Kiriman dibuat oleh Fathan Naufal Ahsan

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh Fathan Naufal Ahsan -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nama : Fathan Naufal Ahsan
NPM : 2115011108
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan komentar mengenai artiker yang berjudul “Tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara”.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara bagi Warga Negara Indonesia.

Tantangan Globalisasi
Pertama, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalism
Kedua, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
Ketiga, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme
Keempat, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme
Kelima, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualismKelima, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualisme

Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh Fathan Naufal Ahsan -
Nama : Fathan Naufal Ahsan
NPM : 2115011108
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Izin memberikan tanggapan pak.
Ideologi melibatkan berbagai sumber yaitu : Budaya, agama, dan pemikiran para tokoh
Komponen kebudayaan meliputi system relegi dan upacara keagamaan, system pengetahuan bahasa, system mata pencarian, system pencarian dan peralatan.
Sumber sumber Pancasila sebagai ideologi negara :
1. Sumber historis , pada bagian ini akan di telusuri kedudukan pancasil sebagai ideologi oleh para penyelenggara negara yang berkuasa sepanjang sejarah negara Indonesia
2. Sumber sosiologis, pada bagian ini akan dilihat Pancasila sebagai ideologi negara berakar dalam kehidupan masyarakat
3. Sumber politis, pada bagian ini mahasiswa diajak untuk melihat kehidupan Pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan politik di Indonesia

Pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara bagi mahasiswa :
Untuk memperlihatkan peran ideologi untuk penuntun moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga ancaman berupa penyalahgunaan narkoba terorisme dan korupsi dapat dicegah.
Disamping itu Pancasila sebagai ideologi negara pada hakikatnya mengandung dimensi realitas idealitas dan fleksibelites yang memuat nilai nilai dasar cita cita dan keterbukaan sehingga mahasiswa mampu menerima nilai nilai Pancasila secara akademis.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh Fathan Naufal Ahsan -
Nama : Fathan Naufal Ahsan
NPM : 2115011108
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Izin memberikan tanggapan pak.
Ideologi Merupakan Sebuah Konsep Yang Fundamental Dan Aktual Dalam Sebuah Negara. Fundamental Karena Hampir Semua Bangsa Dalam Kehidupannya Tidak Dapat Dilepaskan Dari Pengaruh Ideologi. Aktual, Karena Kajian Ideologi Tidak Pernah Usang Dan Ketinggalan Jaman.
Negara Indonesia Telah Memiliki Suatu Ideologi Negara Bernama Pancasila. Pancasila Menurut Darmodhiharjo (1991:230), Yaitu: Pancasila Merupakan “Lima Dasar Atau Lima Asas Adalah Nama Dari Dasar Negara Republik Indonesia”.
Pancasila Merupakan Jiwa Seluruh Rakyat Indonesia, Kepribadian Bangsa Indonesia, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Dan Pancasila Menjadi Tujuan Hidup Bangsa Indonesia. Pancasila Bagi Bangsa Indonesia Merupakan Pandangan Hidup Kesadaran Dan Cita-Cita Moral Yang Meliputi Kejiwaan Dan Watak Yang Sudah Berurat Akar Dalam Kebudayaan Bangsa Indonesia. Pancasila Sudah Mengakar Dalam Kepribadian Bangsa, Maka Dapat Diterima Sebagai Dasar Negara Yang Mengatur Hidup Ketatanegaraan.
Pancasila Sebagai Dasar Negara, Maka Mengamalkan Dan Mengamankan Pancasila Sebagai Dasar Negara Mempunyai Sifat Impreatif Dan Memaksa, Artinya Setiap Warga Negara Indonesia Harus Tunduk Dan Taat Kepadanya. Artinya Siapa Saja Yang Melanggar Hukum Harus Ditindak Menurut Hukum Yang Berlaku Di Negara Indonesia.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.