Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282
Analisis jurnal "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
Untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas, maka pendidikan moral disekolah sangat diperlukan. Keluarga, sekolah dan masyarakat semuanya bertanggungjawab atas pendidikan moral bagi anak-anak demi mewujudkan generasi yang berkualitas dan unggul. Noeng Muhadjir (2003: 16-18) mengatakan bahwa nitinjau dari segi antropologi kultural dan sosiologi, ada tiga fungsi utama pendidikan, yaitu menumbuhkan kreativitas subjek-didik,
menumbuhkembangkan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, dan meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius.
Pendidikan moral di sekolah perlu direncanakan dan yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Sekolah harus memiliki guru yang bermoral baik terlebih dahulu, sebelum guru tersebut berencana untuk menanamkan nilai moral kepada peserta didik. Karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan penanaman nilai moral tersebut.
Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan :
1. nilai-nilai kebersihan diri,
2. kerajinan dalam belajar/bekerja,
3. keuletan,
4. disiplin waktu.
Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti :
1. kerjasama,
2. toleransi,
3. respek,
4. berlaku adil,
5. jujur,
6. rendah hati,
7. tanggung jawab, dan
8. peduli.
Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam :
1. menjaga kelestarian alam,
2. tidak merusak alam,
3. hemat energi, dan
4. mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru.
Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).
Metode Pendidikan Moral
1. Inkulkasi nilai
Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara. Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita. Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik.
2.Metode Keteladanan
Keteladanan merupakan bentuk mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional, dan digunakan pula oleh masyarakat modern sekarang ini.
3.Metode Klarifikasi Nilai
Dalam masyarakat liberal, moral diperkenalkan lewat proses klarifikasi, penjelasan agar terjadi pencerahan pada subjek didik. Seberapa jauh sesuatu moral diterima oleh anak, sangat ditentukan oleh anak itu sendiri. Anak diberikan kebebasan untuk memutuskan sendiri.
4. Metode Fasilitasi Nilai
Guru dan pihak sekolah
memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok, misalnya fasilitas beribadah berupa mesjid dan mushola, fasilitas membuat kompos dari sampah sekolah, fasilitas berupa ruang diskusi, perpustakaan dengan buku-buku cerita yang memuat nilai-nilai moral, dan sebagainya.