Kiriman dibuat oleh 2113034003 Lian Nurhaliza

Kurgeo -> Tugas Mandiri

oleh 2113034003 Lian Nurhaliza -
1. Pendekatan apa yang dipakai dalam kurtilas tersebut?
Jawaban:
Pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 tersebut berbasis saintifik sehingga pada dasarnya terdiri atas lima langkah pembelajaran, yaitu: mengamati, bertanya, menalar/ mengasosiasikan, mencoba/mengumpulkan informasi, dan mengomunikasikan

2. Metode yang dipakai pada kurikulum 2013 adalah:
a. Metode Pembelajaran Artikulasi
Metode pembelajaran ini meminta siswa untuk secara berpasangan untuk menyampaikan materi yang diterima dari guru dan mencatatnya secara bergantian. Dengan langkah-langkah sebagai berikut
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan menyajikan materi sebagaimana biasa
2. Guru membagi siswa menjadi kelompok yang terdiri dari dua orang
3. Siswa meminta salah satu dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil
4. Secara bergiliran siswa menyampaikan hasil wawancara dengan pasangannya
5. Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa
6. Penutup

b. Metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD)
Metode ini mengelompokkan siswa menurut prestasi, gender, suku, dan sebagainya. Lantas kelompok siswa diminta untuk mengerjakan tugas kelompok. Kemudian evaluasi dilakukan dalam bentuk tes atau kuis. Dalam tes ini, kelompok tidak boleh saling membantu. Langkah-langkahnya adalah:

1. Kelompok siswa dibentuk dengan jumlah empat orang berdasarkan kategori tertentu seperti prestasi, jenis kelamin, atau suku
2. Guru menyajikan materi pelajaran
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk tiap anggota.
4. Anggota kelompok yang telah memahami materi harus menjelaskannya kepada anggota lain hingga semua anggota kelompok memahaminya
5. Guru memberi pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis, siswa tidak boleh saling membantu
6. Guru memberi evaluasi
7. Penutup yang berisi kesimpulan

c. Metode Mind Mapping
Pada metode ini, guru memberikan permasalahan kepada siswa. Kemudian siswa membuat peta konsepnya dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Langkah-langkah metode mind mapping, yakni:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa
3. Guru membentuk kelompok, terdiri 2-3 siswa
4. Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5.Tiap kelompok membacakan hasil diskusinya
6.Guru mencatatnya di papan tulis
7.Berdasarkan catatan yang ada di papan tulis, siswa diminta untuk membuat kesimpulan atau guru memberikan perbandingan materi sesuai dengan konsep yang ada

d. Metode Problem Based Introduction (PBI)
Pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan dengan cara memberikan permasalahan yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Langkah-langkah metode pembelajaran ini adalah :

1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan logistik yang dibutuhkan
2. Guru memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
3. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
4. Guru mendorong siswa agar mengumpulkan data dan informasi yang sesuai dengan masalah.
5. Siswa melaksanakan penelitian atau eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah berdasarkan pengumpulan data dan hipotesis dari eksperimen/penelitian.
6. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
7. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penelitian mereka

Kurgeo -> Tugas II

oleh 2113034003 Lian Nurhaliza -
Nama : Lian Nurhaliza
Npm : 2113034003
Prodi : pendidikan geografi A

Kurikulum adalah pedoman dasar untuk melakukan kegiatan pembelajaran.
Idealnya, kurikulum dibiarkan berjalan paling tidak selama 10 tahun agar ada hasil yang diperoleh.

Mengapa? Menurut Sekretaris Jendral National Education Watch, Jonner Sipangkar, mengatakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang hanya berumur enam tahun masih belum dapat dilihat hasilnya secara signifikan. Umumnya, negara lain membiarkan satu kurikulum berjalan selama 10 hingga 15 tahun agar pemetaan hasilnya terlihat jelas.