Kiriman dibuat oleh Gumahdona Khoirunnisa

Assalamualaikum wr.wb izin memperkenalkan diri nama Gumahdona aKhoirunnisa NPM 2053033011 izin mejawab pertanyaan Bapak.

- Kekaisaran Romawi Suci (bahasa Jerman: Heiliges Römisches Reich (HRR), bahasa Latin: Imperium Romanum Sacrum (IRS)) adalah kumpulan berbagai satuan politik di Eropa Tengah yang pernah ada dari tahun 962 (ada yang menyebut sejak 843) sampai 1806. Wilayah awalnya adalah daerah Kerajaan Franka Timur, pecahan dari Kerajaan Franka setelah pembagian menurut Perjanjian Verdun (843), dan Kerajaan Lombardia (di wilayah Italia sekarang). Romawi Suci menyebut dirinya "kekaisaran" atau "imperium" dan pemimpinnya disebut "kaisar" (bahasa Latin: imperator). Meskipun demikian, kaisar tidak memiliki kekuasaan absolut atas anggota-anggotanya, sehingga berbeda dari model Kekaisaran Romawi atau Kerajaan Prancis yang kekuasaannya lebih absolut. Imperium ini berlangsung delapan abad lebih, sebelum membubarkan diri pada tanggal 6 Agustus 1806 akibat Perang Napoleon. Oleh Adolf Hitler, Kekaisaran Romawi Suci dibangga-banggakan sebagai Das Erste Reich ("Imperium Pertama") bagi bangsa Jerman. Wilayahnya luas sehingga banyak mewarnai sejarah Eropa pada Abad Pertengahan. Selain itu, banyak dongeng klasik dari Eropa yang memiliki latar belakang imperium ini. Dari otokrasi pada masa Karolingia gelar ini berevolusi menjadi sebuah Monarki pemilihan. Di mana yang berhak memilih adalah para Pangeran-elektor. Ada juga sebuah Reformasi di mana dalam pemilihan kaisar (imperator electus) dibutukan juga izin dari Paus sebelum bisa bertakhta dengan gelar tersebut. Mereka yang menyandang gelar ini memiliki hubungan dengan takhta Kerajaan Jerman dan Kerajaan Italia (Kekaisaran Italia Utara). Berdasarkan Teori, Kaisar Romawi Suci adalah primus inter pares (yang pertama di antara yang sejajar) di antara monarki-monarki Katolik Roma; dalam praktiknya, seorang Kaisar Romawi Suci hanya berpengaruh pada pasukan yang ia punya dan para aliansinya. Beberapa wangsa yang ada di Eropa, dalam waktu berbeda secara turun temurun menjadi pemegang gelar ini, terutama pada masa Habsburg. Setelah Reformasi Protestan, beberapa negara pembentuk kekaisaran ini berubah haluan menjadi Protestan, walaupun Kekaisaran Romawi Suci tetap berhaluan Katolik. Gelar ini dihapus oleh Franz II yang merupakan kaisar terakhir. Gelar ini dihapus karena dampak dari Perang Napoleon.

- Kekaisaran Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium (ejaan lain: Bizantin, Byzantin, Byzantinum, Byzantium) adalah wilayah timur Kekaisaran Romawi yang terutama berbahasa Yunani pada Abad Kuno dan Pertengahan. Penduduk dan tetangga-tetangga Kekaisaran Romawi Timur menjuluki negeri ini Kekaisaran Romawi atau Romania. Kekaisaran ini berpusat di Konstantinopel, dan dikuasai oleh kaisar-kaisar yang merupakan pengganti kaisar Romawi kuno setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat. Tidak ada konsensus mengenai tanggal pasti dimulainya periode Romawi Timur. Beberapa orang menyebut masa kekuasaan Diokletianus (284-305) dikarenakan reformasi-reformasi pemerintahan yang ia perkenalkan, yang membagi kerajaan tersebut menjadi pars Orientis dan pars Occidentis. Pihak lainnya menyebut masa kekuasaan Theodosius I (379-395), atau setelah kematiannya pada tahun 395, saat kekaisaran terpecah menjadi bagian Timur dan Barat. Ada juga yang menyebut tahun 476, ketika Roma dijajah untuk ketiga kalinya dalam seabad yang menandakan jatuhnya Barat (Latin), dan mengakibatkan kaisar di Timur (Yunani) mendapatkan kekuasaan tunggal. Bagaimanapun juga, titik penting dalam sejarah Romawi Timur adalah ketika Konstantinus yang Agung memindahkan ibukota dari Nikomedia (di Anatolia) ke Byzantium (yang akan menjadi Konstantinopel) pada tahun 330. Negeri ini berdiri selama lebih dari ribuan tahun. Selama keberadaannya, Romawi Timur merupakan kekuatan ekonomi, budaya, dan militer yang kuat di Eropa, meskipun terus mengalami kemunduran, terutama pada masa Peperangan Romawi-Persia dan Romawi Timur-Arab. Kekaisaran ini direstorasi pada masa Dinasti Makedonia, bangkit sebagai kekuatan besar di Mediterania Timur pada akhir abad ke-10, dan mampu menyaingi Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah tahun 1071, sebagian besar Asia Kecil direbut oleh Turki Seljuk. Restorasi Komnenos berhasil memperkuat dominasi pada abad ke-12, tetapi setelah kematian Andronikos I Komnenos dan berakhirnya Dinasti Komnenos pada akhir abad ke-12, kekaisaran kembali mengalami kemunduran. Romawi Timur semakin terguncang pada masa Perang Salib Keempat tahun 1204, ketika kekaisaran ini dibubarkan secara paksa dan dipisah menjadi kerajaan-kerajaan Yunani dan Latin yang saling berseteru. Kekaisaran berhasil didirikan kembali pada tahun 1261 di bawah pimpinan kaisar-kaisar Palaiologos, tetapi perang saudara pada abad ke-14 terus melemahkan kekuatan kekaisaran. Sisa wilayahnya dicaplok oleh Kesultanan Utsmaniyah dalam Peperangan Romawi Timur-Utsmaniyah. Akhirnya, Konstantinopel berhasil direbut oleh Utsmaniyah pada tanggal 29 Mei 1453, menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur.

Demikian yang dapat saya sampaikan, wassalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh izin memperkenalkan diri nama Gumahdona Khoirunnisa NPM 2053033011 izin menjawab pertanyaan forum diatas.

Karakteristik Abad Pertengahan adalah periode dalam sejarah Eropa dari jatuhnya kekasiaran Romawi Barat pada 476 Masehi hingga periode Renaisans.

Periode ini memiliki ciri:
1. Banyaknya negara kecil
Masa ini di Eropa ditandai dengan terbaginya Eropa menjadi kerajaan-kerajaan kecil, akibat invasi suku-suku Jermanik yang mendirikan kerajaan-kerajaan seperti Visigoth, Ostrogoth, Burgundy, Lombardy dan sebagainya. Inggris sendiri terbagi menjadi tujuh kerajaan kecil yang didirikan suku Anglo-Saxon. Kerajaan kecil ini tumbuh di reruntuhan kekaisaran Romawi Barat. Seiring dengan waktu, kerajaan kecil ini saling menaklukkan dan akhirnya muncul kerajaan besar pada akhir abad pertengahan.

2. Feodalisme
Kerajaan-kerajaan ini menganut sistem feodalisme, dimana raja berkuasa menyerahkan sebagian tanah kepada bangsawan bawahnya. Sebagai gantinya bangsawan akan menyediakan upeti dan tentara saat perang. Akibat feodalisme, kekuasaan kerajaan menjadi lemah, karena kekuasaan terletak pada para bangsawan yang menjadi tuan tanah ini. Rakyat kecil hidup sebagai petani yang menggarap tanah milik bangsawan. Rakyat tidak memiliki hak atas tanah ini dah harus membayar sewa berupa hasil bumi kepada pata bangsawan.

3. Pengaruh Gereja Katolik yang besar
Lemahnya kekuasaan kerajaan dan hancurnya sistem pemerintahan yang sebelumnya di bangun kekaisaran Romawi membuat kekuasaan para pendeta di Gereja Katolik meningkat. Para pendeta memberikan pelayanan keagamaan namun juga menjadi penasehat pemerintahan, karena mereka termasuk sedikit orang pada Abad Pertengahan yang bisa baca tulis dan berpendidikan. Secara ekonomi Gereja Katolik juga sangat kuat karena biara dan kadetral banyak menguasai tanah secara feudal. Gereja juga mendapatkan uang derma dari para bangsawan.

Karakteristik islam di eropa pada abad pertengahan :
1. Kehidupan Intelektual
Kehidupan intelektual di zaman dinasti Abbasiyah diawali dengan berkembangnya perhatian pada perumusan dan penjelasan panduan keagamaan terutama dari dua sumber utama yaitu al Quran dan Hadits. Dari keduasumber ini lalu muncullah berbagai keilmuan lainnya. Ilmu-ilmu al Qurandan ilmu-ilmu Hadits adalah dua serangkaian seri pengetahuan yag menjadi pokok perhatian dan fokus perhatian waktu itu.

2. Tradisi berdiskusi juga telah berkembang, adanya Bayt al Hikmah sebagai tempat berkumpul untuk bertukar pikiran dan berdebat masalah keilmuan membantu dalam menciptakan suasana keilmuan yang kondusif (Hasan,1989: 133). Dari diskusi, maka munculah berbagai pemikiran kreatif sampaikepada aliran-aliran pemikiran. Aliran-aliran teologi sudah ada pada masa Bani Umayyah, seperti Khawarij, Murjiah dan Mu’tazilah.

3. Perkembangan ilmu-ilmu umum bisa dilihat dari, misalnya: ilmu kedokteran (at Tibb) dengan didukung adanya sekolah khusus kedokteran di Jundishapur. Ilmu matematika, astronomi dikembangkan dengan fasilitasdidirikannya observatorium pada masa khalifah al Ma’mun di Sinjar. Dengan adanya observatorium itu menunjukan adanya tradisi penelitian atau eksperimen yang tinggi di bidang ilmu eksak. Tradisi ini juga berkembang pada penelitian Hadits sehingga muncul berbagai kitab Hadits. Dalam bidang astronomi terkenal nama al Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. Al Fargani, yang dikenal di Eropa dengan nama al Faragnus, menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalambahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis.

Demikian yang dapat saya sampaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenlkan nama saya Gumahdona Khoirunnisa NPM 2053033011, izin menjawab pertanyaan pada forum diskusi yaitu tentang Yunani kuno dan Romawi .

Saya ambil contoh ciri khas dari Yunani kuno dan Romawi adalah seni nya.

Seni Yunani Kuno memiliki ciri yang khas jika dibandingkan dengan seni budaya peradaban lainnya, yakni perkembangan penggambaran tubuh manusia yang natural tetapi ideal, dengan sebagian besar berupa laki-laki telanjang. Perkembangan gaya penggambaran antara sekitar 750 dan 300 SM dapat dibilang luar biasa dengan standar zaman kuno, dan karya yang masih bertahan dapat dilihat dari patung yang dibuat. Terdapat inovasi penting dalam seni lukis, yang sayangnya harus direkonstruksi terlebih dahulu karena karya yang bertahan hingga saat ini sebagian besar mengalami kerusakan, kecuali lukisan yang dilukis pada tembikar. Arsitektur Yunani secara teknis sangat sederhana, dengan gaya yang harmonis dan adanya berbagai detail-detail yang sebagian besar mengikuti arsitektur Romawi, dan hingga saat ini masih digunakan pada beberapa bangunan modern. Arsitektur Yunani Kuno menggunakan ornamen yang juga digunakan pada tembikar, logam, serta media lainnya, dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap seni Eurasia, terutama setelah Buddhisme membawanya keluar hingga meluas sampai dunia Yunani yang diciptakan oleh Aleksander Agung. Konteks sosial dari seni Yunani termasuk perkembangan politik yang radikal dan peningkatan kesejahteraan; prestasi peradaban Yunani yang mengesankan lainnya seperti dalam bidang filsafat, sastra, dan lainnya juga terkenal di seluruh dunia.
Kesenian oleh orang-orang Yunani di zaman prasejarah umumnya tidak termasuk kesenian Yunani Kuno dan lebih dikenal sebagai Seni Aegea yang juga termasuk didalamnya seni Kyklades dan seni peradaban Minoa dan Mykenai dari Zaman Perunggu Yunani. Seni Yunani kuno biasanya dibagi berdasarkan gayanya menjadi empat periode: Geometris, Kuno, Klasik, dan Helenistik. Periode Geometris bermula sejak sekitar 1000 SM, walau pada kenyataannya sulit mengetahui hal-hal tentang Yunani selama 200 tahun sebelumnya, yang secara tradisional dikenal sebagai Zaman Kegelapan Yunani. Pada abad ke-7 SM, terdapat perkembangan yang lambat dari gaya Kuno seperti gaya lukisan vas yang bergambar hitam.
Sekitar 500 SM, sesaat sebelum terjadinya Perang Persia (480 SM=448 SM), umumnya menjadi pembatas antara periode Kuno dan Klasik, dan masa pemerintahan Aleksander Agung (336 SM=323 SM) menjadi pembatas antara periode Klasik dan Helenistik. Dari abad ke-1 SM hingga seterusnya istilah "Greko-Romawi" digunakan. Pada kenyataannya, tidak ada masa transisi yang jelas dari satu periode ke periode yang lain. Setiap kesenian berkembang dengan kecepatan yang berbeda pada wilayah yang berbeda dari dunia Yunani, dan di setiap periode terdapat beberapa seniman yang memiliki gaya yang lebih inovatif dari yang lain. Tradisi lokal yang kuat dan adanya kultus memungkinkan sejarawan untuk menemukan asal-usul bahkan dari karya-karya seni yang ditemukan jauh dari tempat asal mereka. Berbagai bentuk kesenian Yunani banyak dibawa keluar dari Yunani. Kemungkinan suatu karya dari kesenian Yunani dapat bertahan hingga saat ini tergantung dari media seninya. Saat ini, terdapat banyak kesenian Yunani Kuno berupa tembikar, koin, patung batu, dan beberapa patung perunggu. Sedangkan lukisan, perpipaan dari logam, dan yang menggunakan bahan yang tidak bertahan lama seperti kayu telah hilang. Beberapa kepingan batu dari sejumlah kuil dan teater berhasil diselamatkan, tetapi tidak bagi dekorasi bangunan.

Sedangkan salah satu ciri khas dari jembatan pada era romawi adalah bentuknya yang melengkung. Selain itu, bahan material yang digunakan untuk membuat jembatan adalah material yang berasal dari batu dan beton. Jembatan ini biasanya memiliki rongga-rongga besar dibawahnya dengan bentuk setengah lingkaran.

Demikian yang dapat saya sampaikan, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Perkenalkan saya Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011 izin menjawab pertanyaan yang sudah bapak berikan di forum diskusi.

Daerah tempat saya tinggal di Kecamatan Langkapura, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung. Menurut saya, wilayah tempat tinggal saya yaitu di daerah Langkapura termasuk ke dalam jenis desa Swasembada. Karena jika kita lihat daerah Langkapura, masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Di daerah itu juga sudah sangat padat penduduknya, fasilitas-fasilitas sudah cukup lengkap seperti adanya banyak sekali mini market, toko-toko sembako, banyaknya pedagang-pedagang makanan dan rumah makan. Di daerah langkapura juga jiwa sosial masyarakatnya sangat tinggi. Sehingga, bila ada salah satu tetangga yang kesusahaan, mereka berbondong-bondong untuk saling membantu dan bergotong-royong satu dengan yang lainnya. Tingkat pendidikan di Langkapura juga memiliki tingkat pendidikan masyarakatnya tinggi. Contohnya seperti banyak yg berprofesi menjadi guru, dosen, dan lain-lain. Dan yg terakhir tidak begitu terikat dengan adat istiadat atau lebih nasionalis. Intinya di daerah Langkapura sudah maju mulai dari sarana dan prasarana lengkap, tingkat pendidikan dan keterampilan sudah tinggi, mata pencaharian penduduk sebagaian besar di bidang jasa dan perdagangan.

Demikian yg dapat saya sampaikan bapak. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.