Posts made by Kinanti Dyah_ 2213053015

Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Artikel yang terlampir membahas tentang evaluasi pendidikan moral di sekolah. Artikel tersebut menyebutkan bahwa aspek paling penting dalam mengevaluasi pendidikan moral adalah perilaku, yang sulit dievaluasi dengan akurat. Artikel tersebut menyarankan bahwa perilaku hanya dapat dievaluasi melalui pengamatan selama periode waktu yang relatif lama dan terus-menerus. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa skala Likert adalah skala yang paling umum digunakan untuk mengukur karakteristik moral karena relatif mudah dikembangkan dan dapat memiliki keandalan yang tinggi. Artikel tersebut juga membahas penekanan pada evaluasi sikap dan perilaku dalam teori pendidikan Islam. Artikel tersebut menyatakan bahwa teori pendidikan Islam lebih fokus pada mengevaluasi sikap dan perilaku daripada pada aspek kognitif. Artikel tersebut menyarankan bahwa tujuan dari penekanan ini adalah untuk menentukan kemampuan siswa dalam empat area: hubungan mereka dengan Tuhan, hubungan mereka dengan masyarakat, hubungan mereka dengan lingkungan, dan pandangan mereka tentang diri mereka sendiri sebagai hamba Allah SWT, anggota masyarakat, dan Khalifah Allah SWT.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Video 2 membahas tentang pendidikan nilai dan moral. Nilai merujuk pada penilaian terhadap suatu konsep, sementara moral berkaitan dengan kebiasaan yang diadopsi oleh sekelompok orang. Terdapat beberapa pendekatan untuk menanamkan nilai.

Pemerintah telah mengatur pentingnya pendidikan nilai melalui undang-undang, termasuk agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia yang wajib diajarkan dalam kurikulum pendidikan. Ini adalah salah satu upaya untuk menanamkan nilai kepada generasi muda.

Selain pemerintah, masyarakat dan komunitas juga berperan dalam menanamkan nilai. Kebiasaan dan norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat membantu membentuk nilai-nilai yang dipegang oleh individu.

Pendidik, seperti guru dan dosen, memiliki peran penting dalam mentransfer pengetahuan dan nilai kepada peserta didik. Penerapan nilai juga bervariasi tergantung pada bidang pekerjaan.

Penanaman nilai dapat dilakukan melalui berbagai media, termasuk media elektronik dan media sosial. Value (nilai) bukan hanya sesuatu yang diterima dan diingat, tetapi juga harus dicerna, diinternalisasikan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Video tersebut juga menyebutkan dua aliran dalam pengajaran nilai. Pertama, aliran relativisme menyatakan bahwa nilai bersifat subjektif dan situasional, sehingga sulit diajarkan. Kedua, aliran kebebasan (value-free) berpendapat bahwa nilai tidak perlu diajarkan karena bertentangan dengan kebebasan dasar manusia untuk membuat pilihan bebas.

Secara keseluruhan, penanaman dan penerapan nilai adalah bagian penting dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi cara kita menilai kualitas seseorang berdasarkan nilai yang diterapkan dalam hidup mereka.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Materi berfokus pada peran pendidik di sekolah dasar dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui mata pelajaran PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Sebelum membahas peran pendidik, kita pertama-tama harus memahami pentingnya pendidikan moral. Kesadaran nilai moral sangat penting untuk membantu anak-anak membuat pertimbangan etis dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika pendidikan moral diabaikan, ini bisa menyebabkan masalah moral, yang saat ini menjadi perhatian besar dalam dunia pendidikan. Anak-anak mungkin sulit patuh, keras kepala, dan sulit untuk diajar. Oleh karena itu, penting untuk mendidik nilai dan moral kepada peserta didik.

Mata pelajaran PPKN memainkan peran penting dalam pendidikan moral. Ini adalah wahana untuk mengajarkan nilai-nilai moral yang diperlukan oleh warga negara dan masyarakat. PPKN membantu meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai moral dan juga membentuk karakter peserta didik.

Guru SD dapat menggunakan berbagai pendekatan untuk menanamkan nilai dan moral. Ini termasuk pendekatan indoktrinasi, klarifikasi nilai, memberikan teladan, dan pembiasaan. Pembiasaan seringkali dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti berdoa sebelum belajar atau makan, mengucapkan salam kepada guru dan teman, dan sebagainya.

Tujuan mata pelajaran PPKN adalah memberikan pemahaman tentang Pancasila, menanamkan nilai-nilai moral Pancasila, membentuk pola pikir sesuai dengan Pancasila, menggugah kesadaran sebagai warga negara, memberikan motivasi untuk bertindak sesuai dengan nilai moral Pancasila, dan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM: 2213053015

Artikel berjudul "PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG" oleh Enung Hasanah bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menganalisis respons dari 10 siswa sekolah dasar terhadap kuesioner dilema moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak sekolah dasar berusia 11-12 tahun umumnya termasuk dalam tahap pra-konvensional dari tahap dominan ½ diikuti oleh tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu bukan karena mereka membutuhkan hasil tetapi karena takut dihukum. Artikel ini juga membahas pentingnya pendidikan moral dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional, yang sangat penting untuk keberhasilan dalam ekonomi digital yang berkembang pesat. Artikel ini memberikan gambaran singkat tentang teori perkembangan moral Kohlberg, yang didasarkan pada teori kognitif-perkembangan moralisasi dan mengidentifikasi tiga tingkat perkembangan moral, masing-masing dengan beberapa tahap. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang perkembangan moral siswa sangat penting bagi pendidik dan bahwa teori Kohlberg menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk mengukur perkembangan moral. Artikel ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan di JIPSINDO No. 2, Volume 6, September 2019.