pengembangan pendidikan nilai moral tidak boleh terbatas pada program atau pelajaran tertentu tetapi harus diintegrasikan ke dalam seluruh proses pendidikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan pendidikan nilai moral sangat penting untuk pembentukan masyarakat yang damai dan harmonis.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Degradasi moral pelajar zaman modern menjadi perhatian utama, dan beberapa pendapat dari berbagai ahli telah diajukan.

Menurut Bu Retno dari KPAI, moral seorang anak pertama kali terbentuk di lingkungan keluarga atau rumah. Selanjutnya, di lingkungan sekolah, peran guru dalam mengelola kelas dan menangani anak-anak dengan moral rendah sangat penting. Penting juga diingat bahwa baik guru maupun siswa seharusnya tidak menggunakan kekerasan sebagai cara mengatasi masalah.

Dr. Itje menekankan kompetensi guru, termasuk kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan pendagogik. Pembekalan bagi calon pendidik harus bersifat holistik, dengan penekanan pada pemahaman akan beragam sekolah dan karakteristik siswa agar dapat menghadapinya dengan tepat.

Ibu Fero juga memberikan pandangannya tentang masalah ini. Dia mengakui bahwa anak-anak memiliki kemampuan berpikir dan bernalar, tetapi saat emosi atau amarah muncul, mereka mungkin bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Oleh karena itu, penting untuk melatih anak-anak dalam mengelola emosi mereka sejak dini.

Semua pandangan ini menyoroti pentingnya peran lingkungan keluarga, sekolah, dan guru dalam membentuk moral pelajar. Dalam mengatasi degradasi moral, pendekatan holistik dalam pendidikan dan penekanan pada pemahaman emosi anak-anak juga menjadi faktor kunci untuk membangun moral yang kuat pada generasi muda.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Lawrence Kohlberg, seorang psikolog terkenal, telah mengembangkan teori perkembangan moral yang terdiri dari enam tahap, yang terbagi dalam tiga tingkatan utama.

Tingkatan pertama adalah Moralitas Prekonvensional. Pada tahap pertama, individu tunduk pada aturan yang ditetapkan oleh pihak berwenang, karena takut akan hukuman atau konsekuensi negatif. Di tahap kedua, individu mulai mempertimbangkan manfaat pribadi dalam keputusan moral mereka, bertindak sesuai aturan jika ada keuntungan yang diharapkan bagi diri sendiri.

Kemudian, kita memiliki Moralitas Konvensional, yang terdiri dari dua tahap tambahan. Pada tahap ketiga, individu mempertimbangkan pandangan dan ekspektasi dari orang lain dalam menilai tindakan moral mereka. Mereka ingin diterima oleh kelompok sosial mereka dan mengikuti apa yang dianggap baik oleh mayoritas. Di tahap keempat, individu menghormati otoritas dan aturan yang berlaku dalam masyarakat, menghargai prinsip-prinsip hukum dan tatanan sosial.

Akhirnya, kita sampai pada Moralitas Postkonvensional, yang juga terdiri dari dua tahap. Pada tahap kelima, individu mulai mempertimbangkan prinsip-prinsip universal dan hak asasi manusia dalam membuat keputusan moral. Mereka melihat hukum sebagai kontrak sosial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Di tahap terakhir, tahap keenam, individu mencapai tingkat tertinggi perkembangan moral. Mereka bertindak berdasarkan prinsip-prinsip etika universal dan nilai-nilai moral tinggi, bahkan jika itu bertentangan dengan hukum atau norma sosial. Mereka memiliki rasa tanggung jawab moral yang tinggi terhadap prinsip-prinsip tersebut.

Kohlberg juga menekankan bahwa tidak semua individu mencapai tahap moral tertinggi, dan perkembangan moral bisa berhenti pada tingkatan yang lebih rendah. Faktor-faktor seperti pendidikan, pengalaman, dan lingkungan sosial dapat mempengaruhi perkembangan moral seseorang.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3 F
NPM : 2213053015

Jurnal telampir membahas dampak globalisasi terhadap transformasi nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia. Terdapat beberapa poin penting dalam jurnal tersebut:
1. Transformasi Nilai-nilai: Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Nilai-nilai personalitas, individualisme, permisifitas, dan penurunan moral menjadi lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencerminkan adanya perubahan dalam cara orang berpikir dan berperilaku akibat pengaruh globalisasi.
2. Krisis Pendidikan Nilai: Jurnal tersebut mengidentifikasi adanya krisis dalam pendidikan nilai di Indonesia. Pendidikan nilai seringkali terjadi secara formal dan berbasis kognitif, tanpa mencapai hati atau mengakar dalam pengalaman pribadi siswa. Ini menyebabkan sikap dan perilaku siswa tidak terkait dengan nilai-nilai yang autentik.
3. Mendampingi dan Mendorong: Penekanan diletakkan pada pendekatan mendampingi dan mendorong siswa dalam menghadapi pengaruh zaman dan nilai-nilai yang tren. Ini menekankan pentingnya pendidik dan orang tua untuk tidak hanya mengajar secara kognitif tetapi juga membimbing siswa dalam menggunakan nalar dan hati.
4. Tanggung Jawab Pendidik: Jurnal ini mengingatkan pendidik untuk melaksanakan tugas mereka dengan bertanggung jawab, yaitu mengajar dan mendidik. Mendidik tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan nilai-nilai siswa.
5. Bekali dengan Nalar dan Hati: Solusi yang diajukan adalah membekali anak didik dengan nalar dan hati yang kuat. Hal ini akan membantu mereka dalam mempertimbangkan tindakan, perilaku, dan keputusan mereka dengan bijaksana. Selain itu, penekanan diletakkan pada nilai-nilai seperti norma, agama, nasionalisme, dan nilai-nilai luhur bangsa sebagai bagian dari pendidikan nilai yang kuat.

Secara keseluruhan, jurnal tersebut menggambarkan kesadaran tentang perubahan nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia akibat globalisasi dan menyoroti perlunya pendidikan nilai yang lebih baik dan pendekatan yang lebih holistik dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah
NPM : 2213053015
Kelas : 3F

Artikel yang dianalisis : "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" dari Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 September 2021.

Artikel ini membahas tentang perubahan pesat dalam kehidupan sosial dan pembicaraan signifikan tentang hukum dan moral siswa. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam pengembangan moral siswa dan bagaimana pendidikan memainkan peran yang bermakna dalam fondasi budaya warga negara. Pemerintah Aceh menyediakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional dan melakukan pembelajaran sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Pelaksanaan pembelajaran Islam di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun No. 9/2015, menggantikan Qanun Aceh No. 11/2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan di semua satuan pendidikan dipandu oleh ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.