Posts made by NOURMA LAYYINNA WIJAYA

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mohon izin memperkenalkan diri pak.
NAMA : NOURMA LAYYINNA WIJAYA
NPM: 2115061081
KELAS: PSTI D

Mohon izin memberikan analisis video pembelajaran 3

IDENTITAS NASIONAL

Pengertian Identitas Nasional adalah kumpulan budaya. Indonesia merupakan kumpulan dari banyak budaya di Indonesia apabila didefinisikan secara umum. Kemudian hakikat dari Identitas nasional adalah Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia, ideologi, serta pandangan hidup bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam Pancasila, mencerminkan sifat setiap masyarakat yang berketuhanan, kemanusiaan, mengutamakan persatuan, kedaulatan yang merakyat, serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas nasional begitu penting dikarenakan identitas nasional menjadi kunci bagi terciptanya ciri bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegara.

Sebagaimana identitas nasional yang tercantumkan dalam UUD 1945, setiap masyarakat wajib memahami serta memantapkan dalam hati serta pemikirannya tentang identitas nasional tersebut. Jika tidak maka hal ini dapat menjadi bencana dikarenakan pluralisme yang tinggi. Perbedaan kebudayaan yang mencolok di setiap daerah dapat menimbulkan faktor penghambat serta mempengaruhi stabilitas negara. Dalam sejarah Indonesia, diperlihatkan bahwa Indonesia berasal dari banyak sekali keberagaman diakibatkan lokasinya yang strategis. Hal inilah yang mendasari banyaknya kebudayaan dan perbedaan.

Unsur identitas nasional ada beberapa, di antaranya adalah:
1. Suku bangsa
2. Agama
3. Budaya
4. Bahasa

Pembagian identitas nasional adalah sebagai berikut.
1. Identitas fundametal (Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara)
2. Identitas instrumental (UUD 1945, bahasa Indonesia, Bendera Merah Putih, lambang negara Garuda Pancasila, Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya)
3. Identitas alamiah (kepulauan, serta pluralisme dalam suku, budaya, agama, bahasa, dan kepercayaan)

INTEGRASI NASIONAL

Pengertian integrasi nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda karena Indonesia terdiri dari banyak keberagaman di dalamya.

Faktor pendorong integrasi nasional adalah:
1. Sejarah
2. Keinginan bersatu
3. Cinta tanah air
4. Rela berkorban
5. Konsensus nasional : Pancasila dan UUD 1945

Faktor penghambat integrasi nasional adalah:
1. Heterogen : Sangat banyaknya keberagaman dan kebudayaan yang ada di masyarakat
2. Ketimpangan : Ketidakadilan antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat yang lain
3. Etnosentrisme : Fanatisme terhadap suku yang berlebihan
4. Gangguan luar : Kepentingan luar negeri, menyebabkan perpecahan antar masyarakat

Bentuk Integrasi nasional adalah sebagai berikut.
1. Asimilasi : Pembauran kebudayaan yang menyertakan ciri khas budaya asli
2. Akulturasi : Penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa mengilangkan kebudayaan aslinya

5 definisi integrasi menurut Myron Weiner (1971) adalah:
1. Penyatuan kelompok budaya
2. Pembentukkan wewenang kekuasaan
3. Menghubungkan pemerintah dan yang diperintah
4. Konsensus terhadap nilai
5. Perilaku yang terintegrasi
Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelumnya izin memperkenalkan diri.

Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Kelas : PSTI D

Mohon izin memberikan analisis jurnal kedua.

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Identitas masa dan ruang punya makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Proses terbentuknya kebudayaan yang beragam di Indonesia dikarenakan latar belakang dan posisi yang strategis di Indonesia. Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia, dan di antara dua buah samudera yaitu Pasifik dan Hindia. Hal ini membuat Indonesia menjadi jalur perdagangan dan membuat banyak pedagang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda datang ke Indonesia. Hal ini juga yang membuat Indonesia memiliki banyak perbedaan kebudayaan maupun etnis antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Bukan tidak mungkin bahwa hal ini dapat menimbulkan persoalan baru. Kebudayaan tradisional menjadi kebudayaan yang arif, menjadikannya sesuatu hal yang dilestarikan. Namun, dengan adanya globalisasi, modernisasi, kapitalisme, dan perihal lainnya, konflik antar budaya ini tidak dapat terhindarkan. Apalagi dengan perbedaan unsur modern dan tradisional, menyebabkan perbedaan ini menjadi suatu fakta kultural yang tidak terbantahkan. Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah: 1) mampu bertahan terhadap budaya luar; 2) memiliki kemampuan mengakomodasi unsurunsur budaya luar; 3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli; 4) mampu mengendalikan; dan 5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa arti kearifan lokal adalah kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, dan cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional dalam mengelola sumber daya alam, sumber daya hayati, SDM, dan sumber daya budaya demi kelestarian dalam kehidupan berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara yang multikultural harus menghadapi banyak masalah internal yang berkaitan dengan kebudayaan serta kearifan lokal. Contohnya saja dengan kurangnya keadilan, kesenjangan pemerataan pembangunan, terutama pada daerah minoritas di wilayah Indonesia bagian timur. Hal inilah yang mempelopori adanya pemberontakan serta konflik antar etnis di dalam negara sendiri. Kenyataan yang terjadi adalah ancaman yang terjadi baik dalam skala mikro maupun makro dikarenakan kultural ini dan tentunya dapat mengamcam keutuhan negara Indonesia. Ada hal yang harus diketahui sebagai sebuah negara yang memiliki perbedaan kebudayaan yang luas, hal-hal tersebut adalah: 1) Sumber-sumber konflik; 2) Potensi untuk toleransi; 3) Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau golongan terhadap sesama suku bangsa atau golongan; 4) Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsa atau golongan tadi berlangsung. Dalam hal ini, diperlukannya wawasan kesatuan jiwa yaitu Bhinneka Tunggal Ika (semboyan negara Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu). Makna yang dalam dapat diambil dari semboyan ini dikarenakan memuat kesatuan dalam keragaman, kesadaran gotong royong dengan istilah berbeda-beda pada setiap daerah, seperti sambatan/gugur gunung (Jawa), metetulung (Bali), pelagandong (Maluku), halawo sato (Nias), mapalus (Minahasa), dan lain-lain dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila hal ini ditelusuri lebih lanjut, maka akan mengarah kepada suatu usaha agar kebudayaan dapat meningkatkan kemajuan adab, budaya, dan persatuan bangsa, dengan tidak menolak hal-hal yang baru dikarenakan perkembangan zaman dan dari kebudayan asing. Nantinya dari usaha kebudayaan ini akan memberikan manfaat yaitu mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.