Nama : Bagus Adi Saputra
NPM : 2113053147
Pada era globalisasi saat ini perkembangan informasi yang tersebar luas dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi saat ini terlebih lagi penggunaan teknologi oleh remaja yang sangat bebas sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa seperti keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa adanya. Dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, proses alih nilai berlansung secara lebih berkesinambungan sehingga interaksi berlansung lebih efektif dibandingkan yang terjadi di kelas. Di samping faktor pembiasaan dan peneladanan, pembinaan imtaq dan pembudayaan dalam keluarga juga akan lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai-nilai agama yang melahirkan keyakinan, sikap, perilaku dan budi pekerti
NPM : 2113053147
Pada era globalisasi saat ini perkembangan informasi yang tersebar luas dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi saat ini terlebih lagi penggunaan teknologi oleh remaja yang sangat bebas sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa seperti keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa adanya. Dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, proses alih nilai berlansung secara lebih berkesinambungan sehingga interaksi berlansung lebih efektif dibandingkan yang terjadi di kelas. Di samping faktor pembiasaan dan peneladanan, pembinaan imtaq dan pembudayaan dalam keluarga juga akan lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai-nilai agama yang melahirkan keyakinan, sikap, perilaku dan budi pekerti