Nama : Arif febriansyah
Npm : 19153053019
Absen : 05
1. Paradigma baru PKN berfungsi sebagai pendidikan demokrasi, karena pada dasarnya bangsa kita menganut faham demokrasi sebagai bentuk pemerintahan. Oleh karena itu, harus mempersiapkan warga negara yang berkomitmen, berpotensi kuat, berkarakter, memahami dan melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang mulai diterapkan sejak dini baik itu dalam lingkungan keluarga, dan sekolah mulai dari Pendidikan Sekolah Dasar sampai menengah. Dengan Paradigma baru PKN kita dapat menyiapkan peserta didik menjadi warganegara yang demokratis, bertanggung jawab dan memiliki karakter yang baik yakni civic intelligence atau kecerdasan warga negara, civic responsibility atau tanggung jawab warga negara dan civic participation atau partisipasi warga negara.
2. Pembelajaran PKN SD lebih menekan kan pembelajaran pada nilai, moral dan norma. Hal itu bertujuan untuk mempersiapkan dan membentuk pribadi anak, agar menjadi individu, warga masyarakat, dan warga negara yang baik serta memiliki pengetahuan, nilai dan sikap serta keterampilan yang mendukung menjadi warga negara yang partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Sehingga tidak terhanyut dengan perkembangan zaman.
3. Teori belajar adalah teori yang mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana seseorang melakukan proses belajar . Tujuan utama teori belajar adalah untuk memberikan proses belajar dan mengungkapkan hubungan kegiatan atau fenomena dari seorang yang belajar dengan proses psikologis dalam dirinya. Teori belajar yang biasa diterapkan yaitu teori belajar kognitif, humanistic, behavioistik, dan konstruktivisme.
4. a. strategi pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan secara sistematis dalam suatu aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil dan proses belajar.
b. model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir pembelajaran yang disusun oleh seorang pendidik.
c. metode pembelajaran adalah sebuah cara yang dipergunakan dalam pengimplementasian rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan pendidik untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.
Strategi, model, metode dan media saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Apabila strategi dan metode telah ditentukan dan menjadi satu kesatuan, maka akan terbentuk suatu model pembelajaran sebagai bingkai dari penerapan suatu pembelajaran. model pembelajaran akan mengarah kepada desain pembelajaran atau media pembelajaran untuk membantu peserta didik sehingga terccapainya tujuan pembelajaran
5. Metode yang tepat untuk kelas rendah yaitu metode ceramah, tanya jawab dan bermain peran karena ada dasarnya siswa yang berada di kelas rendah memerlukan hal-hal yang kongkrit, pembelajarannya haus dapat dilihat, di dengar dan Tindakan dalam proses pembelajaran.
Sedangkan metode yang tepat di kelas tinngi yaitu diskusi kelompok. Metode ini cocok dengan karakteristik siswa kelas tinggi yaitu senang berada dalam kelompok dan mulai suka berpendapat.
Model yang tepat untuk kelas rendah yaitu model pembelajaran tematik seperti Model Webbed ( model pembelajaran jaring laba-laba yang pembelajaran mengintegrasikan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema), Model Connected ( keterhubungan / terkait ) dan Model Integrated. Sedangkan model pembelajaran di kelas tinggi yaitu model pembelajran portofolio seperti model Contexstual Teaching Learning
Model CTL disebut juga REACT, yaitu relating (belajar dalam kehidupan nyata), experiencing (belajara dalam konteks eksplorasi, penemuan, dan penciptaan), applying (belajar dengan menyajikan pengetahuan untuk kegunaannya), cooperating (belajar dalam konteks interaksi kelompok), dan transferring (belajar dengan menggunakan penerapan dalam konteks baru atau konteks lain).
Media pembelajaran yang cocok utuk kelas rendah yaitu media yang bersifat kongkret seperti cetak atau media pembelajaraan visual seperti buku,gambar, foto, dan poster. Media ini dapat Meningkatkan perhatian dan daya tarik bagi siswa dan dapat memberikan iteraksi terhadap peserta didik serta lingkungan di sekelilingnya. Sedangkan media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas tinggi yaitu media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bias dilihat misalnya video, Tv, berbagai ukuran film, slide suara dan lainnya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media audio dan visual.
Npm : 19153053019
Absen : 05
1. Paradigma baru PKN berfungsi sebagai pendidikan demokrasi, karena pada dasarnya bangsa kita menganut faham demokrasi sebagai bentuk pemerintahan. Oleh karena itu, harus mempersiapkan warga negara yang berkomitmen, berpotensi kuat, berkarakter, memahami dan melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang mulai diterapkan sejak dini baik itu dalam lingkungan keluarga, dan sekolah mulai dari Pendidikan Sekolah Dasar sampai menengah. Dengan Paradigma baru PKN kita dapat menyiapkan peserta didik menjadi warganegara yang demokratis, bertanggung jawab dan memiliki karakter yang baik yakni civic intelligence atau kecerdasan warga negara, civic responsibility atau tanggung jawab warga negara dan civic participation atau partisipasi warga negara.
2. Pembelajaran PKN SD lebih menekan kan pembelajaran pada nilai, moral dan norma. Hal itu bertujuan untuk mempersiapkan dan membentuk pribadi anak, agar menjadi individu, warga masyarakat, dan warga negara yang baik serta memiliki pengetahuan, nilai dan sikap serta keterampilan yang mendukung menjadi warga negara yang partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Sehingga tidak terhanyut dengan perkembangan zaman.
3. Teori belajar adalah teori yang mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana seseorang melakukan proses belajar . Tujuan utama teori belajar adalah untuk memberikan proses belajar dan mengungkapkan hubungan kegiatan atau fenomena dari seorang yang belajar dengan proses psikologis dalam dirinya. Teori belajar yang biasa diterapkan yaitu teori belajar kognitif, humanistic, behavioistik, dan konstruktivisme.
4. a. strategi pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan secara sistematis dalam suatu aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil dan proses belajar.
b. model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir pembelajaran yang disusun oleh seorang pendidik.
c. metode pembelajaran adalah sebuah cara yang dipergunakan dalam pengimplementasian rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan pendidik untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.
Strategi, model, metode dan media saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Apabila strategi dan metode telah ditentukan dan menjadi satu kesatuan, maka akan terbentuk suatu model pembelajaran sebagai bingkai dari penerapan suatu pembelajaran. model pembelajaran akan mengarah kepada desain pembelajaran atau media pembelajaran untuk membantu peserta didik sehingga terccapainya tujuan pembelajaran
5. Metode yang tepat untuk kelas rendah yaitu metode ceramah, tanya jawab dan bermain peran karena ada dasarnya siswa yang berada di kelas rendah memerlukan hal-hal yang kongkrit, pembelajarannya haus dapat dilihat, di dengar dan Tindakan dalam proses pembelajaran.
Sedangkan metode yang tepat di kelas tinngi yaitu diskusi kelompok. Metode ini cocok dengan karakteristik siswa kelas tinggi yaitu senang berada dalam kelompok dan mulai suka berpendapat.
Model yang tepat untuk kelas rendah yaitu model pembelajaran tematik seperti Model Webbed ( model pembelajaran jaring laba-laba yang pembelajaran mengintegrasikan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema), Model Connected ( keterhubungan / terkait ) dan Model Integrated. Sedangkan model pembelajaran di kelas tinggi yaitu model pembelajran portofolio seperti model Contexstual Teaching Learning
Model CTL disebut juga REACT, yaitu relating (belajar dalam kehidupan nyata), experiencing (belajara dalam konteks eksplorasi, penemuan, dan penciptaan), applying (belajar dengan menyajikan pengetahuan untuk kegunaannya), cooperating (belajar dalam konteks interaksi kelompok), dan transferring (belajar dengan menggunakan penerapan dalam konteks baru atau konteks lain).
Media pembelajaran yang cocok utuk kelas rendah yaitu media yang bersifat kongkret seperti cetak atau media pembelajaraan visual seperti buku,gambar, foto, dan poster. Media ini dapat Meningkatkan perhatian dan daya tarik bagi siswa dan dapat memberikan iteraksi terhadap peserta didik serta lingkungan di sekelilingnya. Sedangkan media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas tinggi yaitu media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bias dilihat misalnya video, Tv, berbagai ukuran film, slide suara dan lainnya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media audio dan visual.