Posts made by NOURMA LAYYINNA WIJAYA

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

by NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Prodi : S1 Teknik Informatika
Izin memberikan komentar dari video pembelajaran pada pertemuan 15

DINAMIKA DAN TANTANGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI DALAM PENGEMBANGAN ILMU
Sumber historis pancasila berdasar pada alinea ke-4 dari pembukaan UUD 1945 yaitu terdapat pada kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Yang mengarah kepada pengembangan iptek harus didasari oleh landasan pancasila.
Sumber politis : Pada masa Orde Lama, dasar pengembangan iptek dengan landasan pancasila ini belum dikemukakan secara eksplisit namun oleh Ir. Soekarno langsung dikaitkan dengan dimensi kemanusiaan dan hubungan antara ilmu dan amal. Lalu pada Orde Baru, dasar Pancasila sebagai penegasan nilai dalam pengembangan ilmu ini belum diungkapkan. Terakhir pada masa reformasi, pancasila lebih diarahkan pada sifat apologis.
Sumber sosiologis : Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu lebih dikaitkan pada dimensi ketuhanan dan kemanusiaan dalam pengembangannya.
Pada intinya, pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu ini masih dipusatkan pada kebutuhan pasar. Tentunya tantangan yang timbul adalah Pancasila yang harus mampu menghadapi kapitalisme, konsumerisme, pragmatisme, dan globalisasi seiring perkembangan yang semakin pesat.

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

by NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Assalamualaikum Wr. Wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Kelas : PSTI D

Izin memberikan tanggapan pada artikel pertemuan 10

Filsafat sebagai suatu Proses mencakup: -Filsafat sebagai suatu proses, dalam hal ini filsafat diartikan dalam ben-tuk suatu aktivitas berfilsafat dalam proses pemecahan suatu permasa-lahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objeknya. Filsafat secara umum dapat diberi pengertian sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran hakiki, karena filsafat telah mengalami perkembangan yang cukup lama tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya ruang, waktu, keadaan dan orangnya.

Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the faounding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani).

Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasila (Notonagoro). a. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Pengertian "Sistem" "Sistem" memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen, 2) Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, 6 3) Saling berhubungan dan saling ketergantungan, 4) Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem), 5) Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, melainkan juga bagi manusia pada umumnya. Secara ontologis, penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang berketuhan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang bersatu, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial, yang pada hakikatnya adalah manusia.

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

by NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Assalamualaikum Wr. Wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Kelas : PSTI D

Izin memberikan tanggapan pada artikel pertemuan 9

Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi tersebut, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pikiran elite yang dipropagandakan. Eksistensi ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi.

Namun dalam konteks ini, perspektifnya adalah pada dinamika kendala yang dilihat sebagai tantangan karena proses globalisasi dapat menghambat atau bahkan kontras dengan nilai-nilai bersama yang direpresentasikan dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan kewenangannya, peran negara mengemuka dalam mendorong aktualisasi nilai-nilai ideologi negara.

S1 Teknik Informatika D -> Komentar

by NOURMA LAYYINNA WIJAYA -
Assalamualaikum Wr. Wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Kelas : PSTI D

Izin memberikan tanggapan pada artikel pertemuan 7

Pancasila Merupakan Jiwa Seluruh Rakyat Indonesia, Kepribadian Bangsa Indonesia, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Dan Pancasila Menjadi Tujuan Hidup Bangsa Indonesia. Pancasila Bagi Bangsa Indonesia Merupakan Pandangan Hidup Kesadaran Dan Cita-Cita Moral Yang Meliputi Kejiwaan Dan Watak Yang Sudah Berurat Akar Dalam Kebudayaan Bangsa Indonesia.

Pancasila Sudah Mengakar Dalam Kepribadian Bangsa, Maka Dapat Diterima Sebagai Dasar Negara Yang Mengatur Hidup Ketatanegaraan. Menurut Kaelan (2009: 46) Pancasila Yaitu Mempunyai Peranan Dan Fungsi Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara, Seperti Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa, Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia, Pancasila Sebagai Dasar Filsafat Negara, Pancasila Sebagai Asas Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Tujuanya Agar Pancasila Sungguh-Sungguh Dihayati Dan Diamalkan Segenap Warga Negara Yang Diharapkan Pembinaan Masyarakat Indonesia Agar Menjadi Insan Pancasila Dan Pembangunan Bangsa Untuk Mewujudkan Masyarakat Pancasila.

Pancasila Sebagai Dasar Negara, Maka Mengamalkan Dan Mengamankan Pancasila Sebagai Dasar Negara Mempunyai Sifat Impreatif Dan Memaksa, Artinya Setiap Warga Negara Indonesia Harus Tunduk Dan Taat Kepadanya. Dapat Disimpulkan Bahwa Pancasila Harus Menjadi Pedoman Dan Arah Hidup Manusia Indonesia Termasuk Partai Politik, Lembaga Swadaya Masyarakat Dan Organisasi Masyarakat.