Kiriman dibuat oleh Windi Junistia 1953053015

Nama : Windi Junistia
NPM : 1953053015
No. Absen : 30
Kelas : 5C
UTS Pembelajaran PKN SD

Jawaban
1. Pendidikan demokrasi pada hakekatnya membimbing peserta didik agar semakin dewasa dalam berdemokrasi dengan cara mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi, agar perilakunya mencerminkan kehidupan yang demokratis. demokrasi di sekolah juga mencakup proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. Hal ini diantaranya adalah untuk menyikapi persoalan yang tentunya tekait dengan nilai-nilai demokrasi dalam hal ilmu pengetahuan. Pembelajaran tentang pendidikan demokrasi nantinya lebih mengedepankan penanaman nilai-nilai demokrasi kepada anak, sehingga para siswa akan memahami perilaku-perilaku positif dalam kehidupan berdemokrasi.

2. Dalam pembelajaran PKn, moral sangat penting untuk ditanamkan pada anak usia SD, karena proses pembelajaran PKn SD memang bertujuan untuk membentuk moral anak, yaitu moral yang sesuai dengan nilai falsafah hidupnya. Norma adalah tolok ukur/alat untuk mengukur benar salahnya suatu sikap dan tindakan manusia. Moral ditanamkan kepada peserta didik agar mereka dapat berperilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini, berarti kita dapat membantu mengurangi tindakan penyimpangan ini. Karena tanpa mengerti agama, kelak seseorang bisa saja terjerumus dalam perbuatan buruk.

3. Teori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata cara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Beberapa teori belajar yakni teori belajar behavioristik, kognitifisme, konstruktivistik, humanistik, dan teori sibernetik.
a.) Teori Belajar Behavioristik, Behavioristik memandang bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antar stimulus dan respon.
b.) Teori Belajar Kognitifistik, Teori belajar kognitifistik merupakan pendekatan belajar yang lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya.
c.) Teori Belajar Konstruktivistik, Dalam teori belajar konstruktivistik proses belajar merupakan suatuproses pembentukan (kontruksi) pengetahuan oleh peserta didik itu sendiri.
d.) Teori Belajar Humanistik, Teori ini beranggapan bahwa teori belajar apa saja dapat dimanfaatkan dengan tujuan memanusiakan manusia yakni dengan mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri secara optimal.
e.) Teori Belajar Sibernetik, teori ini menekankan pembelajaran dapat terjadi dimana dan kapanpun tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

4. Strategi, Model, Metode, danmedia pembelajaran:
a. Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didisain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
b. Model pembelajaran
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain
c. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. Media pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang digunakan untuk membantu merangsang pikiran, perasaan, kemampuan dan perhatian siswa dalam proses belajar mengajar di kelas. Media tersebut dapat berupa alat ataupun bahan mengajar.
Hubungan antara strategi, model, media dan metode pembelajaran digambarkan sebagai suatu kesatuan sistem yang bertitik tolak dari penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan perumusan tujuan, yang kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai metode dan media yang relevan selama proses pembelajaran berlangsung. model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu strategi, metode, dan media pembelajaran.

5. Metode, Media, Model yang tepat digunakan untuk kelas rendah dan tinggi:
A. Metode pembelajaran yang tepat untuk kelas rendah menurut saya metode ceramah, Metode tanya jawab, dan metode modelling. Metode metode ini menurut saya mudah di aplikasikan dan tepat untuk kelas rendah metode cerah diperlukan karna anak anak pada kelas rendah memerlukan penjelasan yang lebih dari guru sehingga dapaat memahami pembelajaran yang berlangsung. Dengan metode tanya jawab akan menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan, Mewujudkan cara belajar siswa aktif, melatih siswa untuk belajar mengekspresikan kemampuan lisan dan memberi kesempatan siswa menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Metode modellig akan membuat perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang dianggap penting oleh guru dapat di amati sehingga proses belajar anak didik akan lebih terarah, Kelebihan dari metode-metode ini diantaranya guru mudah menguasai kelas, dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar, dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar, dapat menambah pengalaman anak didik, dan bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan,
Metode pembelajaran yang tepat untuk kelas tinggi adalah metode demonstrasi dan metode tanya jawab. Alasannya, metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa dalam pembelajaran dikelas. Dan metode Tanya jawab, Menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan. Menimbulkan pola pikir reflektif, sistematis, kreatif dan kritis. Kelebihannya perhatian anak didik dapat dipusatkan, dan titik berat yang dianggap penting oleh guru dapat diamati, Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah, dan siswa akan lebih aktif ketika mengajukan pertanyaan.
B. Media pembelajaran untuk kelas rendah menurut saya media yang menarik minat seperti dalam membuat power point yang disertai gambar, Media relia, poster dan audio-video. Alasannya, Kecenderungan siswa dikelas rendah menyukai media berupa gambar-gambar dan video karna akan menimbulkan semangat belajar dan nantinya diharapkan meningkatkan hasil belajarnya. Kelebihan dari media-media tersebut diantaranya penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto, lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji, dan pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
media pembelajaran untuk kelas tinggi diataranya media relia dan poster, media pembelajaran yang termasuk relia/ benda nyata. Denagn media ini mampu merangsang imajinasi, memberikan pengalaman belajar langsung (dengan menyentuh dan mengamati bagian-bagiannya), dan pengalaman tentang keindahan
C. Model pembelajaran untuk kelas rendah model Pembelajaran Demonstration dan model Pembelajaran Picture end Picture. Alasannya, Tidak semua topik dapat dijelaskan secara gamblang dan konkrit melalui penjelasan atau diskusi, karena tujuan dan sifat materi pelajaran yang menuntut dilakukan peragaan berupa demonstrasi. Dengan model Picture end Picture akan mendorong anak untuk aktif secara berkelompok dengan mencocokan gambar juga memupuk semngat melalui gambar yang menarik dan berwarna.
Model pembelajaran untuk kelas tinggi seperti, Model Pembelajaran Group Investigation dan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning. Karena, dalam pembelajaran di kelas tinggi dapat diterapkan model pembelajaran penelitian, kelompok interaktif, dan ceramah bervariasi. Model penelitian sangat potensial untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berfikir deduktif, berfikir induktif, berfikir kritis, berfikir kreatif, berfikir komperatif/kolistik, dan berfikir hipotetis. Denagn begitu pembelajaran akan lebih terarah, perhatian anak didik akan lebih terpusat dan dapat belajar memecahkan serta menangani masalah.