Nama : Ferisna Yanti Hima
NPM : 2117051056
Kelas : B
Prodi : S1 Ilmu Komputer
Analisis Soal 2 :
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab : Dalam penegakkan HAM pada artikel tersebut ditunjukan oleh Amnesty International yang mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Indonesia juga telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa.
Berdasarkan analisis saya, penegakan HAM di Indonesia masih sangat kurang dilihat dari banyaknya kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia
contohnya pada artikel tersebut rasisme dan diskriminasi yang jelas-jelas melanggar HAM namun masih banyak terdapat di Indonesia.
Hal positif yang dapat saya ambil adalah pentingnya tolenransi dan menjaga sikap serta perlakuan kita agar tidak melanggar hak asasi orang lain.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab : Demokrasi di Indonesia berdasarkan nilai-nilai adat istiadat/budaya sesuai dengan sila ketiga yakni Persatuan Indonesia dari nilai-nilai budaya di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya disatukan dengan integritas bangsa Indonesia akan tetapi di sejumlah tempat demokrasi tidak sepenuhnya diterapkan karena adanya kebudayaan turun-temurun dari daerah tersebut contohnya seperti DIY yang tidak melakukan pemilihan gubernur dengan pemilihan umum melainkan meneruskan kebudayaan dengan menetapkan raja keraton sebagai gubernur. Menurut pendapat saya prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa itu sangat adil dan bijaksana mengingat di Indonesia sendiri selain beragam suku bangsa dan budaya juga memiliki berbagai keyakinan yang di anut, tidak hanya islam sehingga prinsip ketuhanan yang maha esa akan menciptakan persatuan dan menghindari perpecahan di tengah perbedaan tersebut karena tuhan itu satu hanya keyakinan kita akan siapa tuhan kita itu yang berbeda.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab : Praktik demokrasi Indonesia hingga saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, dapat di lihat dari kejadian demo yang terjadi beberapa waktu yang lalu serta pengesahan undang-undang oleh DPR yang dilakukan tengah malam dan tidak transparan itu sangat tidak sesuai dengan konsep demokrasi terlebih lagi masih banyak kasus korupsi yang mendapat perlindungan hukum dan tidak menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia karena melanggar hak orang lain(rakyat).
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab : Saya sangat menyayangkan hal tersebut terjadi, karena mereka dipilih oleh rakyat sebagai wakil dari rakyat tapi malah menginjak-injak rakyat dengan mengatasnamakan suara rakyat. Contoh kasus pengesahan undang-undang yang sudah jelas ditentang oleh rakyat hingga melakukan unjukrasa namun malah secara sepihak, dan tidak transparan disahkan di tengah malam, hal ini sangat tidak mencerminkan demokrasi. Tidak banyak yang bisa saya lakukan sebagai seorang mahasiswa yang bisa saya lakukan hanya menyampaikan pendapat yang tentu saja tidak akan di dengarkan oleh para anggota parlemen yang hanya mengatasnamakan rakyat tanpa memperdulikan rakyat.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab : Menurut pendapat saya, pihak-pihak seperti itu tidak seharusnya di beri "panggung" karena mereka akan menjadi semakin semena-mena hal ini tentu saja berkaitan dengan hak asasi manusia karena mereka melanggar hak asasi rakyat untung kepentingan pribadi. Tidak memperdulikan apa yang menjadi hak rakyat di negara demokrasi ini padahal demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tapi yang terjadi saat ini seperti ada dua kubu antara pemerintah dengan rakyat padahal seharusnya secara harmonis karena pada dasarnya kekuasaan-kekuasaan pemerintah dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.