Posts made by Kinanti Dyah_ 2213053015

Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Pendidikan di lingkungan kampus di Indonesia memiliki tujuan utama untuk membentuk karakter mahasiswa agar mematuhi norma dan hukum yang berlaku. Setiap universitas berupaya mencetak generasi yang berakhlak dan memiliki kritisitas dalam kehidupan bersama. Pendidikan Pancasila menjadi kunci penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral, karena nilai-nilai Pancasila dianggap sebagai pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga menghayati nilai-nilai moral Pancasila melalui pengalaman pribadi. Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik. Dalam masyarakat multikultural Indonesia, budaya kewarganegaraan perlu dibangun berdasarkan kebajikan dan komitmen kewarganegaraan yang diperoleh dari nilai-nilai Pancasila.

Meskipun demikian, masih ada beberapa masalah moral di lingkungan kampus, seperti vandalisme, kekerasan, pencurian, mencontek, perilaku tidak terhormat terhadap pejabat publik, kekejaman terhadap sesama, bicara kasar, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan perilaku merusak diri seperti penyalahgunaan narkoba. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, penanaman nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi dasar untuk pendidikan karakter yang mencakup keberagaman, toleransi, dan keadilan sosial.

Pentingnya menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai basis pendidikan karakter diharapkan dapat membantu memperbaiki karakter mahasiswa. Hal ini melibatkan fokus pada keberagaman, toleransi, dan keadilan sosial, dengan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi yang khas dan kaya dalam pendidikan di Indonesia.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Dalam monolognya, penampil menyampaikan kisahnya tentang perjalanan pendidikan di Institut Teknologi Nasional Malang. Meskipun awalnya tidak berhasil masuk ke kampus negeri, ia merasa bangga dengan kualitas dan fasilitas kampus swasta tempatnya belajar. Ia menggambarkan perbedaan antara kampus negeri dan swasta dengan analogi mesin produksi.

Selanjutnya, penampil membahas permasalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama terkait pendidikan moral. Ia menyoroti perubahan nama mata pelajaran PMP menjadi PPKN dan kemudian PKN, sambil mengkritisi efektivitas pendidikan moral tersebut. Ia menekankan bahwa ada ketidaksesuaian antara kriteria anak baik yang diajarkan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Penampil juga mencurahkan perasaannya terhadap perubahan kriteria anak baik dari membantu menyeberangkan nenek-nenek. Ia mengungkapkan bahwa ia merasa gagal sebagai anak baik karena tidak pernah melakukan hal tersebut. Dalam tawa, ia membawa elemen humor dengan menyindir kekurangan stok nenek-nenek yang perlu diseburangkan.

Dalam bagian akhir, penampil membahas tugas-tugas di dunia perkuliahan, menyiratkan bahwa banyak mahasiswa yang memilih cara mudah dengan copy-paste dari internet. Ia juga menyindir dosen yang memberi nilai hanya dengan pura-pura mengoreksi. Humor diakhiri dengan aksi teatrikal dan tepuk tangan menggema.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Dalam pembukaannya, pembicara membahas pentingnya peduli terhadap lingkungan hidup sebagai pertanyaan reflektif. Ia menyoroti lemahnya kesadaran terhadap lingkungan, diakibatkan oleh pandangan bahwa pemanfaatan alam untuk kebutuhan manusia dianggap wajar, termasuk tindakan seperti menebang pohon dan membuang sampah sembarangan.

Pembicara menjelaskan bahwa kesadaran terhadap dampak negatif terhadap lingkungan sering kali muncul setelah mengalami konsekuensi, mirip dengan pemahaman pecandu terhadap bahaya rokok atau minuman keras setelah merasakan sakit. Masalah lingkungan di Indonesia mencakup penyusutan sumber daya alam, polusi, bisnis, dan konservasi.

Penyusutan sumber daya alam melibatkan eksploitasi sumber daya lahan, hutan, air, dan mineral, dengan dampak terhadap lingkungan. Polusi mencakup udara, tanah, air, suara, limbah domestik, dan radiasi. Bisnis dan konservasi sumber daya alam di Indonesia masih perlu dikembangkan, dengan potensi untuk menggabungkan bisnis dan pelestarian lingkungan.

Pembicara menyoroti bahwa regulasi mengenai sumber daya alam harus memperhatikan keberlanjutan hidup manusia dan etika lingkungan. Kendala dalam pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup juga dibahas, termasuk konflik antara ekonomi dan etika lingkungan.

Pembahasan juga mencakup bencana lingkungan seperti kekeringan, pengelolaan sumber daya perikanan yang merusak, dan limbah B3 yang berbahaya. Pembicara menggarisbawahi bahwa krisis ekologi global saat ini merupakan krisis moral yang memerlukan etika dan moralitas untuk penanganannya.

Penanaman nilai moral perlu dilakukan sepanjang usia, dan pendidikan sepanjang hidup di pesantren dapat berperan sebagai penyelamat pembangunan dan hasil-hasil pembangunan. Pembicara mengakhiri dengan menekankan perlunya etika dan moral dalam mengatasi krisis lingkungan saat ini.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Dalam pengantar yang disampaikan oleh Putri Fifa Maulina, dari survei pemetaan dan informasi geografis Universitas Pendidikan Indonesia, disoroti bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia telah menjadi faktor utama dalam kemerosotan moral remaja. Permasalahan moral ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia, dan penemuan solusi yang baik dianggap sangat penting.

Pentingnya peran pendidikan dalam membentuk moralitas anak didik diakui sebagai usaha nyata untuk menciptakan generasi yang takwa kepada Tuhan dan memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat. Moral didefinisikan sebagai aturan atau ajaran tentang baik buruk, layak tidak layak, benar atau salah, yang bersumber dari agama, orangtua, dan lingkungan sehari-hari. Faktor-faktor seperti pendidikan moral di lingkungan keluarga, pengaruh globalisasi, dan peranan agama dapat memengaruhi pembentukan moral.

Moral yang baik diyakini dapat lahir dari perilaku yang sesuai dengan lingkungan, didasarkan pada rasa kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila. Terdapat tiga faktor penyebab kurangnya pendidikan moral, yaitu kurangnya pendidikan moral di lingkungan keluarga, pengaruh globalisasi, dan kurangnya peranan agama. Oleh karena itu, untuk membangun kualitas moral anak-anak bangsa, perlu upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam membenahi lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan moral.

Pembentukan moral dan karakter pada usia remaja hingga dewasa, khususnya di lingkungan perkuliahan, dapat diarahkan melalui pembelajaran moral pada mata kuliah pendidikan Pancasila. Pembentukan moral individu juga perlu dilakukan melalui kontribusi dan dukungan dari lingkungan sekitar, menciptakan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Moral dianggap sebagai suatu tindakan penting yang harus ditanamkan dan dikembangkan oleh setiap individu untuk membantu pembangunan bangsa dan negara. Moral yang baik akan tercermin dalam perilaku dan tindakan yang mendapat penghargaan dari sekitarnya.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Dalam video tersebut, Angeles (dari Universitas Katolik Soegijapranata, Prodi Manajemen angkatan 2021) menyampaikan refleksi mengenai moral hidup dalam kehidupan manusia. Tujuannya adalah memberikan wawasan pengetahuan dalam bidang etika hidup manusia, meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai hidup, dan mendorong kesadaran akan pentingnya menghormati kehidupan manusia pada setiap fase penting.

Ia memulai video dengan memberikan contoh situasi yang menggambarkan refleksi moral, kemudian menyampaikan pesan tentang kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Angeles menekankan pentingnya menanamkan sikap baik, seperti menolong dan membantu sesama tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, ekonomi, dan latar belakang lainnya. Ia berpendapat bahwa berbagi kebaikan dengan orang lain akan membawa kebahagiaan dalam hidup kita dan di sekitar kita.

Poin utama yang disampaikan adalah bahwa dengan bersyukur dan menolong sesama, kita dapat menciptakan lingkungan yang penuh dengan orang-orang baik. Angeles juga menggarisbawahi pentingnya hidup dengan dampak positif bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. Selain itu, ia menekankan nilai-nilai seperti mengampuni, mengasihi, dan hidup sesuai dengan ajaran dan kepercayaan yang dianut.

Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan Angeles dalam video tersebut mengajak untuk hidup dengan sikap yang baik, penuh kebaikan, dan menghormati keberagaman dalam kehidupan manusia.