Nama : Novita Anggarwati
NPM : 2113053200
Analisis Jurnal 1
UMK merupakan usaha yang sering ditemui di Indonesia. Usaha kerakyatan yang jumlahnya mencapai lebih dari 26 juta usaha atau 98,68% dari total usaha nonpertanian di Indonesia. Usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja sekitar 75,33% (BPS, 2018). Berdasarkan artikel Rita “Analisis Aksesibilitas Permodalan Usaha Mikro Kecil Pada Lembaga Keuangan Formal Di Provinsi Sumatera Barat”, menyebutkan bahwa Sensus Ekonomi 2016 (SE2016), jumlah UMK di Provinsi Sumatera Barat sudah mencapai 580 ribu usaha atau 98,88% dari total usaha nonpertanian di Provinsi Sumatera Barat dan telah menyerap tenaga kerja lebih dari 1,29 juta orang atau 87,57% dari total tenaga kerja nonpertanian (BPS, 2018). Artinya tidak sedikit rakyat Indonesia yang membangun UMK ini pada wilayahnya masing-masing. UMKM membutuhkan seseorang yang berjiwa kreativitas yang tinggi, semangat, tidak mudah menyerah, berani mengambil resiko, selalu berusaha menemukan ide baru utnuk dikembangkan. Selain itu, untuk mengembangkan suatu UMKM dibutuhkan suatu model yang akan menunjang perkembangan UMKM. Model manajemen merupakan suatu model yang tepat untuk digunakan oleh para pelaku UMKM, sehingga pelaku UMKM perlu melakukan manajemen usaha agar dapat melakukan prinsip-prinsip manajemen dengan baik sehingga dapat mengevaluasi usahanya dan mengetahui perkembangan usahanya.
Analisis Jurnal 2
Bisnis model canvas merupakan salah satu bisnis yang memudahkan wirausaha atau pelaku usaha untuk melihat bentuk usaha yang sedang atau yang akan dijalaninnya. Melalui model ini, pelaku usaha akan lebih mengerti detail atau keakuratan usaha miliknya. Metode BMC (Bisnis Model Canvas) mengubah konsep bisnis yang rumit menjadi sederhana, model ini ditampilkan pada canvas yang berisi sembilan rancangan bisnis. Model canvas ini menggunakan analisis SWOT sebagai analisis biaya terhadap kelengkapan bisnis. Sembilan elemen yang harus ada dalam bisnis model canvas, adalah:
1. Customer segments, menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis.
2. Value proposition, maksud pada business model canvas ini adalah sekat yang merupakan keunggulan produk, apa saja sesungguhnya poin-poin yang dapat mendatangkan manfaat yang ditawarkan bisnis atau perusahaan bagi customer segment-nya.
3. Channel, yang dimaksud di sini adalah media atau sarana apa saja yang bisa Pelaku usaha gunakan untuk menyampaikan produk atau jasa.
4. Revenue stream, merupakan bagian yang paling vital, di mana organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Elemen business model canvas (BMC) ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis.
5. Key resource, adalah sekat dalam bisnis model kanvas yang berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan untuk mewujudkan value proposition mereka. Semua jenis sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, mengontrol stok barang, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat business model canvas.
6. Customer relationship, merupakan elemen dalam contoh bisnis model canvas di mana perusahaan menjalin ikatan dengan pelanggannya.
7. Key activities, adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis yang berkaitan dengan sebuah produk, di mana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai.
8. Key Partnership, elemen business model canvas ini berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya dalam bisnis Pelaku usaha
9. Cost Structure, model bisnis ini merupakan konsekuensi secara finansial dari cara yang digunakan dalam model bisnis yang Pelaku usaha buat. Di sini pelaku usaha harus memetakan biaya dan memastikan bahwa biaya sesuai dengan value propositions bisnis.
Analisis Jurnal 3
Winner Perkasa Indonesia Unggul adalah sebuah UKM yang memproduksi beberapa macam produk olahan berbahan dasar rumput laut seperti jus, konsentrat, dodol, dan beberapa jenis olahan rumput laut lainnya. Berdasarkan usaha milik Winner Perkasa Indonesia, UKM yang memproduksi olahan rumput laut, bisnis model canvas nya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Customer Segments, Winner Perkasa Indonesia Unggul melayani segmen pelanggan di dalam Kota Depok dan segmen pelanggan dari luar Kota Depok. Mayoritas segmen pelanggan di dalam Kota Depok membeli produk ini untuk konsumsi sehari-hari dan untuk konsumsi kegiatan tertentu. Sedangkan untuk segmen pelanggan dari luar Kota Depok mayoritas pelanggan membeli produk ini untuk dijual kembali kepada konsumen akhir, namun ada juga segmen pelanggan di dalam Kota Depok yang membeli produk untuk dijual kembali (distributor).
2. Value Propositions, Winner Perkasa Indonesia Unggul menjalankan bisnisnya dengan menciptakan produk olahan rumput laut.
3. Channels, dalam upaya menjangkau pelanggan dan penyampaian proposisi nilai, Winner Perkasa Indonesia Unggul menggunakan beberapa saluran pemasaran. Diantaranya melalui saluran pemasaran langsung atau yang dikenal dengan direct selling.
4. Customer Relatonships, dalam upaya menjalin hubungan baik dengan pelanggan (customer) Winner Perkasa Indonesia Unggul menggunakan pelayanan secara personal. Selain itu, perusahaan juga memberikan layanan jasa antar (delivery) produk pesanan dalam lingkup Kota Depok dan sekitarnya.
5. Revenue Streams, blok elemen ini mencakup segala sumber pemasukan yang didapatkan oleh Winner Perkasa Indonesia Unggul dalam kegiatan bisnisnya.
6. Key Activities, aktivitas kunci yang dilakukan Winner Perkasa Indonesia Unggul terbagi menjadi dua, yaitu aktivitas produksi dan pemasaran.
7. Key Resources, dalam kegiatan operasionalnya perusahaan membutuhkan beberapa sumberdaya utama, diantaranya:
a. Sumberdaya Fisik, meliputi bangunan, peralatan kantor, peralatan dan mesin (mixer, blender dan kuali pendingin), sarana transportasi.
b. Sumberdaya Finansial, meliputi sumber dana permodalan perusahaan.
c. Sumberdaya Intelektual, meliputi merek dagang, pengetahuan dan keterampilan yang dilindungi, paten dan hak cipta.
d. Sumberdaya Manusia, meliputi karyawan yang bekerja di perusahaan.
8. Key Partnerships, perusahaan juga membentuk kemitraan dalam kegiatan bisnisnya. Jenis kemitraan yang dibentuk adalah hubungan pembeli-pemasok, serta kerjasama dengan beberapa pengusaha toko oleh-oleh sebagai distributor.
9. Cost Structure, biaya yang ditanggung oleh perusahaan dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap meliputi biaya listrik, air, gaji karyawan tetap, maintenance peralatan dan mesin produksi. Sedangkan biaya variabel meliputi biaya pembelian bahan baku utama (rumput laut), biaya pengiriman barang, serta biaya gaji karyawan lepas.