Kiriman dibuat oleh Nova Nova Atika Royani

PEMBELAJARAN PKN SD KELAS 4D PGSD -> forum diskusi

oleh Nova Nova Atika Royani -
Nama : Nova Atika Royani
NPM : 2013053163

Izin menyampaikan pendapat ibu
Di dalam video tersebut terdapat 4 macam model pembelajaran, diantaranya Model Pembelajaran Discovery Learning (DL), Inquiry Learning, Problem Based Learning (PBL), dan Project Based Learning (PjBL).

1. Discovery Learning (DL), merupakan model pembelajaran dimana siswa diminta untuk dapat menemukan konsep yang sebelumnya tidak diketahui melalui masalah yang direkayasa oleh guru yang kemudian nantinya dibuat dan disusun sebuah kesimpulan. Pada model ini siswa dapat berpikir kreatif dan inovatif serta ia diberi kesempatan untuk menjadi problem solved pada suatu permasalahan.
Terdapat beberapa langkah pada model ini, diantaranya:
-Stimulation, yakni siswa diberikan stimulus/rangsangan hingga timbulnya pertanyaan-pertanyaan serta rasa ingin tahu bagi peserta didik
-Problem statement, pada langkah ini siswa menentukan rumusan masalah serta yang tentunya relevan terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung, yang kemudian nantinya disusun menjadi hipotesis
-Data collection, disini siswa mulai mencari tahu serta mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui berbagai sumber mengenai permasalahan yang sedang dihadapi
-Data processing, pada langkah ini siswa mulai mengolah data yang sebelumnya telah terkumpul
-Verification, langkah ini merupakan langkah pembuktian mengenai hipotesis yang telah dirumuskan di awal tadi
-Generalization, langkah yang terakhir yakni penarikan kesimpulan

2.Inquiry Learning, merupakan model pembelajaran dimana siswa dapat menyelesaikan sebuah permasalahan melalui pencarian/penyelidikan untuk memenuhi serta memuaskan rasa penasaran dan keingin tahuannya. Dalam model ini masalah yang diselidiki bukan hasil rekayasa, serta siswa juga tidak diwajibkan untuk menemukan sesuatu.

3. Problem Based Learning (PBL), merupakan model dimana guru terus-menerus membimbing siswa dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, siswa diberikan stimulus yang kemudian siswa dapat mengajukan berbagai pertanyaan. Bagi siswa yang memberikan pertanyaan yang berbobot akan diberi penghargaan/reward. Setelah pertanyaan sudah siap maka siswa diminta untuk mencari solusi atas permasalahan dan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan tadi. Pada model ini guru sangat berperan penting, dimana selain menjadi fasilitator guru juga memberikan bimbingan dari awal hingga masalah tersebut terselesaikan. Pada model ini diharapkan siswa memiliki kemampuan berpikir kritis serta terampil dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Langkah-langkah pada model ini diantaranya :
-Orientasi siswa kepada masalah
-Mengorganisasikan siswa
-Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
-Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
-Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

4. Project Based Learning (PjBL), yakni model pembelajaran dimana siswa seperti melakukan sebuah percobaan, atau bisa dikatakan pada model ini menggunakan proyek secara langsung sebagai bentuk dalam penyelesaian masalah. Siswa dapat membuat keputusan mengenai sebuah kerangka kerja melalui proses yang telah didesain sebagai penyelesaian sebuah permasalahan.
Terdapat berbagai langkah pada model ini, diantaranya :
-Penentuan pertanyaan mendasar
-Mendesain perencanaan proyek
-Menyusun jadwal
-Memonitor siswa dan kemajuan proyek
-Menguji hasil
-Mengevaluasi pengalaman


Kemudian untuk model apa yang tepat digunakan pada peserta didik kelas rendah, sebenarnya model-model diatas dapat digunakan oleh kelas rendah, namun mengingat dan melihat juga pada fasilitas dan kemampuan pada peserta didik yang berbeda-beda dalam pemahaman pembelajaran maka kita sebagai calon guru harus bisa menyesuaikan dengan mayoritas siswa di kelas tersebut. Namun jika dilihat secara umum siswa kelas rendah lebih cocok menggunakan model PBL atau Problem Based Learning dimana siswa terus-menerus dibimbing secara bertahap oleh pendidik dalam penyelesaian masalah, karena banyak siswa pada usia kelas rendah masih membutuhkan bimbingan oleh pendidik. Pada model ini siswa dapat memiliki kemampuan berpikir kritis serta terampil dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Model PjBL atau Project Based Learning sebenarnya juga dapat dilakukan karena model ini relevan dan dapat secara langsung dijadikan objek bagi siswa, pada tahap ini juga guru memonitori siswa sehingga tetap adanya bimbingan dari guru terhadap siswa. Pada model ini siswa akan memiliki pengetahuan-pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.

Terimakasih.

PEMBELAJARAN PKN SD KELAS 4D PGSD -> forum diskusi

oleh Nova Nova Atika Royani -
Nama : Nova Atika Royani
NPM : 2013053163

Izin menyampaikan pendapat ibu, menurut saya alasan mengapa di sekolah dasar saat ini menggunakan model pembelajaran tematik, yaitu karena pada pembelajaran tematik bersifat fleksibel, relate/relevan, konkret, dan terpadu, yakni pada pembelajaran tematik ini terintegrasi antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya, sehingga hal ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna terhadap peserta didik. Selain itu pada pembelajaran tematik juga sangat efektif dan efisien diimplementasikan pada peserta didik karena pada pembelajaran tematik ini siswa diminta untuk aktif, pembelajaran tidak hanya berasal dari 1 arah (dari guru saja) namun menerapkan student centered learning, serta lebih menghemat waktu dan terminimalisir adanya mata pelajaran yang tumpang tindih.
Pada pembelajaran tematik menggunakan berbagai metode yang dapat menjadikan pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan. Pada pembelajaran tematik ini juga lebih menyenangkan karena pada prosesnya tidak hanya tentang belajar namun juga terdapat berbagai aktivitas seperti bermain, bernyanyi, dan lain sebagainya dimana secara tidak langsung siswa dapat belajar melalui hal tersebut.

Kemudian untuk kelebihan dan kelemahan pada pembelajaran tematik
Kelebihan, diantaranya :
  • Pengalaman dan kegiatan belajar anak relevan dengan tingkat perkembangannya.
  • Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
  • Kegiatan belajar bermakna bagi anak, sehingga hasilnya dapat bertahan lama.
  • Keterampilan berpikir anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu.
  • Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai lingkungan anak.
  • Keterampilan sosial anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu. Keterampilan sosial ini antara lain adalah : kerjasama, komunikasi, dan mau mendengarkan pendapat orang lain.

Kelemahan, diantaranya :
  • Aspek guru, guru harus berwawasan luas, memilki integritas tinggi, keterampilan metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi dan berani mengemas dan mengembangkan materi
  • Aspek peserta didik, pembelajaran tematik menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relative baik, baik dalam kemampuan akademik maupun kreatifitasnya, karena model pembelajaran tematik menekankan pada kemampuan analitis, kemampuan asosiatif, kemampuan eksplorasi dan elaborative.
  • Aspek sarana dan sumber pembelajaran, pembelajaran tematik memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi, mungkin juga fasilitas internet
  • Aspek kurikulum, kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik, bukan pada pencapaian target penyampaian materi
  • Aspek penilaian, pembelajaran tematik membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh.
  • Aspek suasana pembelajaran, pembelajaran terpadu cenderung mengutamakan salah satu bidang kajian dan tenggelamnya bidang kajian lain, tergantung pada latar belakang pendidikan gurunya.
Terimakasih ibu.