གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Kinanti Dyah_ 2213053015

MKU PGSD 2F 2023 -> Latihan Soal Pertemuan 4

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah N. I.
NPM : 2213053015
Kelas : 2F

Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk dan mengatur/memerintah dalam pemerintahan suatu negara. Konstitusi terbagi menjadi dua, yakni konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis. Konstitusi tertulis adalah konstitusi yang dibuat secara tertulis dalam suatu dokumen yang umumnya berupa peraturan hukum yang mengatur pemerintahan. Sedangkan konstitusi tidak tertulis adalah konstitusi yang tidak berbentuk naskah. Di negara ini, permasalahan yang sering terjadi pada pelanggaran konstitusi yaitu;
1. pembatasan kebebasan berekspresi atau berpendapat
2. tidak ada jaminan  hak asasi manusia, hak untuk hidup, kebebasan beragama, atau kebebasan berbicara.
3. penyimpangan ideologi
4. pemisahan kekuasaan dan konstitusi, Indonesia memiliki pemisahan kekuasaan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan  yudikatif.
5. kehadiran pegawai negeri atau pejabat dengan banyak jabatan.

MKU PGSD 2F 2023 -> PRETEST

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah N. I.
NPM : 2213053015
Kelas : 2F

1. Hal positif yang saya dapatkan dari artikel yang dipaparkan adalah masih berfungsinya fungsi negara mengawal agar HAM terpenuhi dalam masa Covid-19 terkait hak pelayanan kesehatan dan lingkungan yang baik dan sehat. Sebab, negara harus menjamin hak warga negara yang diatur dalam UUD Tahun 1945. Kemudian, ada UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang menjadi payung hukum. Pemerintah tentu harus melaksanakan apa yang diamanatkan dengan UU No. 6 Tahun 2018 itu. Lalu jika ditanya apakah ada konstitusi yang dilanggar? Prinsipnya HAM dalam kondisi apapun dia tidak boleh dibatasi. Akan tetapi, hak konstitusional karena sumbernya dari negara, maka negara bisa mengambil kembali hak kebebasan warga negara untuk bergerak. Seperti syarat pembatasan bergerak tersebut sepintas melanggar HAM, tetapi negara punya tanggung jawab untuk menjaga semua orang. Pembatasan yang dilakukan negara tersebut perlu diatur dalam peraturan. Sepanjang ada aturannya, tidak ada pelanggaran HAM dan pelanggaran konstitusi

2. Konstitusi adalah pemberi pegangan sekaligus pedoman dalam menjalankan kekuasaan negara. Tanpa kosntitusi, sebuah negara tidak akan mencapai tujuan yang sesuai dengan harapan masyarakatnya dan tanpa konstitusi tidak ada yang mengatur hak-hak asasi warga negaranya. Konstitusi adalah sarana yang efektif dalam menjalankan aturan berbangsa dan bernegara, yang mana konstitusi digunakan sebagai pengatur organisasi negara serta alat untuk menjaga hubungan antar negara.

3. Berikut adalah tiga contoh tantangan kehidupan bernegara pada saat ini:
- Masuknya berbagai macam kebudayaan yang ada di dunia.
- Muncul berbagai macam kegiatan radikalisme yang ada di dalam negeri.
- Virus COVID-19 yang menyebar dan mengancam kesehatan, ekonomi dan negara Republik Indonesia.
Sebenarnya, pasal-pasal tersebut telah cukup akan tetapi yang diperlukan pada saat ini adalah kesadaran diri yang dimiliki oleh manusia untuk menjaga ketentraman dan keamanan secara bersama-sama dan tidak menyalahkan pemerintah saja.

4. Saya setuju tentang konsep bernegara kita yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan. Hal itu perlu agar bangsa Indonesia terhindar dari konflik dan dapat hidup berdampingan. Hal yang perlu diperbaiki dari persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini adalah memprioritaskan daerah-daerah tertinggal. Hal ini dilakukan agar kecemburuan sosial atau pun ekonomi antar daerah dapat diminimalkan, sehingga rasa persatuan dan kesatuan dapat terjalin lebih erat.
Nama : Kinanti Dyah N. I
NPM : 2213053015
Kelas : 2F

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai korelasi antara penggunaan desain pembelajaran tematik berbasis core content dengan hasil belajar siswa dibuktikan dengan hasil 0,891, artinya terdapat hubungan kuat dan positif karena mendekati nilai 1 antara penggunaan desain pembelajaran tematik berbasis core content dengan hasil belajar siswa. Dalam core content desain ini, siswa beraktivitas melalui observasi, diskusi, menyusun laporan, dan bertanggung jawab atas kegiatannya secara langsung, dengan kata lain mereka belajar dari pengalaman konkret. Desain pembelajaran tematik berbasis core content juga berdampak pada penguasaan pengetahuan secara terpadu. Hubungan saling melengkapi dari setiap mata pelajaran tampak jelas ketika siswa melakukan kegiatan untuk mencapai indikator yang ternyata saling terhubung antar mata pelajaran dan bermuara pada kehidupan yang sesungguhnya (tidak hanya bersifat tekstual). Desain pembelajaran tematik berbasis core content membangun integrasi pengalaman karena ada keterhubungan materi antar mata pelajaran, interaksi siswa dengan guru dan bahan ajar. Siswa memandang sesuatu, berbicara tentang sesuatu, dan menilai sesuatu secara komprehensif karena dalam proses belajar mereka tidak dibatasi oleh identitas mata pelajaran secara kaku.

MKU PGSD 2F 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Kinanti Dyah_ 2213053015 གིས-
Nama : Kinanti Dyah N. I.
NPM : 2213053015
Kelas : 2F

Merujuk sejumlah deskripsi yang telah diuraikan pada pembahasan jurnal di atas maka dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan.

Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.