Kiriman dibuat oleh Muhammad Dzaki Rizkia 2053031004

MPPE B2025 -> CASE STUDY 2

oleh Muhammad Dzaki Rizkia 2053031004 -
NAMA. : MUHAMMAD DZAKI RIZKIA
NPM : 2053031004

1. Teori-teori yang dapat digunakan sebagai landasan teori
Dalam penelitian mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, terdapat beberapa teori yang relevan untuk dijadikan dasar pijakan. Pertama, teori kepemimpinan transformasional dan transaksional yang dikembangkan oleh Bass dan Avolio menjelaskan bagaimana pemimpin dengan gaya transformasional mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberi visi yang jelas, sementara kepemimpinan transaksional berfokus pada pertukaran berupa reward dan punishment. Kedua, teori LMX (Leader–Member Exchange) menekankan kualitas hubungan antara pemimpin dan bawahan; semakin tinggi kualitas hubungan ini, semakin besar pengaruh positifnya terhadap kinerja karyawan. Ketiga, teori Path-Goal menyatakan bahwa pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinannya (directive, supportive, participative, achievement-oriented) dengan kondisi bawahan untuk mempermudah pencapaian tujuan. Selain itu, teori motivasi kerja seperti Expectancy Theory dan Herzberg’s Motivation-Hygiene Theory juga dapat dijadikan rujukan untuk menjelaskan bagaimana gaya kepemimpinan berperan dalam membentuk motivasi karyawan yang kemudian berdampak pada kinerja. Dengan memadukan teori-teori tersebut, penelitian dapat memiliki landasan teoretis yang kuat.

2. Kerangka pikir penelitian
Kerangka pikir penelitian ini dibangun dengan memposisikan gaya kepemimpinan sebagai variabel independen (X) dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen (Y). Pemikiran dasarnya adalah bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan perusahaan akan memengaruhi cara karyawan bekerja, termotivasi, dan mencapai target yang ditetapkan. Pemimpin dengan gaya transformasional cenderung meningkatkan motivasi, kepuasan, dan komitmen kerja, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja. Sebaliknya, gaya kepemimpinan laissez-faire yang cenderung pasif dapat melemahkan motivasi dan menurunkan produktivitas karyawan. Dalam hubungan ini, motivasi kerja dapat berperan sebagai variabel mediasi, di mana gaya kepemimpinan memengaruhi motivasi, lalu motivasi mendorong kinerja. Selain itu, faktor lain seperti budaya organisasi atau kualitas hubungan LMX dapat menjadi variabel moderator yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan. Dengan demikian, kerangka pikir ini menyajikan hubungan yang logis dan sistematis mengenai bagaimana gaya kepemimpinan berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja karyawan.

3. Hipotesis penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis penelitian dapat dirumuskan secara ilmiah. Hipotesis nol (H₀) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, hipotesis alternatif (H₁) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Untuk memperdalam analisis, hipotesis dapat dirinci lagi, misalnya: “Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan,” atau “Motivasi kerja memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.” Hipotesis ini bersifat operasional, sehingga dapat diuji dengan metode kuantitatif melalui survei dan analisis statistik, atau diperkaya dengan pendekatan kualitatif agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Muhammad Dzaki Rizkia 2053031004 -
NAMA : MUHAMMAD DZAKI RIZKIA
NPM : 2053031004

Seorang mahasiswa berencana meneliti pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa pada masa pascapandemi COVID-19. Ia berasumsi bahwa pembelajaran daring masih banyak diterapkan, namun efektivitasnya terhadap capaian akademik belum sepenuhnya diketahui. Mahasiswa tersebut masih memerlukan panduan dalam menyusun landasan teori, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian secara runtut.

1. Identifikasi teori yang relevan:
Beberapa teori yang dapat dijadikan dasar dalam penelitian ini meliputi:
- Teori Konstruktivisme (Piaget dan Vygotsky): Menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan proses aktif di mana mahasiswa membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman, termasuk dalam konteks daring.
- Teori Behaviorisme (Skinner): Menekankan pada peran stimulus dan respon dalam pembelajaran, yang dapat diterapkan untuk memahami bagaimana media daring memengaruhi motivasi dan hasil belajar.
- Teori Pembelajaran Sosial (Bandura): Menyatakan bahwa interaksi sosial dan observasi terhadap orang lain turut memengaruhi hasil belajar, relevan dengan pembelajaran daring berbasis kolaborasi.
- Teori Teknologi Pembelajaran (Mayer, 2009): Menguraikan bagaimana penggunaan teknologi dan media digital dapat meningkatkan efektivitas belajar jika dirancang dengan prinsip multimedia yang tepat.

2. Kerangka berpikir:
Pembelajaran daring (variabel independen) mencakup berbagai aspek seperti interaksi dosen–mahasiswa, penggunaan media digital, dan fleksibilitas waktu belajar. Faktor-faktor tersebut memengaruhi motivasi, partisipasi, dan pemahaman mahasiswa, yang pada akhirnya berdampak pada hasil belajar (variabel dependen).

Secara logis, semakin baik pelaksanaan pembelajaran daring dilihat dari interaktivitas, dukungan teknologi, dan kejelasan materi, maka semakin tinggi pula hasil belajar mahasiswa. Sebaliknya, jika pelaksanaan daring kurang efektif, maka hasil belajar cenderung menurun.

3. Perumusan hipotesis:
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis yang dapat diuji secara ilmiah antara lain:
H₁: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.
H₀: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.