gabriel sitorus 2105101017
menurut saya sistem Orde Baru mencegah perpecahan identitas di masyarakat, sebab jika seseorang tersebut memiliki pola pikir Etnosentrisme maka akan ada kesenjangan sosial antar etnik. Setiap lini masyarakat memiliki identitas entah itu (adat,budaya, agama, ras dll) masing masing, dari hal tersebut tidak bisa di pungkiri menjadikan persoalan dalam bermasyarakat oleh sebab itu harus ada pemersatu dari banyaknya keberagaman tersebut.
Integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Orba yang lebih menekankan pada persoalan stabilitas pembangunan, cenderung tidak memberi ruang adanya politik identitas. Ketika Era Reformasi mulai membuka kran demokrasi dan peluang besar daerah mengembangkan sistem desentralisasi, maka sejumlah daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa ini