Kiriman dibuat oleh Alysa Astry Djayanti

S1 Teknik informatika -> Komentar

oleh Alysa Astry Djayanti -
Nama: Alysa Astry Djayanti
NPM: 2115061003
Kelas: PSTI C
Prodi: S1 Teknik Informatika

Dalam video pembelajaran pada pertemuan 6 yang berjudul urgensi pembinaan dan tantangan ideologi pancasila disebutkan bahwa seiring perkembangan zaman Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa menghadapi sejumlah tantangan seperti globalisasi, masuknya kebudayaan asing, dan perkembangan IPTEK. Maka dari itu, Pancasila sebagai dasar negara harus dipertahankan nilai-nilainya dan terus mengimplementasikan di dunia nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, diterapkan RUU PIP dalam peraturan perundang-undangan untuk dicantumkan nilai-nilai dari Pancasila. Hal ini diperlukan sebagai upaya untuk membentuk pembinaan Pancasila . Saya juga sangat setuju dengan statemen bahwa kita perlu menguatkan ideologi Pancasila agar dapat melewati perubahan zaman dan tidak terancam ideologi Pancasila sebagai Ideologi negara.

S1 Teknik informatika -> Komentar

oleh Alysa Astry Djayanti -
Nama: Alysa Astry Djayanti
NPM: 2115061003
Kelas: PSTI C
Prodi: S1 Teknik Informatika

Dalam artikel pada pertemuan 6 dengan judul Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural dapat dipahami bahwa setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya agar kelangsungan hidup basngsanya tetap tepelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaiknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar. Selain itu, dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila kedalam kehidupan bermasyarakat, berbanga, dan bernegara adalah suatu keharusan agar Pancasila tetap sellau relevan dalam fungsinya untuk memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbanga dan bernegara agar loyalitas masyarakat terhadap Pancasila tetap tinggi. Selain itu, sebagai penerus bangsa anak muda juga perlu ditanamkan jiwa bela negara. Definisi dari bela negara terdapat secara fisik dan non-fisik. Secara fisik bisa dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

S1 Teknik informatika -> Komentar

oleh Alysa Astry Djayanti -
Nama: Alysa Astry Djayanti
NPM: 2115061003
Kelas: PSTI C
Prodi: S1 Teknik Informatika

berdasarkan video pembelajaran pada pertemuan 15 dapat saya simpulkan bahwa ada beberapa hal yang dapat menunjukan dinamika dan tantangan pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, yang pertama adalah kapitalisme yang menguasai perekonomian dunia yang mengakibatkan ruang bagi penerapan nilai-nilai pancasila sebagai dasar nilai pnegembangan menjadi terbatas. Lalu, globalisasi juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lemahnya daya saing bangsa Indonesia dalam pengembangan IPTEK sehingga membuat Indonesia lebih berkedudukan sebagai konsumen daripada produsen. Lalu konsumerisme yang menyebabkan negara Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK-nya. Terakhir adalah pragmatisme yang berorientasi pada tiga ciri, yaitu kemampuan kerja, kepuasan, dan hasilnya mewarnai perilaku kehidupan, sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK harus disesuaikan dengan nilai substansi pendidikan.

S1 Teknik informatika -> Forum Komentar

oleh Alysa Astry Djayanti -
Nama: Alysa Astry Djayanti
NPM: 2115061003
Kelas: PSTI C
Prodi: S1 Teknik Informatika

Dalam artikel pada pertemuan 15 dengan judul Tantangan dan penguatan ideologi pancasila dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dapat disimpulkan bahwa tantangan-tantangan yang dihadapai dalam proses penanaman nilai-nilai Pancasila pada saat ini adalah pada peserta didik yang sudah tidak dapat lepas dari gawai. Meskipun memiliki dampak yang positid, tentunya penggunaan gawai ini juga menjadi faktor negatif karena peserta didik bisa dengna mudah mendapatkan informasi dair luar melalui internet yang kadang informasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memanfaatkan perkembangan informasi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi media dalam penanaman dan penguatan Pancasila di era revolusi industri 4.0. Guru dan dosen dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran pendidikan Pancasila melalui media pembelajaran, seperti membuat game serta film animasi yang mangajarkan nilai-nilai Pancasila dan sekaligus dapat pula membentuk karakter peserta didik.