Posts made by OI' KURNIYATI

Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282

Analisis jurnal 2 pert 13 "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"

Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan keharmonisan dalam masyarakat. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.
Dalam hidup bermasyarakat, manusia tidak boleh bertindak sebebas-bebasnya. Semua harus tetap memperhatikan orang lain di dalam kehidupan. Terdapat hukum - hukum yang mengatur perilaku masyarakat dalam kehidupan dan bersifat tegas serta memaksa. Dengan hukum, diharapkan dapat membuat ketertiban dan keteraturan sehingga terciptanya keharmonisan dalam masyarakat. Tentunya dalam penegakkan hukum
terbadap etika dan moral masyarakat harus melihat dari beberapa hal. Yakni ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
a. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit): yang berarti bagaimana hukumnya itulah yang harus berlaku dan tidak boleh menyimpang, atau dalam pepatah meskipun dunia ini runtuh hukum harus ditegakkan (fiat justitia et pereat mundus). Hukum harus dapat menciptakan kepastian hukum karena hukum bertujuan untuk ketertiban masyarakat.
b. Keadilan (gerechtigkeit) bahwa dalam delaksanaan hukum atau penegakan hukum harus adil karena hukum bersifat umum dan berlaku bagi setiap orang dan bersifat menyamaratakan. Tetapi hukum tidak identik dengan keadilan karena
keadilan bersifat subyektif, individualistic dan tidak menyamaratakan.
c. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit) karena hukum untuk manusia maka pelaksanaan hukum atau penegakan hukum harus memberi manfaat atau kegunaan bagi masyarakat, jangan sampai justru karena hukumnya diterapkan menimbulkan keresahan masyarakat.
Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282

Analisis Jurnal 1 pert 13 "Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan"

Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai konflik yang ada. Ada konflik kepentingan umum seluruh masyarakat dan juga konflik kepentingan khusus bagi setiap individu. Semakin zaman berkembang, semakin mudah juga untuk mengakses berbagai informasi dari luar. Kesuksesan masyarakat di negara maju dapat menstimulasi masyarakat di negara berkembang untuk bisa berkehidupan dengan berkelimpahan harta dalam waktu sesingkat mungkin. Namun, pendidikan yang dimiliki masih belum cukup untuk menjadikan masyarakat di negara berkembang menjadi kreatif dalam menciptakan cara sukses tersebut seperti masyarakat di negara maju. Akhirnya, keinginan yang besar dengan tanpa dibarengi usaha dan kemampuan yang mendukung pula, banyak masyakarat di negara berkembang memilih cara-cara yang menyeleweng dari aturan, seperti penipuan dan korupsi.

Kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitasbersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan). Sesungguhnya, kesadaran moral itu selalu ada di dalam diri setiap orang. Untuk mencapai tujuan hidup, maka harus ada kreativitas yaitu suatu kecakapan dan ketrampilan dalam membuat perubahan.
Setiap perubahan berfungsi sebagai dorongan ke arah tujuan hidup. Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses
mencapai kesejahteraan umum.

Dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik-mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Di balik fakta itu, ada keberagaman potensi individual. Masyarakat saling mendidik dengan sesuai bidang / potensi yang ia kuasai. Ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu:
1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan,
2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan,
3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan.
Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282
Analisis video "Menerapkan dan Menanamkan Nilai-nilai Moral dalam Keluarga"

1.Fungsi Agama:
1) Keimanan
2) Ketaqwaan
3) Kejujuran
4) Bersyukur
5) Kepedulian
6) Tenggang rasa
7) Kerajinan
8) Kesalehan
9) Ketaatan
10) Suka menolong
11) Disiplin
12) Kesabaran
13) Kasih sayang

2. Fungsi Sosial Budaya:
1) Gotong royong
2) Sopan santun
3) Kerukunan
4) Kepedulian
5) Kebersamaan
6) Toleransi
7)Kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih:
1) Empati (peka)
2) Keakraban
3) Keadilan
4) Pemaaf
5) Kesetiaan
6) Pengorbanan
7) Suka menolong
8) Bertanggungjawab

4. Fungsi Perlindungan:
1) Pemaaf
2) Tanggap
3) Ketabahan

5. Fungsi Reproduksi:
1) Bertanggunjawab
2) Kesehatan
3) Keteguhan

6.Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan:
1) Percaya diri
2) Keluwesan
3)Kebanggaan
4) Kerajinan
5) Kreatifitas
6) Bertanggung jawab
7) Bekerja sama

7. Fungsi Ekonomi :
1) Hemat
2) Ketelitian
3) Disiplin
4) Kepedulian
5) Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan:
1) Kebersihan
2) Kedisiplinan

Keluarga memiliki fungsi yang sangat penting bagi penanam nilai moral anak-anak. Proses penanaman nilai-nilai moral kepada anak-anak dalam keluarga, orang tua dapat memulainya dari hal-hal yang kecil, seperti cara-cara berbicara yang baik, cara berpakaian yang baik, adab sopan santun kepada orang tua, guru, sesama, dan lain-lainnya. Agar anak-anak memiliki sifat atau karakter yang baik, maka orang tua harus menanamkan sifat-sifat baik kepada anak-anak sejak dini. Yang dimaksud sifat-sifat baik di sini ialah sifat dan watak (tabi’at) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang remaja, yakni siap mengarungi lautan kehidupan sebagai seorang yang bermartabat karena setiap tingkah lakunya sesuai dengan moral yang baik.
Nama : Oi' Kurniyati
NPM : 2113053282

Analisis jurnal "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
Untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas, maka pendidikan moral disekolah sangat diperlukan. Keluarga, sekolah dan masyarakat semuanya bertanggungjawab atas pendidikan moral bagi anak-anak demi mewujudkan generasi yang berkualitas dan unggul. Noeng Muhadjir (2003: 16-18) mengatakan bahwa nitinjau dari segi antropologi kultural dan sosiologi, ada tiga fungsi utama pendidikan, yaitu menumbuhkan kreativitas subjek-didik,
menumbuhkembangkan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, dan meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius.

Pendidikan moral di sekolah perlu direncanakan dan yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Sekolah harus memiliki guru yang bermoral baik terlebih dahulu, sebelum guru tersebut berencana untuk menanamkan nilai moral kepada peserta didik. Karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan penanaman nilai moral tersebut.

Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan :
1. nilai-nilai kebersihan diri,
2. kerajinan dalam belajar/bekerja,
3. keuletan,
4. disiplin waktu.

Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti :
1. kerjasama,
2. toleransi,
3. respek,
4. berlaku adil,
5. jujur,
6. rendah hati,
7. tanggung jawab, dan
8. peduli.

Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam :
1. menjaga kelestarian alam,
2. tidak merusak alam,
3. hemat energi, dan
4. mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru.

Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).

Metode Pendidikan Moral
1. Inkulkasi nilai
Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara. Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita. Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik.
2.Metode Keteladanan
Keteladanan merupakan bentuk mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional, dan digunakan pula oleh masyarakat modern sekarang ini.
3.Metode Klarifikasi Nilai
Dalam masyarakat liberal, moral diperkenalkan lewat proses klarifikasi, penjelasan agar terjadi pencerahan pada subjek didik. Seberapa jauh sesuatu moral diterima oleh anak, sangat ditentukan oleh anak itu sendiri. Anak diberikan kebebasan untuk memutuskan sendiri.
4. Metode Fasilitasi Nilai
Guru dan pihak sekolah
memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok, misalnya fasilitas beribadah berupa mesjid dan mushola, fasilitas membuat kompos dari sampah sekolah, fasilitas berupa ruang diskusi, perpustakaan dengan buku-buku cerita yang memuat nilai-nilai moral, dan sebagainya.